Catatan Popular

Ahad, 1 April 2018

NIAT BURUK


Al-Ashmu'i menuturkan bahwa Ibnu Abi Burdah selalu mendekati Umar bin Abdul Aziz r.a. dan beribadah sebaik-baiknya di hadapannya. la menyempurnakan ruku' dan sujudnya dalam shalat berjemaah bersama kaum muslimin lainnya.

Ketekunannya menarik perhatian Umar r.a. Kemudian Umar r.a. memanggil asistennya, Al-Ala' bin Al-Mughirah r.a. yang juga orang kepercayaannya.

Umar r.a. menceritakan tentang hamba Allah yang taat beribadah tersebut, lalu sang asisten diperintahkan untuk mencari tahu tentang ketulusan orang tersebut dalam beribadah.

Al-Ala' r.a. menyanggupinya, "Aku akan membawa berita tentang orang itu kepada engkau, wahai Amirul Mukminin."

Ketika orang tersebut sedang shalat sunnah antara Magrib dan Isya', Al-Ala' r.a. berkata kepadanya, "Segerakanlah shalatmu! Aku memerlukanmu!"

Setelah ia selesai shalat, Al-Ala' r.a. berkata kepadanya, "Engkau tahu bahwa aku adalah orang terdekat Amirul Mukminin. Aku mengusulkan kepadanya agar engkau diangkat menjadi gubernur Irak. Apakah ada yang hendak kau sampaikan kepadanya?"

Orang itu menjawab, "Tugasku hanya selama satu tahun dan gajiku seratus dua puluh ribu."

Al-Ala' r.a. meminta agar orang tersebut menuliskan permintaannya. la pun langsung menuliskannya. Kemudian tulisan itu dibawa Al-Ala' r.a. untuk diserahkan kepada Umar bin Abdul Aziz r.a.

Ketika membacanya, Umar r.a. berkata, "Kita pernah tidak percaya dengan ketakwaan Bilal. la adalah budak yang hitam legam, tetapi ternyata sangat bertakwa. Dan kami nyaris teperdaya oleh ketakwaan orang tersebut.

Setelah kami selidiki ternyata isi hatinya adalah keburukan semua."


Tiada ulasan: