Catatan Popular

Ahad, 13 Januari 2019

KEPANDAIAN ABU BAKAR ASH-SIDDIQ


Imam Nawawi berkata dalam kitabnya at-Tahdzib, dan dalam karyanya saya nukil : Bahwasannya para sahabat kami berargumen akan keagungan ilmunya dengan perkataannya yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim : Demi Allah saya akan memerangi orang yang membedakan antara shalat dan zakat, Demi Allah kalau sekiranya mereka tidak mau memberikan anak kambing yang mereka berikan kepada Rasulullah, pasti saya akan memerangi mereka karena penolakan mereka.Syeikh Abu Ishaq berdalil dengan riwayat ini dan yang lainnya dalam kitabnya at-Thabaqat : Bahwasannya Abu Bakar ash-Siddiq adalah orang yang paling pandai diantara para sahabat, karena mereka tidak mampu memahami hukum dalam suatu permasalahan kecuali Abu Bakar, yang tampak jelas dalam pandangan mereka, bahwa apa yang dikatakan Abu Bakar adalah benar, sehingga mereka pun mengambil pendapat Abu Bakar.

Kami meriwayatkan dari Ibnu Umar bahwasannya beliau ditanya : Siapakah yang memberikan fatwa di zaman Rasulullah?.Dia berkata : Abu Bakar dan Umar dan saya tidak tahu orang lain selain mereka berdua.

Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudri, dia berkata : Rasulullah berkhutbah di depan khalayak dan bersabda : 

“Sesungguhnya Allah Yang Maha Agung telah memberikan pilihan kepada hamba-Nya antara dunia dan akhirat, lalu hamba itu memilih apa yang ada disisi Allah.”

Mendengar sabda Rasulullah tersebut, Abu Bakar menangis dan berkata : “Kami menjadikan bapak-bapak dan ibu-ibu kami sebagai jaminan.”Maka kami pun merasa heran dengan suara tangisan Abu Bakar, ketika Rasulullah bersabda tentang pilihan seorang hamba yang diberikan pilihan dua pilihan.Dan Rasulullah adalah orang yang diberi pilihan tersebut, sedangkan pada saat itu Abu Bakar adalah orang yang paling pandai diantara kami.Setelah itu Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya orang yang paling setia persahabatannya denganku dan dalam menginfakkan hartanya adalah Abu Bakar.Andaikata saya menjadikan seseorang menjadi khalil (sahabat) selain Tuhanku, niscaya aku akan menjadikan Abu Bakar sebagai sahabat, namun aku jadikan dia sebagai saudara seagama yang penuh kasih saying.Tidak akan tersisa satu pintu pun didalam masjid ini untuk ditutup kecuali pintu Abu Bakar.”1

Ibnu Katsir berkata : “Abu Bakar adalah orang yang paling baik bacaannya –yakni Abu Bakar lah yang paling paham akan al-Qur’an- Sebab Rasulullah menjadikannya sebagai imam shalat para sahabat, dengan sabdanya : “Orang yang menjadi Imam adalah orang yang paling baik bacaan al-Qur’annya.”

Imam Tirmidzi meriwayatkan dari Siti ‘Aisyah, dia berkata : Rasulullah bersabda : “Tidak selayaknya seseorang dari suatu kaum menjadi imam padahal ditengah-tengah mereka ada Abu Bakar.”

Selain dari pada itu Abu Bakar adalah orang yang paling mengerti tentang as-Sunnah.Tatkala para sahabat sering bertanya kepadanya tentang banyak hal, Abu Bakar adalah orang yang paling menonjol diantara para sahabat dalam memahami dan menukil as-Sunnah, dia menghafalnya dan menghadirkannya ketika diperlukan.Dimana hadits-hadits tersebut tidak ada pada mereka.Bagaimana tidak demikian padahal Abu Bakar selalu bersama Rasulullah sejak masa awal diutusnya sampai wafat, dia juga seorang yang paling pandai dikalangan para sahabat, dan bahwasannya tidak diriwayatkan hadits-hadits darinya kecuali dalam jumlah yang sedikit, dikarenakan dia hidup tidak begitu lama setelah meninggalnya Rasulullah.Andaikata usianya panjang niscaya akan banyak hadits yang diriwayatkan darinya, dan tidak ada seorangpun yang menukil suatu hadits kecuali telah menukil darinya, karena pada masanya orang-orang tidak akan meriwayatkan darinya hadits-hadits yang mereka juga mengetahuinya.Mereka hanya menukil darinya apa yang tidak mereka dengar langsung dari Rasulullah.” 

Abu al-Qasim al-Baghawi meriwayatkan dari Maimun bin Mahran, dia berkata : Apabila Abu Bakar mendapatkan suatu perselisihan atau perbedaan pendapat, maka dia melihat hukumnya di dalam al-Qur’an, jika dia mendapatkan hukumnya di dalam al-Qur’an maka dia akan memutuskan hukumnya sesuai dengan apa yang terdapat didalam al-Quran.Akan tetapi jika dia tidak menemukan hukumnya didalam al-Qur’an dan dia mengetahui bahwa hukumnya terdapat dalam hadits Rasulullah, maka dia akan memutuskan dengan hadits Rasulullah.Apabila tidak mendapatkannya dalam al-Qur’an dan sunnah Rasulullah, maka dia akan bertanya kepada kaum muslimin dan berkata : Seseorang telah dating kepadaku dan dia menanyakan demikian dan demikian.Apakah salah seorang diantara kalian mengetahui bahwa Rasulullah pernah memutuskan perkara demikian ini?

Mungkin Abu Bakar akan mengumpulkan banyak orang, kemudian mereka diminta untuk mengutarakan keputusan yang bersumber dari Rasulullah dalam masalah itu, lalu Abu Bakar berkata : Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan diantara kami orang yang hafal riwayat dari Nabi-Nya.Dan jika dia tidak menemukannya dari sunnah Rasulullah, dia akan mengumpulkan para pemimpin dan pembesar kaum Muslimin untuk bermusyawarah dengan mereka, jika mereka sepakat dengan suatu keputusan, maka dia akan memutuskan hukumnya berdasarkan apa yang telah mereka sepakati.

Demikian juga dengan Umar bin Khaththab yang melakukan hal yang sama dengan Abu Bakar dalam menetapkan hokum.Jika dia tidak mendapatkan hukumnya dalam al-Quran dan sunnah Rasulullah dia akan merujuk pada apa yang dikerjakan Abu Bakar, maka jika dia mendapatkan bahwasannya Abu Bakar telah menetapkan hukumnya, maka dia akan menetapkan hukumnya berdasarkan apa yang telah ditetapkan Abu Bakar.Dan jika tidak menemukannya, dia akan memanggil kaum Muslimin, dan jika mereka sepakat pada suatu keputusan, maka dia akan memutuskan sesuai dengan apa yang mereka sepakati.

Abu Bakar juga adalah orang yang paling mengetahui tentang nasab orang-oang Arab, terutama nasabnya suku Quraisy, Ibnu Ishaq meriwayatkan dari dari Ya’qub bin ‘Utbah dari salah seorang sesepuh kaum Anshar, dia berkata : Jubair bin Muth’im adalah orang yang paling tahu tentang nasab Quraisy dan keturunan Arab seluruhnya, dia berkata : Sesungguhnya saya telah mendapatkan silsilah nasab ini dari Abu Bakar, dan Abu Bakar ash-Shiddiq adalah orang yang paling tahu tentang nasab orang Arab.

Disamping itu Abu Bakar juga adalah seorang yang paling faham tentang tafsir mimpi, beliau pernah menakwilkan mimpi pada zaman Rasulullah.Ibnu Sirin –salah seorang pakar dalam tafsir mimpi- mengatakan : “Abu Bakar adalah orang yang paling tahu tentang takwil mimpi setelah Rasulullah Sallallahu Alaihi wa Sallam1.

Ad-Dailami meriwayatkan dalam Musnad al-Firdaus dan Ibnu ‘Asakir dari Samrah, dia berkata : Rasulullah bersabda : “Saya diperintahkan untuk menakwilkan mimpi dan diperintahkan pula untuk mengajarkannya kepada Abu Bakar”.

Ibnu Katsir berkata : “Abu Bakar adalah orang yang paling fasih lidahnya dan paling pandai dalam berkhutbah.Zubair bin Bakkar berkata : Saya mendengar sebagian ahli ilmu berkata : Orang yang paling fasih dalam berkhutbah diantara para sahabat Rasulullah adalah Abu Bakar dan Ali bin Abi Thalib.(Masalah ini akan dibahas kemudian dalam peristiwa Bani Saqifah tentang perkataan Umar : “Abu Bakar adalah orang yang paling mengetahui tentang Allah dan orang yang paling takut kepada-Nya.Kemudian akan dibahas juga tentang tabir mimpi dan khutbahnya dalam pembahsan terpisah.

