Pertanyaan. Kesembilan: Apakah Hal-Hal yang Menyebabkan Disiksanya Para Penghuni Kubur?
JAWABAN ATAS pertanyaan itu dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu yang bersifat global dan jawaban yang bersifat rinci.
Jawaban global atas pertanyaan ini adalah sebagai berikut.
Para penghuni alam kubur akan disiksa akibat ketidaktahuan me. reka akan Allah swt., tindakan mereka mengabaikan perintah-Nya dan karena perbuatan maksiat yang mereka lakukan terhadap Allah swt.
Allah swt. tidak akan mengazab ruh yang mengenal Dia, mencin. tai Dia, melaksanakan perintah-perintah-Nya dan meninggalkan larangan-larangan-Nya. Sebagaimana Allah swt. juga tidak akan menyiksa badan yang ruh taat tersebut pernah bersemayam di dalamnya karena sesungguhnya siksa kubur dan siksa akhirat merupakan bentuk kemurkaan dan kemarahan Allah swt. terhadap hamba-hamba-Nya. Siapa pun yang buat Allah marah dan murka kepadanya di dunia ini, lalu orang itu tidak bertobat sampai akhirnya dia mati dalam kemurkaan Allah itu, maka dia akan ditimpa siksa di Alam Barzakh sesuai dengan kadar kemarahan dan kemurkaan Allah terhadap dirinya; baik dia memiliki sedikit kesalahan maupun banyak, baik dia adalah orang yang percaya maupun pendusta.
Adapun jawaban rinci atas pertanyaan di atas adalah sebagai berikut:
Rasulullah saw. telah mengabarkan tentang dua orang yang beliau lihat tengah disiksa di dalam kubur. Masing-masing mereka, orang pertama merupakan sosok yang gemar mengadu domba di tengah masyarakat. Sementara yang kedua merupakan orang yang tidak membersihkan bekas kencingnya secara sempurna. Jadi, orang yang satu suka mengabaikan bersuci yang hukumnya wajib, sementara orang yang satu lagi menjadi biang keladi atas tercetusnya permusuhan di tengah masyarakat dengan ucapannya, walaupun apa yang diucapkan itu benar adanya.
Dari orang pertama ini, kita mendapatkan peringatan bahwa orang yang gemar mengobarkan permusuhan di tengah masyarakat dengan kebohongan, kecurangan, dan manipulasi, pasti akan ditimpa azab yang jauh lebih berat. Sebagaimana pula halnya dari orang kedua yang diazab karena bekas kencingnya juga kita dapat mengambil peringatan bahwa siapa pun yang meninggalkan shalat yang suci dari kencing menjadi salah satu syarat kesalahannya, tentu akan ditimpa siksa yang jauh lebih berat. Dalam hadis-hadis yang diriwayatkan oleh Syu’bah dikatakan, “Adapun yang satu lagi adalah orang yang gemar memakan daging manusia”; yang maksudnya adalah pelaku gibah, sekaligus menjadi biang adu domba.
Sebelumnya telah disampaikan hadis-hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud yang membicarakan tentang orang yang dipukul menggunakan cambuk dan kuburnya dipenuhi api akibat orang itu melakukan satu kali shalat tanpa bersuci, serta dia melintas di dekat orang yang dizalimi, tetapi dia tidak menolong orang tersebut.
Sebelumnya juga telah disampaikan sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Samurah dan dimuat dalam Sahih Bukhari yang membicarakan tentang azab yang menimpa orang yang berdusta satu kali tetapi kedustaan itu mencapai seluruh penjuru. Begitu pula siksaan yang menimpa orang yang membaca al-Quran, tetapi dia meninggalkannya dalam tidur di malam hari serta tidak mengamalkannya di siang hari. Begitu pula tentang siksaan yang menimpa para perempuan pezina dan para lelaki pezina. Begitu pula siksaan terhadap pemakan riba, seperti yang telah disaksikan oleh Rasulullah saw. di Alam Barzakh.
Sebelumnya juga telah disampaikan hadis-hadis dari Abu Hurairah ra. yang di dalamnya disebutkan tentang dihancurkannya kepala sekelompok orang menggunakan bongkahan batu disebabkan beratnya kepala mereka untuk melaksanakan shalat: Ada pula orang-orang yang menjerit di antara pohon berduri’ dan zaqqum disebabkan tindakan mereka yang tidak membayar zakat harta mereka. Selain itu, orang-orang yang memakan daging busuk disebabkan perbuatan zina yang mereka lakukan. Terakhir, juga orang-orang yang bibir-bibir mereka dipotong menggunakan pemotong besi karena fitnah yang mereka sebarkan lewat kata-kata dan ucapan.
