Catatan Popular

Selasa, 27 Jun 2017

KITAB MUKASYAFATUL QULUB BAB 10 RINDU (MENYINGKAP RAHSIA KALBU)

OLEH HUJJATUL ISLAM IMAM AL GHAZALI

Cinta merupakan ibarat condongnya hati terhadap sesuatu yang amat terasa keindahannya. Kalau condongnya hati terlalu kuat dan menggebu-gebu, artinya sudah sampai tingkat rindu. Rasa itu mampu membawa seseorang menjadi menjadi budak bagi yang dicintai, bahkan membelanjakan semuanya demi yang dicintai.
Tidakkah engkau lihat Zulaikha! Hanya demi cintanya terhadap Yusuf, ia kehilangan kecantikan dan semua yang dimiliki diserahkan demi Yusuf, termasuk mutiara dan kalung seberat 70 unta. Semuanya amat ringan demi pengorbanan cinta, bahkan kalung yang bisa membuat seseorang langsung kaya seketika, itupun diberikan demi cinta, sampai-sampai tak tersisa sedikitpun harta Zulaikha. Sesuatu disekitarnya selalu terbayang Yusuf, dimana-mana ada Yusuf, bahkan ketika mendongak ke langit pun terbentang nama Yusuf bejajar amat indah diantara bebintang.

Ada 1 riwayat:
Sesungguhnya Siti Zulaikha setelah beriman dan menikah dengan Yusuf AS, ternyata ia selalu menjauh dan menyendiri dari Yusuf untuk beribadah kepada Allah SWT. Bila Yusuf AS mengajaknya siang, maka ia menahannya sampai malam hari. Bila Yusuf AS mengajaknya malam hari, ia pun menahan sampai waktu siang. Zulaikha berkata:
"Wahai Yusuf, sesungguhnya aku sudah mencintaimu jauh sebelum aku mengenal Dia. namun ketika aku mengenal-Nya, hatiku tak ada ruang lagi meletakkan cinta terhadap sesuatu yang lain selain Dia, termasuk kamu. Dan aku tidak mengkehendaki ada ganti kecuali hanya Dia saja".

Akhirnya Yusuf AS memberi pengertian:
"Sesungguhnya Allah memerintah aku berbuat demikian (Jima'), akan dikeluarkan dari rahimmu 2 orang putra yang Dia jadikan Nabi-Nya".
Jawab Zulaikha:
"Kalau memang begitu perintah Allah, yang menjadikan aku jalannya kesana, artinya perbuatan itu masih disebut taat kepada Allah".
Sejak itu hati Zulaikha baru tenang disisi Yusuf AS.

Kisah:
Ada orang yang sangat tergila-gila dengan Lailah. Tiap hari ia menyebut:
"Lailah..... Lailah..... Lailah....."
Padahal Lailah sudah meninggal dunia. Ia hanya menjawab:
"lailah berada dalam hatiku dan ia tidak akan mati. Lailah sudah dalam hatiku, akulah Lailah".
Suatu hari ia lewat depan rumah Lailah, justru ia memandang ke langit. Disana ada yang berkata:
"Wahai orang gila, janganlah engkau memandang langit tapi lihatlah pagar rumah Lilah, disana engkau akan melihat lukisan Lailah".
Dia menjawab:
"Aku cukup memandang sebuah bintang yang jatuh tepat diatas rumah Lailah".

Kisah:
Manshur Al Halaaj RA ditahan orang-orang selama 18 hari. Kemudian Asy Syubali bertanya:
"Wahai Manshur, apa yang paling engkau cintai".
Dia menjawab:
"Jangan bertanya hari ini, tapi tanyalah besok hari".
Pagi hari pun datang, mereka mengeluarkan Manshur dari penjara dan siap untuk dihukum bunuh. Syubali pun lewat didepan Manshur, ia berkata:
"Wahai Syubali, cinta berawal dari terbakarnya hati dan berakhir dengan terbunuh".
Merupakan pertanda pemikiran Manshur Al Halaaj RA bahw semuanya adalah batal, tidak nyata, kecuali hanya Allah saja. Hanya Dialah yang Haq. Dan Manshur lupa namanya sendiri saat hatinya tertambat pada-Nya; ketika ditanya siapa engkau, ia hanya menjawab:
"Aku adalah Tuhan Yang Haq".

Diriwayatkan:
Bukti kebenaran cinta terhadap Allah ada tiga hal:

Lebih memilih perkataan Firman-Nya aripada perkataan lain.
Lebih memilih berkumpul dengan kekasihnya daripada yang lain.
Lebih memilih ridho kekasihnya daripada ridho yang lain.
Gelora Rindu
Gelora rindu mampu merobek segala macam tutup dan membuka semua rahasia. Greget cinta mampu melemahkan roh, sebab ia memikul beban penguasaan cinta yang memuncak disaat ada manisnya dzikir. Sehingga adai saat itu ada bagian anggota yang dipotong, ia tidak akan merasakan apa-apa.

Kisah:
Seorang lelaki mandi di sungai Furaat, tiba-tiba ia mendengar seorang lelaki membaca ayat:
"Hari ini (kiamat), berpisahlah kamu wahai orang-orang yang berdosa. (QS.36 Yasin:59)"
Maka tubuhnya langsung terguncang-guncang sampai ia tenggelam dan mati.

Kisah:
Dzun Nun Al Mishri memasuki Masjidil Haram,. kebetulan ia melihat seorang lelaki telanjang yang tersingkir, bahkan sakit tergeletak dibawah tiang Masjid. Hatinya merintih sangat perih. Dzun Nun Al Mishri mendekati dan memberi salam, lalu bertanya:
"Engkau siapa wahai anak muda".
Jawab pemuda itu:
"Aku adalah seorang pengembara yang lagi mabuk rindu".
Aku pun mengerti apa ,maksud dia, lalu aku pun berkata:
"Aku juga sepertimu"
Tiba-tiba ia menangis, aku pun ikut menangis. Dia malah bertanya:
"Engkau ikut menangis".
Aku menjawab:
"Aku juga seperti kamu".
Ia menangis lagi dengan tangisan yang keras sambil berteriak keras, melengking, bersamaan itu nyawanya juga keluar.

Aku melepas pakaianku untuk menutupi jasadnya, lalu aku tinggal untuk mencari kain kafan yang pantas untuk dia di toko. Aku pun kembali dengan membawa kain kafan yang kudapat, tapi anehnya ia tidak berada ditempat semula. Rintihku:
"Subhaanallah...".
Dan terlintas hati berkata:
"Wahai Dzun Nun, sesungguhnya ia pengembara yang selama ini dicari-cari syetan, namun tidak ditemukannya. Juga dicari-cari oleh malaikat Malik, tapi tidak juga ditemukan. Juga dicari-cari oleh malaikat Ridlwan di surga taoi tapi tidak ditemukan".
Aku bertanya:
"Lalu dimana dia ditemukan".
Aku mendengar jawaban teriakan:
"Berada pada tempat yang benar, yakni disisi Maha Raja Yang Berkuasa. (QS.54 Al Qomar:55)"
Dia begitu karena terlalu besar cintanya, terlalu banyak taat tanpa menunda-nunda tobatnya. Demikian disebutkan dalam Kitab Zarur Riyadl.

Sebagian masyayikh ditanya mengenai persoalan cinta, dia menjawab:
"Sedikit bergaul, sering menyendiri, sering berfikir dan kelihatannya pendiam. Ia tidak melihat bilamana memandang, tidak mendengar bila dipanggil, tidak faham bila bicara, dan hatinya tidak bersedih bila kena bencana. Bila perutnya lapar, ia tidak mengerti kalau sedang lapar, ia telanjang tapi tidak merasa telanjang, sering dimaki-maki tapi tidak gentar. Ia slalu menyendiri memandang Allah, ia merasa bahagia bisa berbisik dengan-Nya. Dan dalam urusan duniawi tidak ingin saling berebut dengan orang-orang".
Abu Tawwab An Nakhsyas menulis beberapa syair mengenai tanda-tanda cinta:
Bagi seorang kekasih ada beberapa tanda dan janganlah engkau tertipu:
Ia memiliki beberapa perantara untuk mencapai Kekasihnya (Allah).
Ia merasa nikmat sekalipun siksa-Nya pahit.
Dan ia merasa gembira atas apa yang dilakukan oleh-Nya.
Menolak merupakan pemberian yang diterima dari-Nya.
Dan kefakiran merupakan penghormatan dan kebajikan yang disegerakan.
Termasuk tanda-tanda cinta:
"Engkau melihat semua yang dicita-citakan adalah menuruti Sang Kekasih walau dengan langkah yang terlalu jauh atau dihinakan oleh orang-orang.
Tanda-tandanya lagi:
"Masih nampak tersenyum sekalipun hatinya sedih gara-gara sang Kekasih".
Tanda-tandanya lagi:
"Dia nampak selalu ingin mengerti akan Firman Dzat disisi-Nya yang selalu menuntutnya".
Sebagian tandanya:
"Dia hidup dalam kesederhanaan; juga tetap konsekuen terhadap yang diucapkan".

Hikayat:
Nabi Isa AS pernah melewati pemuda yang sedang menyiram kebun. Tib-tiba ia minta kepada Nabi Isa AS:
"Mintakan aku kepada Tuhanmu Anugerah rasa cinta kepada-Nya sekalipun seberat semut dan Dzarroh".
Isa menjawab:
"Engkau tidak akan kuasa menerima seberat dzarroh pun".
Katanya:
"kalau begitu setengah dzarroh saja".
Lalu Nabi Isa AS berdo'a:
"Ya Tuhanku, berikan dia anugerah cinta seberat setengah dzarroh".

Nabi Isa AS pergi dan beberapa waktu kemudian Isa kembali kesitu. Ia bertanya dan orang-orang menjawab:
"Sekarang dia gila dan pergi ke gunung".
Nabi Isa AS berdo'a agar diperlihatkan keadaan pemuda itu. Isa melihat dia diantara bebatuan gunung., berdiri diatas batu paling besar sambil membelalakkan matanya ke langit. Nabi Isa AS memberi salam dan ia tidak menjawab. Kata Isa AS:
"Aku adalah Isa".
Akhirnya Allah menurunkan wahyu kepada Nabi Isa AS:
"Bagaimana mungkin ia mendengar pembicaraan manusia, sementara dalam hatinya ada rasa cinta kepada-Ku sekalipun seberat setengah dzarroh! Demi Keagungan dan Keagungan-Ku, andai engkau memenggal dengan gergaji, dia tidak merasakan hal itu".

Barangsiapa yang menyatakan 3 hal, sementara ia tidak bersih dari 3 hal lainnya, maka ia tertipu:

Orang yang mengaku merasa manisnya dzikir kepada Allah, sementara ia masih mencintai duniawi.
Orang yang mengaku ikhlas beramal, namun mengharap pujian dari manusia.
Orang yang mengaku cinta kepada Sang Penciptanya tanpa mau berkorban demi cinta-Nya.
Nabi SAW bersabda:
"Akan datang zaman menimpa umatku, dimana mereka mencintai 5 perkara dan lupa 5 perkara:

Mereka mencintai dunia dan lupa akherat.
Cinta harta benda dan melupakan hisab.
Cinta terhadap sesama makhluk dan lupa kepada Sang Pencipta.
Cinta kepada dosa dan lupa bertobat.
Mencintai rumah-rumah mewah dan lupa terhadap rumah kuburan.
Manshur bin Ammaar menasehati seorang pemuda:
"Wahai pemuda, janganlah masa mudamu menipu kamu. Banyak pemuda yang menunda-nunda tobat, banyak menghayal, dan lupa terhadap kematian. Mereka sering berkata:
"Aku kan bertobat besok-besok saja..."
Sampai datang malaikat maut dan mereka masih lupa bertobat. Dia pun sudah dalam perut kuburan, harta tak berguna, juga hamba, anak, bapak dan ibu. Sebagaimana firman Allah SWT:
"Pada hari dimana anak-anak dan harta benda tidak berguna; kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang selamat. (QS.26:88-89)".

"Ya Allah, turunkan rizki tobat sebelum kami mati, ingatkan kami ketika lupa dan berikan kemanfaatan kepada kami atas syafa'atnya Nabi Muhammad SAW"
Termasuk watak orang mukmin ialah bertobat pada hari melakukan dosa dan menyesali atas apa yang diperbuat. Ia sudah ridho dengan kekuatan apa adanya didunia tanpa menyibukkan diri, justru ia menyibukkan diri dengan mengerjakan amal akherat serta beribadah kepada .Allah SWT dengan hati ikhlas.

Hikayat:
Ada seorang lelaki pelit serta munafik. Ia bersumpah terhadap istrinya, tidak akan sedekah dengan menggantungkan thalaq. Datang seorang pengemis:
"Wahai tuan rumah, berikan sesuatu padaku".
Sang istri memberikan 3 buah potong roti. Dan ditengah jalan sang suami munafik dan pelit bertemu dengan pengemis itu, dia bertanya:
"Siapa yang memberimu roti itu?"
Jawab pengemis:
"Aku diberi dari rumah si anu".
Dan tidak lain yang dimaksud ialah rumahnya. Ia pulang dan berkata kepada istrinya:
"Bukankah aku bersumpah agar kamu jangan memberikan sedekah pada seseorang".
Jawab sang istri:
"Aku memberi karena Allah 'Azza Wa Jalla".