Adapun diantara dalil-dalil yang menunjukkan bahwasannya Abu Bakar adalah seorang yang pandai dikalangan para sahabat adalah saat peristiwa perdamaian Hudaibiyyah, dimana pada saat itu Umar bertanya kepada Rasulullah adan perdamaian tersebut, dan berkata : “Karena alasan apa kita memberikan perangai yang tidak terpuji terhadap agam kita?Maka Rasulullah menjawabnya.Kemudian Umar pun pergi menemui Abu Bakar dan menanyakan pertanyaan serupa yang dia tanyakan kepada Rasulullah, maka Abu Bakar menjawabnya dengan jawaban yang sama dengan jawaban Rasulullah1.

Dia seorang sahabat yang memiliki pandangan yang tajam dan pemikiran yang cemerlang.Tamam ar-Razi dalam kitabnya al-Fawaid dan Ibnu ‘Asakir dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash, dia berkata : Saya mendengar Rasulullah bersabda : “Jibril datang kepadaku dan berkata : “Sesungguhnya Allah memerintahkan kepadamu untuk meminta pendapat Abu Bakar”.Imam Thabrani, Abu Nu’aim dan yang lainnya meriwayatkan dari Muadz bin Jabal : Bahwasannya tatkala Rasulullah mengutus Muadz ke Yaman, beliau meminta pendapat beberapa orang dari para sahabatnya, diantaranya adalah Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Thalhah, Zubair dan Usaid bin Hudhair, lalu setiap sahabat yang hadir mengutarakan pendapatnya.Rasulullah bertanya kepada Muadz : “Bagaimana pendapatmu wahai Muadz?”.Saya berkata : Saya sependapat dengan apa yang dikatakan oleh Abu Bakar.Kemudian Rasulullag bersabda : “Sesungguhnya Allah tidak menyukai kalau sekiranya Abu Bakar disalahkan”.

Ibnu Abi Usamah meriwayatkan dalam musnadnya, Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya Allah tidak menyukai jika Abu Bakar disalahkan di muka bumi.”Ath-Thabrani juga meriwayatkan dalam al-Awsath dari Sahl bin Sa’ad as-Saadi, dia berkata : Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya Allah tidak suka jika Abu Bakar disalahkan.”(Para perowinya dapat dipercaya).

Imam Nawawi dalam kitabnya at-Tahdzib berkata : “Abu Bakar ash-Shiddiq adalah salah seorang sahabat yang hafal al-Qur’an secara keseluruhan.”Riwayat yang sama juga dikatakan oleh beberapa orang, diantaranya adalah Ibnu Katsir dalam tafsirnya.Adapun riwayat yang menyatakan bahwasannya yang mengumpulakan al-Quran dizaman Rasulullah sebanyak empat orang”, maksudnya adalah mereka yang berasal dari golongan Anshar, sebagaimana yang telah saya jelaskan dalam kitab al-Itqan fi Ulum al-Qur’an.

Sedangkan riwayat Ibnu Abi Dawud dari asy-Sya’bi yang berkata : bahwasannya pada saat Abu Bakar meninggalal-Qur’an belum dikumpulkan secara keseluruhan, maka pendapat yang demikian itu tertolak.Atau bisa saja penakwilannya menyatakan bahwa al-Qur’an dikumpulkan secara teratur susunannya oleh Utsman.

DELAPAN PINTU SYURGA MEMANGGIL ABU BAKAR RA


Tidak diragukan lagi, Abu Bakar adalah sahabat Nabi yang paling mulia. Ia adalah manusia paling mulia setelah para nabi dan rasul. Umat Muhammad yang paling dalam ilmunya, paling kuat tekadnya dalam berjihad, paling bertakwa, dan paling banyak amalannya.

Abu Bakar adalah orang yang paling banyak sedekahnya.

Dari Umar bin al-Khattab radhiallahu ‘anhu:
“Rasulullah memerintahkan kami untuk bersedekah, maka kami pun melaksanakannya. Aku berkata: ‘Semoga hari ini aku bisa mengalahkan Abu Bakar’. Aku pun membawa setengah dari seluruh hartaku. Sampai Rasulullah bertanya, ‘Wahai Umar, apa yang kau sisakan untuk keluargamu?’ Kujawab, ‘Semisal dengan ini’. Lalu Abu Bakar datang membawa seluruh hartanya. Rasulullah lalu bertanya, ‘Wahai Abu Bakar, apa yang kau sisakan untuk keluargamu?’ Abu Bakar menjawab, ‘Ku tinggalkan bagi mereka, Allah dan Rasul-Nya’. Umar berkata, ‘Demi Allah, aku tidak akan bisa mengalahkan Abu Bakar selamanya’.” (HR. Tirmidzi).

