Catatan Popular

Isnin, 13 November 2017

TIGA CARA MEMBENTUK KEJAYAAN DUNIA DAN AKHIRAT



Firman Allah SWT:

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerosakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerosakan (QS. Al-Qashash: 77). 

Ayat di atas menjelaskan kepada tiga perkara utama berkaitan kehidupan manusia. Kehidupan berkaitan dunia dan akhirat.

1. Kehidupan Akhirat Adalah Matlamat Utama

Allah SWT berfirman,

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) di negeri akhirat.

Di sini terlihat dengan jelas bahawa yang harus kita kejar adalah kebahagiaan hidup akhirat. Mengapa? Kerana di sanalah kehidupan abadi. Tidak ada mati lagi setelah itu.

Allah berfirman:
Dan sesungguhnya akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya sekiranya mereka mengetahuinya 
(QS. Al-Ankabut: 64).

Lalu, apa erti kita hidup di dunia?… Dunia tempat kita mempersiapkan diri untuk akhirat. Sebagai tempat persiapan, dunia pasti akan kita tinggalkan. Ibarat terminal, kita transit di dalamnya sejenak, sampai waktu yang ditentukan, setelah itu kita tinggalkan dan meneruskan perjalanan lagi. Bila demikian tabiat dunia, mengapa kita terlalu banyak menghabiskan hidup untuk keperluan dunia?

Orang-orang bijak mengatakan bahawa dunia ini hanyalah keperluan, ibarat tandas dan bilik mandi dalam sebuah rumah, ia dibina semata sebagai keperluan. Justeru penghuni rumah itu tidak akan mendatangi tandas atau bilik mandi kecuali jika perlu, setelah itu ditinggalkan. Maka sungguh sangat aneh bila ada seorang yang duduk di tandas sepanjang hari dan menjadikannya sebagai tujuan utama dari dibangunnya rumah itu.

Begitu juga sebenarnya sangat tidak wajar bila manusia sibuk mengurus dunia sepanjang hari dan menjadikannya sebagai tujuan hidup. Sementara akhirat dikesampingkan.

Perlu disedari segala urusan dunia dianggap sebagai urursan akhirat sekiranya dilakukan berasaskan kepada ajaran Islam dan mencari keredhaan Allah swt dan menepati prinsip dan dasar-dasar Islam. Sebaliknya segala urusan dunia dianggap semata-mata dunia sekiranya dilakukan sekadar memenuhi keperluan hidup manusia dan tuntutan nafsu semata-mata.

2. Berusaha Memperbaiki Kehidupan Dunia

Allah SWT berfirman:
 Dan janganlah kamu melupakan kebahagiaanmu dari kenikmatan duniawi dan berbuat baiklah kepada orang lain sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu

Ayat di atas menjelaskan bahawasanya Allah swt memerintahkan umat Islam selalu berusaha menggapai kebahagiaan akhirat, tetapi jangan melupakan kehidupan di dunia ini. Meskipun kebahagiaan dan kenikmatan dunia bersifat sementara tetapi tetaplah penting dan agar tidak dilupakan, sebab dunia adalah ladangnya akhirat.

Masa depan termasuk kebahagiaan di akhirat kita, sangat bergantung pada apa yang diusahakan sekarang di dunia ini. Allah swt telah menciptakan dunia dan seisinya adalah untuk manusia, sebagai bekalan menuju akhirat. Allah swt juga telah menjadikan dunia sebagai tempat ujian bagi manusia, untuk mengetahui siapa yang paling baik amalnya, siapa yang paling baik hati dan niatnya.

Allah swt mengingatkan perlunya manusia untuk mengurus dunia ini dengan sebaik-baiknya, untuk kepentingan kehidupan manusia dan keturunannya. Pada ketika yang sama Allah swt juga menegaskan perlunya selalu berbuat baik kepada orang lain dan tidak melakukan kerosakan di muka bumi.

Allah swt mengingatkan:
Tidakkah kalian perhatikan bahwa Allah telah menurunkan untuk kalian apa-apa yang ada di langit dan di bumi dan menyempurnakan untuk kalian nikmat-Nya lahir dan batin”
 (QS. Luqman: 20).

Allah SWT menegaskan:
Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah kedudukan suatu kaum, sehingga kaum itu mengubah kondisi, kedudukan yang ada pada diri mereka sendiri” 
(QS. Ar-Ro’d: 11).