Si munafik pergi ke tungku api dan menyalakan sampai panas. lalu ia berkata kepada istrinya:
"Sekarang berdiri dan lemparkan dirimu ke dalam tungku ini karena Allah 'Azza Wa Jalla".
Sang istri berdiri sambil menanggalkan perhiasan-perhiasannya. Kata sang istri:
"Seorang kekasih akan memakai perhiasannya demi kekasihnya".
Lalu ia menjatuhkan dirinya ke tungku dan si munafik menutup rapat-rapat.
3 hari kemudian sang munafik membuka tungku. Dan ia melihat istrinya masih nampak sehat lantaran Kekuasaan Allah. Dia terbelalak dengan kejadian ini, dan terasa ada yang berteriak:
"Tidakkah engkau mengerti bahwa api tidak mampu membakar kekasih-kekasih Kami".

Kisah:
Asiyah adalah istri Fir'aun yang menyembunyikan imannya dari Fir'aun. Ketika Fir'aun mengetahui keimanan Asiyah, ia memerintah menghukum Asiyah dengan berbagai macam siksaan. Bentak Fir'aun:
"Keluarlah dari agamamu".
Asiyah tetap tidak mau murtad dari agamanya. Asiyah pun dipukuli dengan tonggak. Bentak Fir'aun:
"Keluarlah dari agamamu".
Jawab Asiyah:
"Engkau dapat menguasai tubuhku, namun kamu tidak akan mampu menguasai hatiku, hatiku tetap tetap dipelihara Tuhanku. Andai engkau memotong bagian tubuhku, tidaklah malah menambah cintaku kepada-Nya".

Saat itu Nabi Musa lewat didepan Asiyah. Kata Asiyah:
"Wahai Musa, ceritakanlah padaku, apakah Tuhan ridho atau murka kepadaku".
Musa menjawab:
"Asiyah.... Para malaikat langit sedang rindu dan menanti kehadiranmu, Allah sangat bangga terhadapmu, mintalah kebutuhanmu pada-Nya tentu akan dipenuhi".
Asiyah berdo'a:
"Ya Tuhanku, bangunkan aku gedung di Surga disisi-Mu, serta selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya, juga selamatkan aku dari kaum yang dzalim. (QS.66:11)"

Melalui Abu Hurairah RA:
Sesungguhnya Fir'aun menancapkan 4 buah tombak untuk menelentangkan tubuh istrinya, diatas dada Asiyah diletakkan alat penggiling, lalu wajah Asiyah dihadapkan ke matahari. Saat itu Asiyah berkata:
"Tuhan, bangunkan aku sebuah rumah disisi-Mu didalam surga. (QS.66 At Tahrim:11)"

Kata Hasan:
"Allah menyelamatkan dan memuliakan dia. Allah mengangkatnya ke surga, dia bisa makan dan minum disana"

Ini menunjukkan pedoman dalil bahwa memohon perlindungan kepada Allah serta kembali kepadanya, serta ikhlasnya ketika ada ujian bencana, merupakan proses perjalanan bagi orang-orang shaleh dan pedoman bagi orang mukmin.

KITAB MUKASYAFATUL QULUB BAB 9 CINTA (MENYINGKAP RAHSIA KALBU)

OLEH HUJJATUL ISLAM IMAM AL GHAZALI

Seorang lelaki pernah melihat wujud gambar jelek ditengah hutan. Dia bertanya:
"Engkau siapa"
Perwujudan buruk itu menjawab:
"Aku adalah penjelmaan amal jelekmu".
Si lelaki bertanya lagi:
"Bagaimana aku bisa lepas darimu"
Kata Si Buruk:
Ucapkan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW, sebagaimana beliau SAW pernah bersabda:
"Pada hari Jum'at membaca sholawat kepadaku sebanyak 80X, maka Allah mengampuni dosa-dosanya selama 80 tahun".

Seorang lelaki lupa tidak membaca sholawat Nabi SAW. Suatu malamnya, ia bermimpi melihat Nabi Muhammad SAW tidak menoleh kepadanya, ia lalu bertanya:
Wahai Rasul, apakah engkau marah padaku".
Jawab beliau SAW:
"Tidak".
Kata lelaki:
"Lalu kenapa engkau tidak memandangku".
Jawab beliau SAW:
"Karena aku tidak mengenalmu".
Kata lelaki itu:
"Bagaimana engkau tidak mengenal aku, padahal aku adalah umatmu".

Lelaki itu bangun dari tidurnya. Kemudian setiap harinya dia selalu mengucapkan sholawat 100X dan suatu hari ia bermimpi melihat Rasulullah SAW, beliau bersabda:
"Sekarang aku mengenalmu dan aku akan memberi syafa'at untukmu".
Artinya ia sudah menjadi orang yang amat "cinta" terhadap Rasulullah SAW. Para ulama meriwayatkan:
"Engkau (Nabi SAW) lebih mengenali umatmu daripada ibu mengenal anaknya".