Abu Bakar adalah orang yang dalam ilmunya dan teguh dalam berjihad.

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, ia berkata,
“Ketika Nabi wafat, dan Abu Bakar menggantikannya. Banyak orang yang kafir dari bangsa Arab. Umar berkata: ‘Wahai Abu Bakar, bisa-bisanya engkau memerangi manusia padahal Rasulullah bersabda, aku diperintah untuk memerangi manusia sampai mereka mengucapkan laa ilaaha illallah. Barangsiapa yang mengucapkannya telah haram darah dan jiwanya, kecuali dengan hak (jalan yang benar). Adapun hisabnya diserahkan kepada Allah?’
Abu Bakar berkata, ‘Demi Allah akan kuperangi orang yang membedakan antara shalat dengan zakat. Karena zakat adalah hak Allah atas harta. Demi Allah jika ada orang yang enggan membayar zakat di masaku, padahal mereka menunaikannya di masa Rasulullah, akan kuperangi dia’. Umar berkata, ‘Demi Allah, setelah itu tidaklah aku melihat kecuali Allah telah melapangkan dadanya untuk memerangi orang-orang tersebut, dan aku yakin ia di atas kebenaran’.” (HR. Bukhari dan Mulim).

Abu Bakar adalah seorang yang pemaaf.

Diriwayatkan dari Abu Darda radhiallahu ‘anhu, ia berkata,
“Aku pernah duduk di sebelah Nabi. Tiba-tiba datanglah Abu Bakar menghadap Nabi sambil menjinjing ujung pakaiannya hingga terlihat lututnya. Nabi berkata, ‘Sesungguhnya teman kalian ini sedang gundah’.

Lalu Abu Bakar berkata, “Wahai Rasulullah, antara aku dan Ibnul Khattab terjadi perselisihan, aku pun segera mendatanginya untuk meminta maaf, kumohon padanya agar memaafkan aku namun dia enggan memaafkanku, karena itu aku datang menghadapmu sekarang’.

Nabi lalu berkata, ‘Semoga Allah mengampunimu wahai Abu Bakar (sebanyak tiga kali)’. Tak lama setelah itu Umar menyesal atas perbuatannya, dan mendatangi rumah Abu Bakar sambil bertanya, ‘Apakah di dalam ada Abu Bakar?’ Namun keluarganya menjawab, tidak. Umar segera mendatangi Rasulullah. Sementara wajah Rasulullah terlihat memerah karena marah, hingga Abu Bakar merasa kasihan kepada Umar dan memohon sambil duduk di atas kedua lututnya, ‘Wahai Rasulullah, demi Allah sebenarnya akulah yang bersalah (sebanyak dua kali)’.

Maka Rasulullah bersabda, ‘Sesungguhnya ketika aku diutus Allah kepada kalian, ketika itu kalian mengatakan, ‘Engkau pendusta wahai Muhammad’. Sementara Abu Bakar berkata, ‘Engkau benar wahai Muhammad’. Setelah itu dia membelaku dengan seluruh jiwa dan hartanya. Lalu apakah kalian tidak jera menyakiti sahabatku? (sebanyak dua kali)’. Setelah itu Abu Bakar tidak pernah disakiti’.” (HR. Bukhari).

Ketika mendengar Rasulullah mengbarkan tentang pintu-pintu surga, Abu Bakar radhiallahu ‘anhu pun menanggapi, “Wahai Rasulullah, Tidaklah sulit bagi seseorang untuk dipanggil dari satu pintu itu. Adakah orang yang dipanggil dari semua pintu itu?”
Nabi menjawab, “Ada. Dan aku berharap engkau termasuk dari mereka wahai Abu Bakar.” (HR. Bukhari ).
Subhanallah… Abu Bakar mengganggap mudah bagi seseorang untuk dipanggil dari satu pintu surga. Beliau mengucapkan ini bukan karena sombong dan menganggap remeh. Namun itulah standar beliau. Menurut Abu Bakar, apabila seseorang hanya fokus pada satu amalan saja dalam mengisi hari-hari kehidupannya, maka itu adalah hal mudah. Seseorang yang fokus hanya memperbanyak ibadah shalat saja, atau sedekah saja, atau puasa saja. Itu adalah sesuatu yang ringan dalam pembagian waktunya menurut Abu Bakar. Sehingga beliau bertanya kepada Rasulullah tentang yang lebih hebat lagi. Tentang yang lebih tinggi lagi kedudukannya. Dan ternyata beliau adalah orangnya. Nabi langsung yang mengabarkan kepadanya.