Sebelumnya juga telah disampaikan hadis-hadis dari Abu Sa’iq tentang hukuman yang menimpa para pelaku berbagai kejahatan,. di antara mereka ada orang-orang yang perut mereka dibuat sebesar rumah dan mereka mengikuti para pengikut Fir’aun. Mereka dari para pemakan riba. Di antara mereka ada pula orang-orang yang mulut mereka dibuka paksa, lalu dimasukkan bara api ke dalamnya hingga kemudian tembus keluar dari dubur mereka. Mereka adalah orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim. Di antara mereka juga ada orang-orang yang digantung dengan payudara mereka. Mereka adalah para pezina. Di antara mereka ada orang-orang yang dipotong bagian lambung mereka lalu mereka memakan daging mereka sendiri. Mereka adalah para pelaku ghibah. Di antara mereka ada pula orang-orang yang memiliki kuku-kuku tembaga lalu mereka mencakari wajah dan dada mereka sendiri. Mereka adalah orang-orang yang gemar merusak nama baik orang lain.
Rasulullah saw. telah mengabarkan tentang seorang pemilik jubah yang dia dapatkan secara curang dari harta rampasan perang, bahwa orang itu akan dinyalakan api di dalam kuburnya. Padahal orang itu memiliki hak pada harta rampasan perang itu. Jadi bagaimanakah kiranya pedihnya siksa bagi orang yang menzalimi orang lain atas sesuatu yang dia sama sekali tidak memiliki hak padanya?
Singkatnya, siksa kubur akan ditimpakan kepada seorang hamba akibat kemaksiatan yang dia lakukan dengan hati, mata, telinga, mulut, lisan, perut, kemaluan, tangan, kaki, dan anggota-anggota badan lainnya. Contohnya (maksudnya, contoh orang-orang yang akan ditimpa siksa kubur—Penj.) yaitu orang pendusta, pengadu domba, penggunjing pelaku ghibah, pembuat kesaksian palsu, penuduh zina terhadap wanita baik-baik, pencetus fitnah, penyeru ke arah bidah, pembual yang menyampaikan sesuatu atas nama Allah dan Rasulullah tanpa ilmu ,dan orang yang banyak mulut.
Begitu pula orang pemakan riba, pemakan harta anak yatim, pemakan suap serta sogokan, pemakan harta saudaranya sesama muslim tanpa hak, pemakan harta orang Kafir yang terikat perjanjian damai dengan kaum muslimin, peminum khamr (arak), pemakan cuilan pohon yang terkutuk, pezina, pelaku sodomi, pencuri, pengkhianat, pembelot, penipu, pembuat makar, pengambil riba, pemberi riba, penulis riba, saksi riba, muhallil, muhallal lah, pembuat muslihat untuk menghancurkan kewajiban yang Allah tetapkan dan dilakukannya hal-hal yang Dia haramkan, orang yang menyakiti kaum muslimin, dan orang yang gemar mengorek-ngorek aib kaum muslimin.
Begitu pula hakim yang menetapkan hukum bukan dengan apa yang Allah turunkan; mufti yang menetapkan fatwa yang menyimpang dari syariat Allah; orang yang menolong dalam dosa dan permusuhan, pembunuh orang yang Allah haramkan; penentang keesaan Allah, orang yang mengabaikan serta menentang hakikat nama-nama dan sifat-sifat Allah; dan orang yang lebih mengutamakan hasil pikirannya daripada sunah Rasulullah saw.
Begitu pula perempuan yang meratap karena kematian beserta orang yang suka mendengarkan ratapan itu; para penyanyi yang menyanyikan lagu-lagu yang Allah haramkan; orang yang suka mendengarkan lagu-lagu yang Allah haramkan; orang-orang yang mendirikan masjid di kuburan; orang yang suka menyalakan lentera dan lampu di kuburan; orang yang curang dengan meminta disempurnakannya timbangan ketika mengambil, tetapi mengurangi timbangan ketika menyerahkan; orang-orang yang sewenang-wenang, orang-orang sombong, para pelaku riya’, para pengumpat, para pemaki, para pencaci generasi salaf, para pelaku perdukunan, para ahli nujum, para peramal; orang-orang yang bertanya kepada peramal; dan orang-orang yang memercayai para peramal.
Begitu pula orang-orang yang menyokong para pelaku kezaliman yang telah menjual akhirat mereka dengan dunia mereka dan orang yang jika diingatkan akan Allah, dia tidak takut dan menolak menghentikan keburukan yang sedang dilakukannya. Namun, jika diingatkan akan manusia lain, dia takut dan langsung menghentikan keburukan yang sedang dilakukannya.