Firman Allah SWT:
"Katakanlah jika kamu benar-benar mencintai Allah.... (QS.3:31)"
Sebab-sebab turunnya ayat diatas ketika Rasulullah SAW mengajak Ka'ab bin Asyrof dan kawan-kawannya masuk Islam. Mereka menjawab:
"Kami adalah putra-putra Allah, dan sungguh kami amat mencintai Allah".
Lalu Allah berfirman kepada Nabi-Nya (ayat diatas):
"Katakanlah jika kamu benar-benar mencintai Allah, maka ikutlah dengan agamaku, Allah pasti mencintai kamu dan mengampuni dosa-dosamu. Allah adalah Dzat Yang Maha Pengampun dan Penyayang. (QS.3 Al Imron:31)"
Ikutlah dengan agamaku....., karena aku adalah utusan Allah. Aku bertugas menyampaikan Risalah-Nya dan dasar-dasar-Nya kepada kalian.

Mencintai sesama mukmin dengan dasar "Karena Allah" ialah dengan mengikuti printah-Nya, taat kepada-Nya dan mencari Ridho-Nya. Dan cintanya Allah terhadap orang mukmin ialah melalui Pujian-Nya terhadap mereka atas pahala-Nya kepada mereka, juga ampunan dan Rahmat-Nya. Kata Imam Ghazali dalam Ihya'-nya:
"Barangsiapa yang mengakui empat hal tanpa melakukan yang empat, maka dia adalah pembohong.
Barangsiapa yang mengaku cinta surga, namun tidak beramal dengan taat, maka dia pembohong.
Barangsiapa yang mengaku takut terhadap neraka dan ia tidak meninggalkan maksiat, itu pun pembohong.
Barangsiapa yang mengaku cinta terhadap Allah, sementara ia selalu resah akan siksa-Nya, maka dia adalah pembohong". Robiah berkata:
"Engkau durhaka terhadap Tuhan, sedangkan engkau menampakkan kecintaan kepada-Nya; demi umurku sebagai taruhan (ukuran), maka itu merupakan sesuatu yang aneh. Andaikan cintamu benar, artinya engkau mentaati-Nya, karena orang yang cinta akan selalu patuh terhadap yang dicintai".

Kisah:
Ada serombongan orang mengunjungi Asy Syubalii RA. Dia berkata:
"Siapa kalian semua".
Jawab rombongan itu:
"Kami adalah orang-orang yang mencintaimu".
Asy Syubalii menghadap mereka dengan membawa batu dan melempari mereka, mereka pun lari. Asy Syubalii berkata:
"Mengapa kamu lari dariku! Andai kamu betul-betul mencintai aku, pasti tidak lari dari percobaanku".
Asy Syubalii melanjutkan fatwanya:
"Orang-orang yang punya rasa cinta terhadap Allah akan mereguk minuman dari gelas cintanya dan bagi mereka negeri dan bumi amat sempit. Mereka minum dan tenggelam dalam lautan rindu kepada-Nya dan mereka merasakan kenikmatan bermunajat kepada-Nya".
Kemudian dia melantunkan sya'ir:
"Ingat yang dicintai wahai tuanku, akan membuat aku mabuk; dan apakah engkau pernah melihat orang bercinta tanpa dirasuki mabuk kepayang".

Ada yang berkata:
"Sesungguhnya seekor unta yang lagi mabuk, ia tidak akan mau makan rumput selama 40 hari. namun bila dibebankan dipunggungnya, ia pun akan membawa beban itu. Manakala sekerat hati menggebu-gebu ingat terhadap kekasih, ia pun enggan memasukkan makanan dan tidak peduli beban dipunggung tetap ditanggung demi rindunya terhadap kekasih. Unta saja bisa meninggalkan kesenangannya dan mau menanggung beban di punggung demi sang kekasih; lalu apakah kalian tidak sanggup meninggalkan kesenangan yang dihramkan Allah! Apakah engkau enggan menambah beban berat demi Allah SWT! Kalau kamu tidak mampu, artinya pengakuanmu menyatakan cinta tinggal nama tanpa suatu makna. Tidak akan berguna didunia maupun di akherat, juga dihadapan sesama makhluk atau kelak dihadapan Sang Pencipta".

Ali KW berkata:
"Barangsiapa yang merindukan surga, tentu ia berkemas-kemas menuju segala bentuk kebajikan. Dan barangsiapa yang takut terhadap neraka, ia pun akan mencegah nafsunya dari yang disenangi. Dan barangsiapa yang meyakini mati, pasti semua kenikmatan dunia dianggap remeh".