Semoga Allah mengumpulkan kita bersama Rasulullah dan para sahabatnya di surga kelak.

BERCERITA DI HALAMAN KAABAH


Saidina Abu Bakar as-Siddiq r.a bercerita mengenai dirinya pada suatu hari.

Dia berkata " Saya pernah duduk- duduk di halaman Kaabah. Pada masa itu Zaid bin Amr bin Nufail juga duduk sama. Tiba-tiba Ibnu Abi as-Solt lalu berhampiran dan berkata kepada Zaid, "Selamat pagi wahai 'Baghi al-khoir' (pencari kebaikan)".

Zaid : Khoir (Baik).

Ibnu Abi as-Solt : Adakah kamu sudah menjumpai kebaikan itu?

Zaid : Belum

Maka Ibnu Abi as-Solt berkata (dalam syair),


Semua agama tidak berjaya pada hari kiamat
Melainkan apa yang telah lalu iaitu al-Hanifiyyah (agama Nabi Ibrahim)

Kemudian beliau bertanya pada Saidina Abu Bakar r.a "Nabi yang ditunggu-tunggu ni daripada kaum kami atau kaum tuan?"

Ibnu Abi as-Solt mencelah, " Saya belum pernah dengar pula sebelum ni mengenai adanya nabi yang dinantikan dan diutus ".

S Abu Bakar menyambung ceritanya "Saya pun pergi menemui Waraqah bin Naufal. Saya menceritakan kepadanya mengenai hal ini"

Waraqah bin Naufal : Benar wahai anak saudaraku. Sesungguhnya aku adalah ahli kitab. Ketahulah bahawasanya nabi yang ditunggu ini adalah daripada nasab yang paling mulia, sedang kaum yang mempunyai nasab yang paling mulia itu adalah kaummu sendiri.

Abu Bakar : Wahai pakcik, apakah yang dikatakan oleh nabi itu?

Waraaqah bin Naufal : Dia mengatakan seperti apa yang diberitakan mengenainya. Dia tidak zalim, tidak suka menzalimi, dan tidak suka membalas kezaliman.

"Maka apabila tiba pengutusan Nabi s.a.w, saya pun beriman dan membenarkan baginda", Saidina Abu Bakar menamatkan ceritanya.



MIMPI ABU BAKAR TENTANG NABI SAW


Abu Bakar pada masa Jahilayah di kenal sebagai saudagar kaya. Sebagai seorang saudagar,ia serin berpergian ke negeri tetangga menjual dagangannya dan membeli bahan lain untuk kemudian di jual kedaerah lainnya.

Suatu ketika ia berdagang di negeri Syam,berhari-hari ia berada di sana melakukan pekerjaanya.Ketika tidur pada malam hari,ia bermimpi melihat Matahari dan Bulan berada di kamarnya.Dirinya seakan mengambil dan memeluk erat di dadanya dan menutup dengan jubahnya.

Ketika Abu Bakar terbangun dari tidurnya,segera ia mendatangi seorang pendeta Nasrani untuk menanyakan apa arti mimpinya itu,diceritakan bagaimana situasianya saat dirinya dalam mimpi itu. Dan ia sangat berharap pendeta Nasrani itu sapat menafsirkan makna mimpinya itu.

"Anda berasal dari mana?" Tanya pendeta itu.
"Dari Mekkah",jawab Abu Bakar.
"Dari suku apa?"
"Suku Tayyim"
"Pekerjaan anda apa?" "Berdagang"
Pendeta itu sejenak terdiam,ia memejamkan matanya dan kepalanya terangguk-angguk pelan.

"Akan muncul pada Zaman anda seorang laki-laki dari Bani Hasyim," kata pendeta itu kemudian. Ia bernama Muhammad, yang memiliki julukan Al-Amien. Ia menjadi Nabi terakhir.andaikan ia tak ada,allah tak akan menciptakan langit,Bumi dan isinya.juga andai ia tidak ada,Allah tidak akan menciptakan Adam,para nabi dan para Rasul. Ia sebagai penutup para Nabi.Anda akan menjadi pemeluk agamanya. Anda akan menjadi pembantu dekatnya,Demikianlah tafsir mimpi yg anda alami itu

"Sifat dan ciri laki-laki yang bernama Muhammad itu telah kudapatkan dalam kitab Taurat,Zabur dan Injil,"Sesunguhnya aq telah memeluk Islam untuknya.Akan tetapi ku lakukan dengan sembunyi-sembunyi,karena takut dengan ancaman orng nasrani lainnya".