3. Menjaga Batasan Allah swt
Allah swt melarang manusia membuat kerosakkan di muka bumi. Mereka boleh mengurus alam, tetapi untuk melestarikan dan bukan merosakkannya.

Firman Allah swt dari sambungan ayat di atas:
“Berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerosakkan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerosakkan.”

TIGA GOLONGAN YANG ALLAH TIDAK BERBICARA DI HARI QAIAMAT



RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASSALLAM bersabda yang bermaksud :
                
“Tiga (golongan) yang ALLAH tidak berbicara kepada mereka pada hari Kiamat, tidak melihat kepada mereka, tidak mensucikan mereka dan mereka akan mendapatkan siksaan yang pedih, iaitu:

orang yang sering mengungkit pemberiannya kepada orang,

orang yang menurunkan celananya melebihi mata kaki dan

orang yang menjual barangnya dengan sumpah dusta.” 
(HR. Muslim)

Semoga ALLAH sentiasa mengampuni dosa kita dan menghindarkan kita dari perbuatan dosa...

TIGA TANDA CIRI ORANG YANG SEDANG JATUH CINTA



Menurut hadits NABI MUHAMMAD SAW, orang yang sedang jatuh cinta cenderung selalu mengingat dan menyebut orang yang dicintainya (man ahabba syai'an katsura dzikruhu), kata Nabi, orang juga boleh diperbudak oleh cintanya (man ahabba syai'an fa huwa `abduhu).

Kata NABI MUHAMMAD SAW juga, ciri dari cinta sejati ada tiga: 

(1) lebih suka berbicara dengan yang dicintai dibanding dengan yang lain,
(2) lebih suka berkumpul dengan yang dicintai dibanding dengan yang lain, dan
(3) lebih suka mengikuti kemahuan yang dicintai dibanding kemahuan orang lain/diri sendiri.

Bagi orang yang telah jatuh cinta kepada 
ALLAH SWT , maka ia lebih suka berbicara dengan ALLAH SWT  dengan membaca firmanNya, lebih suka bercengkerama dengan ALLAH SWT dalam Iktikaf, dan lebih suka mengikuti perintah ALLAH SWT daripada perintah yang lain. Semoga Kita Lebih Mencintai ALLAH SWT dari pada segalanya..

TIGA CARA MENAIKKAN KADAR IMAN :



1. Pelajarilah berbagai ilmu agama Islam yang bersumber pada Al-Quran dan Hadits

a. Perbanyaklah membaca Al-Quran dan renungkan maknanya

Ayat-ayat Al-Quran memiliki target yang luas dan spesifik sesuai keperluan masing-masing orang yang sedang mencari atau memuliakan Tuhannya. Sebagian ayat Al-Quran mampu menggetarkan kulit seseorang yang sedang mencari kemuliaan Allah swt, di lain pihak Al-Quran mampu membuat menangis seorang pendosa, atau membuat tenang seorang pencari ketenangan.

“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.”
(QS, Shaad 38:29)

“Dan Kami turunkan dari Al Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang lalim selain kerugian.”
(QS, al-Israa’ 17:82)

b. Pelajarilah ilmu mengenai Asma’ul Husna, Sifat-sifat Yang Maha Agung.
Bila seseorang memahami sifat Allah yang Maha Mendengar, Maha Melihat dan Maha Mengetahui, maka ia akan menahan lidahnya, anggota tubuhnya dan gerakan hatinya dari apapun yang tidak disukai Allah swt.

Bila seseorang memahami sifat Allah yang Maha Indah, Maha Agung dan Maha Perkasa, maka semakin besarlah keinginannya untuk bertemu Allah swt di hari akhirat sehingga iapun secara cermat memenuhi berbagai persyaratan yang diminta Allah swt untuk boleh bertemu dengan-Nya (iaitu dengan memperbanyak amal ibadah).
Bila seseorang memahami sifat Allah yang Maha Santun, Maha Halus dan Maha Penyabar, maka iapun merasa malu ketika ia marah, dan hidupnya merasa tenang kerana tahu bahawa ia dijaga oleh Tuhannya secara lembut dan sabar.

c. Pelajari dengan cermat sejarah (Siroh) kehidupan Rasulullah SAW.
Dengan memahami perilaku, keagungan dan perjuangan Rasulullah, akan menumbuhkan rasa cinta kita terhadapnya, kemudian berkembang menjadi keinginan untuk mencontoh semua perilaku beliau dan mematuhi pesan-pesan beliau selaku utusan Allah swt.