Ibrahim Al Khawwassh ditanya mengenai kecintaan terhadap Allah. Ia menjawab:

"Menghilangkan semua keinginan, membakar sifat materialistis atas semua kebutuhan, lali ia menenggelamkan dirinya ke lautan (yang menjadi sebab datangnya petunjuk)".

KITAB MUKASYAFATUL QULUB BAB 8 TOBAT (MENYINGKAP RAHSIA KALBU)

OLEH HUJJATUL ISLAM IMAM AL GHAZALI

Tobat diwajibkan kepada muslimin muslimat. Allah SWT berfirman:
"Bertobatlah kalian kepada Allah dengan tobat Nasuha. (QS.66 At Tahrim:8)"
Ayat diatas menunjukkan perintah wajib. Allah SWT berfirman:
"Janganlah kalian seperti orang-orang yang lupa kepada Allah".
Maksudnya lupa terhadap yang dijanjikan kepada Allah, serta menyingkirkan ajaran Allah di belakang mereka.
"Kemudian Allah menjadikan ia lupa terhadap diri sendiri".
Ialah mereka lupa keadaannya sendiri dengan tidak mengutamakan kebajikan. Nabi SAW bersabda:
"Barangsiapa yang senang bertemu dengan Allah, maka Allah senang bertemu dengannya. Barangsiapa yang benci bertemu dengan Allah, maka Allah pun benci bertemu dengannya".
Firmannya:
"Mereka itulah orang-orang yang fasik. (QS.59 Al Hasyr:19)".
Ialah orang ahli maksiat, ahli mengingkari janji, keluar dari (sebab-sebab) turunnya Hidayah, Rahmat dan Pengampunan.

Orang fasik ada 2 macam:

Fasik yang kafir.
Fasik yang banyak dosa.
Fasik kafir maksudnya tidak mengakui adanya Allah (iman kepada-Nya), serta keluar dari jalur Hidayah dan masuk kerah kesesatan. Sedangkan fasik Fajir (banyak dosa) ialah orang ahli mabuk-mabukan, makan barang haram, berzina, durhaka kepada Allah serta keluar dari jalur ibadah serta masuk kearah kesesatan. Bedanya: orang fasik kafir tidak diampuni kecuali dengan syahadat dan bertobat sebelum ia mati. Sedangkan fasik fajir harus kembali minta pengampunan kepada Allah dengan jalan tobat dan menyesali dosa-dosa sebelum ia mati. Sebab dasarnya, setiap kemaksiatan yang didorong oleh hawa nafsu nafsaniah (kemanusiaan), maka kembalinya hanya dengan jalan pengampunan. Akan tetapi kalau kemaksiatan yang dasarnya didorong oleh rasa sombong, maka tidak bisa diampuni hanya dengan istighfar, sebab kemaksiatan tersebut dipengaruhi oleh watak iblis yang sombong. Maka seharusnya mereka bertobat untuk menghapus dosa-dosamu sebelum engkau didahului oleh mati, dengan harap tobatmu diterima disisi Allah SWT.


Allah SWT berfirman:
"Dia adalah Dzat yang menerima tobat dari hamba-hamba-Nya yang minta ampun atas kesalahan-kesalahan. (QS.42:25)"
Allah menghapus semua kesalahan dengan catatan tobatnya diterima. Nabi SAW bersabda:
"Seseorang yang tobat karena dosa-dosanya, maka ia laksana orang yang tidak memiliki dosa".

Kisah:
Ada seorang lelaki yang selalu mencatat setiap dosa yang ia kerjakan. Suatu hari i melakukan dosa, ia pun membuka buku catatannya untuk dituliskan dosa yang dikerjakan, namun ia tidak menemukan satu pun lembar kecuali tertulis firman Allah SWT:
"Maka demikianlah mereka, kejahatan mereka Allah ganti dengan kebajikan. (QS.25 Al Furqon:70)"
Allah mengganti syirik dengan iman, zina dengan pengampunan, demikian juga kemaksiatan diganti dengan ketaatan.

Kisah:
Ketika Umar bin Khattab RA menyusuri jalan-jalan kota Madinah, ia bertemu dengan seorang pemuda yang lagi membawa botol dibawah bajunya. Umar RA berkata:
"Botol apa yang kau bawa dibalik bajumu?"
Sesungguhnya botol itu berisi arak. Si pemuda sangat malu gemetaran, sambil merintih dalam hati:
"Ya Tuhanku, janganlah engkau membuat aku malu dihadapan Umar, maka aku akan berjanji tidak akan minum arak lagi selamanya".
Kemudian si pemuda baru berani berkata: "Wahai Amirul Mukminin, botol yang kubawa ini adalah cuka".
Jawab Umar:
"Coba perlihatkan padaku agar aku bisa melihat".
Kemudian si pemuda membuka botol dihadapan umar RA dan ternyata berisi cuka.


Fikir dan renungkan! Makhluk yang bertobat hanya karena takut kepada makhluk lain, itu pun Allah merubah araknya bisa berubah cuka. Itu karena ikhlasnya bertobat kepada Allah. Andaikan ada orang ahli maksiat bertobat dengan tobat nashuha (sungguh-sungguh tobat) dan menyesali dosa-dosanya, maka Allah akan mengganti semua kemaksiatannya menjadi (pahala) ketaatan, sebagaimana Allah mengganti arak menjadi cuka.

Abu Hurairah RA menerangkan suatu kisah, ia berkata:
Setelah aku menunaikan sholat Isya' akhir bersama Rasulullah SAW. Aku keluar sebentar, tiba-tiba ada seorang wanita ditengah jalan, dia berkata:
"Wahai Abu Hurairah, aku telah melakukan dosa, lalu apakah ada gunanya bila aku bertobat".
Aku (Abu Hurairah RA) menjawab:
"Engkau celaka dan membuat celaka pula; Demi Allah! Tidak ada Tobat untukmu".
Wanita itu langsung jatuh pingsan. Dan aku pun pergi meninggalkan wanita itu sambil berkata dalam hati:
"Aku baru mengeluarkan fatwa, padahal Rasulullah SAW masih ditengah-tengah kami".
Aku pun kembali ke beliau SAW menceritakan apa yang terjadi pada wanita tersebut. Beliau SAW langsung bersabda:
"Celaka! Engkau celaka dan mencelakakan, apakah kamu tidak pernah mendengar ayat ini...."
"Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan lain bersama Allah, dan tidak pula membunuh manusia yang diharamkan Allah kecuali dengan kebenaran, juga tiada pula mereka berzina. Dan barangsiapa yang berbuat demikian, pasti akan memperoleh dosa; dilipatgandakan siksanya pada hari kiamat, mereka disana amat kekal dan terhina; kecuali orang-orang yang bertobat dan beriman serta beramal shaleh, maka Allah akan mengganti kejahatan mereka dengan kebajikan. (QS.25 Al Furqon:68-70)"

Kemudian aku (Abu Hurairah RA) keluar bertanya kesana kemari mencari wanita tersebut, sampai-sampai anak kecil menyangka aku gila. Namun akhirnya aku bertemu jua pada wanita yang kucari, lalu aku kabarkan kisahku ini pada dia. Dia amat gembira, lalu berkata:
"Aku memiliki sepetak kebun dan aku sedekahkan buat Allah dan utusan-Nya".

Hikayah: Utbah Al Ghulam
Utbah Al Ghulam adalah orang yang berasal dari golongan fasik. Ia sangat terkenal orang yang bejat, rusak, dan amat gemar dengan mabuk-mabukan. Suatu hari ia memasuki pengajian Majelis Taklim Al Bashri, yang tengah membaca ayat Allah:
"Apakah belum datang waktunya orang-orang beriman untuk menundukkan hati mereka dalam mengingat Allah. (QS.57 Al Hadid:16)"
Tidakkah hati mereka sudah sepatutnya takut!..

Suatu hari Syekh Hasan Al Bashri RA memberikan nasehat menafsirkan ayat diatas dengan penafsiran yang amat menyentuh, sehingga banyak orang yang menangis. Serta merta berdirilah seorang pemuda, lalu berkata:
"Wahai orang yang bertaqwa dan beriman, apakah Allah masih menerima tobatnya orang yang lemah dan fasik seperti aku".
Syekh Hasan berkata:
"Bisa. Allah menerima tobat akan kejahatanmu".
Utbah Al Ghulam mendengarkan saja langsung wajahnya pucat, tubuhnya gemetar, ia berteriak keras dan langsung pingsan. ketika Ghulam sadar dari pingsannya, Kyai Hasan mendekatinya dan mengucapkan syair-syair dibawah ini:
"Wahai pemuda maksiat, kepada Tuhan yang memiliki Arsy; mengertikah engkau balasannya orang yang berbuat maksiat!
Adalah neraka Syi'ir bagi mereka, ia memiliki suara api; menggelegar disaat ubun-ubun terpegang. Kalau engkau menerima neraka-neraka itu, silahkan berbuat maksiat; bila tidak, jauhilah kemaksiatan. Semua kesalahan yang engkau kerjakan; artinya engkau sudah menggadaikan dirimu (di Neraka), maka bersungguh-sungguhlah untuk melepaskan diri".
Dan Utbah Al Ghulam berteriak lebih lantang, ia pun langsung jatuh pingsan kedua kalinya.


Ketika dia sadar, ia berkata kepada Syekh Hasan Al Bishri RA:
"Wahai syekh, apakah benar Tuhan Yang Maha Penyayang menerima tobatnya orang seperti aku".
Syeikh menjawab:
"Tiada Dzat yang mampu menerima tobat orang yang menyimpang kecuali Tuhan Yang Maha Memaafkan".
Kemudian Utbah Al Ghulam mengangkat kepalanya keatas sambil melafadzkan 3 doa:

Tuhanku, Engkau menerima tobatku dan mengampuni dosa-dosaku, maka muliakan aku dengan mudah faham mengenai ilmu atau Al Qur'an.
Tuhanku, muliakan aku dengan suara yang merdu, sehingga yang mendengar bacaanku semakin lunak hatinya sekalipun ia memiliki hati sekeras batu.
Tuhanku, berikan rizki yang halal padaku dari jalan yang tidak aku duga-duga.
Allah SWT pun mengabulkan do'anya; dia mudah faham dan hafal, setiap orang yang mendengar bacaan Al Qur'an langsung tobat dan setiap harinya pasti ada semangkuk kuah dan 2 potong roti tanpa tahu siapa yang menaruh didepan rumahnya. Hal ini terus menerus sampai ia meninggal dunia. Inilah keadaan orang yang benar-benar kembali ke jalan Allah, karena Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala kebajikan dari perbuatan bagusnya.
Sebagian ulama ada yang ditanya begini:
"Apakah hamba yang tobat mengerti, adakah tobatnya diterima atau tidak".
Jawabnya:
"Dalam hal ini tidak ada putusan hukum secara pasti, akan tetapi semuanya memiliki tanda-tanda:

Ia melihat dirinya jauh dan terhindar dari maksiat.
Ia merasakan hatinya selalu gembira dan rasanya Tuhan sangat dekat sekali.
Ia dengan dekat orang-orang baik dan jauh dari orang-orang yang ahli berdosa, maka ia memandang segi dunia yang sedikit sudah terlalu banyak (puas), namun segi akherat yang sudah banyak dikerjakan masih dianggap kecil (kurang).
Dia menyibukkan hatinya dengan sesuatu yang diwajibkan Allah SWT.

Ia menjaga lisannya (tidak berkata kotor), selalu tafakkur dan selalu menyesali dosa-dosa yang pernah dikerjakan.

Isnin, 19 Jun 2017

KISAH BABI DAN KUCING (2)



Kucing dan babi adalah teman karib. Pada suatu hari, kucing telah jatuh ke dalam sebuah lubang besar, babi mengambil tali, kucing menyuruh babi melemparkan tali itu ke bawah, akhirnya keseluruhan ikat tali itu semuanya dilemparkan ke dalam lubang.

Dengan sangat murung kucing berkata: "Kamu melemparkan tali ke bawah sedemikian, bagaimana boleh menarikku ke atas?"

Babi menanya: "Selanjutnya apa yang harus kulakukan?"

Kucing berkata: "Kamu harus mencengkam erat-erat salah satu ujung tali itu."

Babi itu segera melompat ke dalam lubang. Dengan sebuah tangan memegang salah satu ujung tali, ia berkata: "Sekarang sudah tak ada masalah."

Kucing itu menangis, ia menangis karena merasa dirinya sangat bahagia.

(Catatan: Ada semacam teman, ia tidak terlalu pintar, tapi patut kamu miliki seumur hidup.)


MENCARI ORANG YANG MAU MEMBANTU (1)



Waktu Perang Dunia ke 2, suatu keluarga Jerman telah mengalami penyiksaan, anak sulung dan anak bungsunya masing-masing pergi mencari bantuan. Anak sulungnya pergi mencari orang yang dulu pernah membantu dirinya, sedangkan anak bungsunya pergi mencari orang yang dulu pernah dibantu oleh dirinya.

Akhirnya anak sulungnya tertolong, sedang anak bungsunya bukan hanya tak mendapat bantuan bahkan telah dikhianati oleh orang itu.

(Catatan: Orang yang benar-benar mencintai dirimu boleh selalu mau memberi dan mengerjakan sesuatu untukmu, tetapi orang yang kamu cintai belum tentu mau berbuat sesuatu bagi dirimu.

Dalam kehidupan nyata manusia di dunia ini, orang yang benar-benar setia kepada dirimu biasanya adalah orang yang pernah menunjukkan kebaikan hatinya kepadamu dan orang yang mencintai dirimu.)