Mendengar penjelasan pendeta Nasrani,yang menafsirkan arti mimpinya itu Hati Abu Bakar menjadi berdebar-debar,ia ingin sekali bertemu dengan lelaki yang dikatakan pendeta itu.

Cepat-cepat ia kembali ke tempat penginapannya,dan berkemas ke Makkah. Dicarinya lelaki yang bernama Muhammad itu, dan akhirnya ditemukan.

Setelah bertemu,Abu Bakar selalu memperhatikan Nabi Muhammad. Maka Abu Bakar tak ingin berpisah dengan beliau, tak sekejap pun ia melepaskan pandangannya dari Nabi, Hal itu berjalan sampai beberapa hari.

Hingga suatu saat Nabi Muhammad bertanya kepada Abu Bakar"setiap hari kulihat kau datang kepadaku dan duduk bersamaku,serta selalu memperhatikanku.mengapa kau tak masuk Islam?"

"Jika seorng Nabi, tentunya kau memiliki mukjizat, "jawab Abu Bakar mendengar pertanyaan Nabi Muhammad.

"Apa tidak cukup dengan mukjizat yang telah kau lihat dalam mimpimu ketika kau berada di negeri Syam, dan makna mimpimu telah di tafsirkan oleh seorang Pendeta Nasrani yang telah masuk Islam itu?" Kata Nabi Muhammad.

Mendengar ucapan Rasulullah, Abu Bakar langsung menyatakan masuk Islam dan mengucapkan Kalimah syahadat.

MENJADI AKHLAK MULIA Pelajaran ke dua puluh tiga : PERCAKAPAN YANG TIDAK BERMANFAAT

DARI TINTA EMAS SYAIKH ABBAS AL-QUMMI

Wahai saudaraku yang mulia, berusahalah semampumu untuk menutup mulut, dan jauhkanlah dirimu dari tenggelam dalam kebatilan, dari percakapan yang tidak bermanfaat dan dari ikut campur dalam urusan orang lain. Karena hal itu akan menyebabkan tersia-sianya waktumu yang merupakan modal perdagangan dan modal keselamatan.

Oleh karena itu wahai saudaraku, perhatikanlah bahwa waktu untuk mempersiapkan perjalanan akhirat lebih sempit dari melakukan hal-hal di atas, karena sesungguhnya kita adalah para musafir yang hanya berkesempatan mengikat bekal perjalanan, lalu seberapakah banyaknya waktu luang kita sehingga masih sempat duduk-duduk dan bercakap-cakap mengenai hal-hal yang tidak ada manfaatnya.


MENJADI AKHLAK MULIA Pelajaran ke dua puluh dua : MENGHINDARI HARTA HARAM

DARI TINTA EMAS SYAIKH ABBAS AL-QUMMI

Wahai saudaraku yang budiman, hindarkan dan jauhkanlah dirimu dari harta yang haram, karena hal itu akan menimbulkan bahaya yang teramat besar, dan merupakan penghalang terbesar dalam memperoleh kebahagiaan.

Ketahuilah, bahwa sebagian besar manusia yang tidak memiliki harapan lagi untuk memperoleh karunia dan berkah Ilahy, sebabnya adalah karena mereka tidak mau menjauhkan diri dari harta yang haram. Dan sesungguhnya hati yang tumbuh dari suapan makanan haram, akan berada di suatu tempat yang tidak lagi layak untuk menerima karunia dari Yang Maha Suci.

Oleh karena itu wahai saudaraku, ingatlah, jika engkau ingin mencari keselamatan, engkau harus mencari sesuatu yang halal dan harus menahan tangan serta perutmu dari memakan setiap makanan yang ada. Hindarilah berbuat zalim, keras kepala, berkhianat dalam amanat, menipu, licik, marah, mencuri, mengurangi timbangan, melakukan riba dan sebagainya.

Wahai saudaraku, sebaliknya kenakanlah baju taqwa dan wara' di atas tubuhmu karena sesungguhnya: " Pakaian takwa itulah yang paling baik".

MENJADI AKHLAK MULIA Pelajaran ke dua puluh satu : AS - SAKHO' (MURAH HATI)

DARI TINTA EMAS SYAIKH ABBAS AL-QUMMI

Wahai saudaraku yang budiman, sesungguhnya kebalikan dari sifat bakhil adalah sakho' atau murah hati.