Begitu pula orang yang telah disampaikan petunjuk hidayah kepadanya berupa firman Allah dan sabda Rasulullah, tetapi dia mengabaikan petunjuk hidayah itu tanpa mau memedulikannya. Tetapi apabila disampaikan kepadanya ucapan seseorang yang dia sukai, walaupun orang itu mungkin benar dan mungkin salah, dia langsung berpegang kuat-kuat pada ucapan orang itu tanpa menentangnya; orang yang dibacakan al-Quran kepadanya tetapi bacaan itu tidak berpengaruh apa pun kepadanya atau bahkan dia merasa berat dengan isi al Quran itu, tetapi apabila yang disampaikan kepadanya adalah racauan setan, pezina, dan kemunafikan, dia langsung merasa nyaman, suka, dan di dalam hatinya muncul kegembiraan, bahkan dia suka kalau orang yang Menyampaikan Nya tidak berhenti.
Begitu pula orang yang bersumpah atas nama Allah lalu dia berdusta. Padahal ketika dia bersumpah dengan menyebutkan senjata, kepala gurunya, kuburan gurunya, pakaian bagus atau atas nama kehidupan seorang makhluk yang dicintai dan ditakziminya, dia tidak mau berbohong walaupun diancam dan dihukum.
Begitu pula orang yang berbangga-bangga dengan kemaksiatan dan menyebarkan keburukan kepada saudara-saudara, serta karib kerabatnya, yaitu orang yang melakukan kemaksiatan secara terang-terangan, orang yang Anda tidak merasa aman darinya atas harta atau kehormatan Anda, dan orang yang busuk ucapannya sehingga dijauhi orang-orang karena mereka takut pada kejahatan serta kekejiannya.
Begitu pula orang yang selalu menunda shalat sampai ke akhir waktu; orang yang shalatnya seperti burung mematuk-matuk tanpa mengingat Allah kecuali sedikit; orang yang tidak menunaikan zakat hartanya secara suka rela; orang yang tidak berhaji meski sebenarnya mampu melaksanakan ibadah haji; orang yang tidak menunaikan hak-hak yang menjadi tanggungannya meski sebenarnya ia mampu menunaikannya; dan orang yang tidak bersikap warak dalam ucapan, makanan, dan langkah kakinya.
Begitu pula orang yang tidak peduli pada asal-usul hartanya. Berasal dari sumber yang halal kah ataukah dari sumber yang haram; orang yang memutuskan tali silaturahmi; orang yang tidak menyayangi orang-orang miskin; orang yang membenci orang-orang melarat, anak yatim, dan binatang; orang yang gemar menghardik anak yatim; orang yang tidak menganjurkan pemberian makanan kepada orang miskin; para pelaku riya’; orang yang selalu enggan membantu dengan barang-barang yang berguna; orang yang sibuk mengurus aib orang lain hingga alpa memerhatikan aibnya sendiri; dan orang yang sibuk mengurus dosa-dosa orang lain sehingga lalai memerhatikan dosanya sendiri.
Semua jenis orang yang telah disebutkan di atas itu dan siapa pun yang berkelakuan seperti mereka pasti kelak akan menerima siksa di dalam kubur mereka. Hal ini disebabkan oleh segala kejahatan yang mereka lakukan, sesuai dengan kadar banyak atau sedikitnya serta sesuai dengan kadar kecil atau besarnya kejahatan yang mereka lakukan.
Ketika diketahui bahwa ternyata sebagian besar manusia melakukan berbagai perbuatan buruk seperti tersebut di atas, maka tentu sebagian besar penghuni kubur akan mendapatkan siksa dan hanya sedikit dari mereka yang selamat. Tampak luarnya kuburan hanya tanah, tetapi isi dalamnya adalah penyesalan dan siksa. Tampak luarnya kuburan hanyalah tanah dan batu yang diukir dan dibangun, sementara di dalamnya berisi kesusahan dan petaka. Kuburan berisi penyesalan yang mendidih, seperti mendidihnya periuk dengan segala isinya, yang memang layak ditimpakan kepada isi kuburan itu, sementara isi kuburan itu telah terpisah dari segala syahwat dan angan-angannya.
Demi Allah, kuburan telah memberikan nasihatnya. Kuburan tidak lagi menyisakan sepotong kata pun dalam nasihatnya. Kuburan berseru:
“Wahai orang-orang yang membangun dunia, sungguh kalian telah membangun sebuah tempat yang segera akan musnah dari kalian, sementara kalian justru menghancurkan tempat yang kalian akan segera berpindah ke tempat itu. Kalian membangun rumah-rumah yang segala manfaatnya hanyalah untuk orang lain, sementara kalian justru menghancurkan rumah-rumah yang kalian tidak memiliki tempat tinggal selain itu. Dunia ini adalah tempat untuk menyempurnakan amal, menimbun perbuatan baik dan tempat bercocok tanam. Dunia ini adalah tempat untuk mengambil pelajaran, apakah kalian akan menuju salah satu taman di antara taman-taman surga ataukah kelak kalian akan menuju salah satu liang di antara liang-liang neraka!”
Tiada ulasan:
Catat Ulasan