Seorang sahabat r.a. mendatangi Rasulullah saw dan bertanya, “Wahai Rasul Allah, bila tibanya hari akhirat?”. Rasulullah saw balik bertanya : “Apakah yang telah engkau persiapkan untuk menghadapi hari akhirat?”. Si sahabat menjawab , “Wahai Rasulullah, aku telah solat, puasa dan bersedekah selama ini, tetap saja rasanya semua itu belum cukup. Namun di dalam hati, aku sangat mencintai dirimu, ya Rasulullah”. Rasulullah saw menjawab, “Insya Allah, di akhirat kelak engkau akan bersama orang yang engkau cintai”.  
(HR Muslim)

Inilah hadits yang sangat disukai para sahabat Rasulullah SAW. Jelaslah bahawa mencintai Rasulullah saw adalah salah satu jalan menuju syurga, dan membaca riwayat hidupnya (siroh) adalah cara terpenting untuk lebih mudah memahami dan mencintai Rasulullah SAW.

d. Mempelajari Jasa-jasa dan Kualitas Agama Islam Perenungan terhadap syariat Islam, hukum-hukumnya, akhlak yang diajarkannya, perintah dan larangannya, akan menimbulkan kekaguman terhadap kesempurnaan ajaran agama Islam ini. Tidak ada agama lain yang memiliki aturan dan etiket yang sedemikian rincinya seperti Islam, di mana untuk makan dan ke WCpun ada adabnya, untuk aspek hukum dan ekonomi ada aturannya, bahkan untuk berhubungan suami -isteripun ada aturannya.

e. Mempelajari Kehidupan Orang-orang Soleh (generasi Shalafus Sholihin, para sahabat Rasulullah SAW, murid-murid para sahabat, tabi’in dan tabi’it tabi’in)
Mereka adalah generasi-generasi terbaik dari Islam. Mereka adalah orang-orang yang kadar keimanannya diibaratkan sebesar gunung Uhud sementara manusia zaman kini diibaratkan kadar keimanannya tak lebih dari sebutir debu dari gunung Uhud.

2. Renungkanlah tanda-tanda kebesaran Allah swt yang ada di alam (ma’rifatullah)
Singkirkan dulu kesombongan akal kita, renungkan secara tulus bagaimana alam ini diciptakan. Sungguh pasti ada kekuatan luar biasa yang mampu menciptakan alam yang sempurna ini, sebuah struktur dan sistem kehidupan yang rapi, mulai dari tata surya, galaksi hingga struktur pohon dan sel-sel atom.
Renungkan pula rahsia dan mukjizat Quran.

3. Berusaha keras melakukan amal perbuatan yang baik secara ikhlas Amal perbuatan perlu digerakkan. Dimulai dari hati, kemudian terungkap melalui lidah kita dan kemudian anggota tubuh kita.

Selain ikhlas, diperlukan usaha dan keseriusan untuk melakukan amalan-amalan ini.

a. Amalan Hati

Dilakukan melalui pembersihan hati kita dari sifat-sifat buruk, selalu menjaga kesucian hati. Ciptakan sifat-sifat sabar dan tawakal, penuh takut dan harap akan Allah swt. Jauhi sifat tamak, kikir, prasangka buruk dan sebagainya.

b. Amalan Lidah

Perbanyak membaca Al-Quran, zikir, bertasbih, tahlil, takbir, istighfar, mengirim salam dan selawat kepada Rasulullah saw dan mengajak orang lain kepada kebaikan, melarang kemungkaran.

c. Amalan Anggota Tubuh

Dilakukan melalui kepatuhan dalam solat, pengorbanan untuk bersedekah, perjuangan untuk berhaji hingga disiplin untuk solat berjamaah di masjid (khususnya bagi lelaki).
Menaikkan kadar iman bukanlah suatu pekerjaan mudah, kerana begitu banyak usaha (menuntut ilmu, amalan-amalan) yang harus kita lakukan disamping godaan (syaitan, duniawi) yang akan kita hadapi. Mari kita saling mengingati dan menyebarkan kebaikan serta berusaha sungguh-sungguh mengamalkannya. Semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung di sisi Allah swt.