Sakho' adalah sebuah sifat yang merupakan akhlak tinggi dan mulia dimana pemiliknya senantiasa akan diterima oleh para penghuni ufuk. Keutamaan dari sifat ini begitu jelas dan terang, karena orang yang memiliki sifat ini akan menjadi orang yang dicintai dan dipuji di sisi Khaliq dan di sisi makhluk. Orang yang pemurah akan dicintai oleh para penghuni langit dan penghuni bumi, dan namanya akan senantiasa terukir dalam kebaikan.

Wahai saudaraku yang mulia, ketahuilah bahwa kekayaan merupakan perantara untuk memudahkan kehidupan. Dan kehidupan ini bukan merupakan sarana untuk mengumpulkan kekayaan. Seorang 'Aqil (orang yang berakal sehat) pernah ditanya: "Siapakah yang dimaksud dengan orang yang beruntung, dan apakah yang dimaksud dengan kemalangan?" Sang Aqil berkata: "Beruntung adalah memakan dan memanen, sedangkan malang adalah mati dan tenggelam".

Dengarlah baik-baik nasihat Hadhrat Musa As kepada Qarun, beliau berkata: "Berbuat baiklah kepada orang lain sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, wahai Qarun engkau tidak mendengarkannya dan akibatnya engkau melihat keburukannya dan apa yang engkau capai"

Para cerdik pandai berkata: "telah meninggal dunia dua orang dan keduanya menyesal, karena yang satu mempunyai tetapi tidak memakannya dan yang satunya lagi mengetahui tetapi tidak mengamalkannya".

Wahai saudaraku, karena engkau telah mengetahui keutamaan sifat murah hati, maka ketahuilah bahwa sifat ini terbagi menjadi dua bagian yaitu pemberian dan infak.

Pertama: adalah infak-infak wajib, dan yang termasuk di dalamnya seperti: zakat, khumus, nafkah keluarga dan sepertinya.

Kedua: adalah pemberian-pemberian mustahab seperti sedekah, hadiah, mengundang tamu, memberikan hak ma'lum dan hak hashad , memberikan pinjaman, membantu para muslim, membangun masjid, madrasah, jembatan, istal kuda, membangun kanal-kanal, mencetak buku-buku agama dan lain sebagainya, yang kesemuanya ini merupakan sedekah jariyah (yang akan selalu mengalir pahalanya-pen) dan merupakan baqiyatus-shalihaat (peninggalan amal shaleh).

MENJADI AKHLAK MULIA Pelajaran Keduapuluh : Bakhil (Kikir)

DARI TINTA EMAS SYAIKH ABBAS AL-QUMMI

Saudaraku yang mulia, hindarkan dan jauhkanlah dirimu dari sifat bakhil dan pelit, karena sesungguhnya orang yang bakhil dan pelit itu terhina, rendah dan tidak berharga. Cukuplah dalam keburukan sifat ini bahwa tidak akan ada seorang pun yang menyukainya di dunia ini.

Dan masyarakat, bahkan anak-anaknya sendiri akan memusuhinya dan keluarga serta familinya senantiasa akan menunggu kematiannya, supaya dalam duka citanya mereka bisa mengenakan pakaian yang paling lusuh akan tetapi mereka akan membawa pakaian yang paling baik.
Sebagian ulama mengatakan: "Akar bakhil itu dari tanah dan dia akan tumbuh ketika hendak menuju ke tanah".

Dan ketahuilah wahai saudaraku, bahwa orang bakhil tidak akan pernah diingat setelah kematiannya, karena telah jelas bahwa barang siapa tidak memakan rotinya ketika hidupnya, maka tidak akan ada yang menyebutkan namanya ketika matinya.

"Dan barang siapa yang kikir, sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri". (Qs.Muhammad:38).



MENJADI AKHLAK MULIA Pelajaran Kesembilanbelas : Tamak (Serakah)


DARI TINTA EMAS SYAIKH ABBAS AL-QUMMI

Wahai saudaraku, ketahuilah bahwa tamak merupakan sebuah sifat yang sama dengan sifat rakus. Lawan dari sifat ini adalah tidak butuh kepda orang lain.

Telah diriwayatkan dari Rasulullah Saw, beliau bersabda: "Tamak akan menghilangkan hikmah dari kalbu-kalbu para ulama".

Dan dari Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib As, beliau bersabda:

"Mulialah orang yang qanaah, yaitu orang yang merasa cukup dengan apa yang dimilikinya dan hinalah orang yang tamak".
Dari Ali bin Husain as Sajjad As bersabda:"Aku melihat kebaikan yang awalnya terkumpul dan menjadi terputus karena ketamakan manusia".

Jumaat, 11 Januari 2019

PENYBAB GELAPNYA HATI


Tanya : Apa yang menjadi gelapnya hati:

Jawab : Dalam hal ini Abdullah bin Mas'ud ra pernah berkata  ada 4 hal yang termasuk penyebab hati menjadi gelap, iaitu :

1. Perut yang terlalu kenyang.
2. Berteman dengan orang zalim.
3. Sering melupakan dosa yang pernah dilakukannya.
4. Banyak berkhayal.

Ini sesuai dengan sabda Rasulullah saw. sesuatu yang sangat aku khawatirkan atas dirimu itu ada 2 iaitu :

1. Mengikuti kehendak nafsu, banyak berkhayal

Mengikuti kehendak nafsu bererti menjauhi kebenaran sedangkan banyak lamunan dapat mendorong seseorang untuk mencintai dunia. ( HR.Ibnu Abd.Dunya)


PENERANG HATI


Tanya : Apa yang boleh menerangi hati ?

Jawab : ada 4.

1. Perut lapar, keadaan perut yang lapar dapat mendorong untuk bangun malam, juga dapat menimbulkan rasa takut pada ALLAH.
2. Berteman dengan orang orang yang shalih.
3. Selalu teringat dosa yang pernah dilakukan, dan bertekad untuk tidak melakukannya lagi.
4. Tidak banyak berkhayal.

PENAWAR HATI


Tanya  : Apa yang boleh menjadi penawar hati ?

Jawab ; Yang menjadi penawar hati ada 5, iaitu

1. Senang bergaul dengan orang yang shalih.
2. Senang membaca AL-QUR'AN dimana saja.
3. Senang membersihkan hati dengan menghindari segala bentuk perbuatan maupun ucapan yang dapat merusak hatinya dalam menghadapkan dirinya pada ALLAH.
4. Senang bangun tengah malam untuk melakukan shalat tahajud.
5. Senang bermunajat kepada ALLAH diwaktu subuh.



MEMBERSIHKAN HATI


Tanya : Apa yang dimaksud membersikan hati itu ?

Jawab : Yang dimaksud dengan membersihkan hati adalah membersikan diri dari segala bentuk makanan dan minuman yang diharamkan, serta boleh pula dengan jalan berpuasa atau mengurangi makanan, membaca AL-QUR'AN dengan disertai maknanya juga termasuk salah satu bentuk membersikan hati, bergaul dengan orang shalih maksudnya menghadiri majlis ta'lim dan meminta fatwa dari ulama.

PENYEBAB HATI MATI


Tanya : Apa yang menyebabkan hati mati

Jawab : Ada 10 faktor menyebabkan hati mati. sehingga doa tidak dikabulkan sebagaimana yang dikatakan oleh Ibrahim bin Adham kepada penduduk basrah:

1. Kamu mengenal ALLAH, tetapi kamu tidak melaksakan haknya.
2. Kamu suka membaca kitab ALLAH, tapi kamu tidak mahu mengamalkannya
3. Kamu mengetahui IBLIS itu musuh, tapi kamu tetap mengikuti perintahnya
4. Kamu menyatakan cinta kepada Rasulullah saw. , tapi kamu meninggalkan sunnahnya. 
5. Kamu menyatakan cinta ingin masuk surga, tetapi kamu tidak mahu mengamalkan amalan surga.
6. Kamu mengakui takut siksa NERAKA, tapi kamu tetap berbuat dosa.
7. Kamu menyakini KEMATIAN itu haq, tetapi kamu tidak pernah melakukan persiapan untuk mati 
8. Kamu selalu memperhatikan kesalahan orang lain, tetapi kamu tidak mahu memperhatikan kesalahan mu sendiri.
9. Kamu senang memakan rizqi ALLAH, tetapi kamu tidak pernah bersyukur ada NYA.
10. Kamu sering mengubur orang mati, tetapi kamu tidak mahu mengambil pelajaran darinya.

PENYEBAB KERUSAKAN HATI


Tanya : Apa saja yang dapat menyebabjkan kerusakan hati ?

Jawab : Penyebab kerusakan hati itu ada 6 faktor, seperti yang dikatakan oleh Hasan Al Basri iaitu

1. berbuat dosa dengan harapan dosanya nanti diampuni.
2. memiliki ilmu tetapi tidak di amalkannya.
3. apabila ber amal tidak ikhlas.
4. memakan rezeki ALLAH tetapi tidak pernah bersyukur.
5. tidak ridha dengan pemberian ALLAH.
6. Sering mengubur orang mati diantara mereka, namun mereka tidak mahu mengambil pelajaran dari kematian tersebut.