Catatan Popular

Ahad, 22 Januari 2017

MARI MENYELAMI ZUHUD DAN KESEDERHANAAN RASULULLAH SAW



Di sebelah timur masjid Nabawi Madinah, tampak sebuah bangunan yang akan membuat kita takjub, terpesona karena kesederhanaannya. Itulah tempat tinggal Rasul Agung Muhammad saw. Rumah itu sangat kecil dengan hamparan tikar usang dan nyaris tanpa perabot.

Zaid bin Tsabit bertutur, “Anas bin Malik pelayan Rasulullah pernah memperlihatkan kepadaku tempat minum Rasulullah yang terbuat dari kayu yang keras dan di patri dengan besi. Kemudian Anas berkata kepadaku, ‘Wahai Tsabit, inilah tempat minum Rasulullah. Dengan gelas kayu inilah Rasulullah minum air, perasan kurma, madu dan susu.’” (HR Tirmidzi)

Benda lain yang dimiliki Rasulullah adalah baju besi yang biasa dipakai saat berperang. Tetapi tak lama setelah beliau wafat baju besi itu digadaikan kepada seorang Yahudi dengan beberapa karung gandum, seperti yang pernah diriwayatkan Aisyah.

Soal tempat tidur Rasulullah SAW, Ummul Mu’minin, Aisyah RA menggambarkan bahwa suaminya itu tidak tidur di tempat yang mewah. “Sesungguhnya hamparan tempat tidur Rasulullah SAW terdiri atas kulit binatang, sedang isinya adalah sabut korma.” (HR At-Tirmidzi)

Hafshah saat ditanya, “Apa yang menjadi tempat tidur Rasulullah saw?” Ia menjawab, “Kain dari bulu yang kami lipat dua. Di atas itulah  Rasulullah tidur. Pernah suatu malam aku berkata (dalam hati): sekiranya kain itu aku lipat menjadi empat lapis, tentu akan lebih empuk baginya. Maka kain itu kulipat empat lapis.”

Manakala waktu subuh, cerita Hafsah, Rasulullah saw mengatakan, “Apa yang engkau hamparkan sebagai tempat tidurku semalam?” Aku menjawab, itu adalah alas tidur yang biasanya Nabi pakai, hanya saja aku lipat empat. Aku kira akan lebih empuk” Rasulullah saw membalas, “Kembalikan kepada asalnya. Sungguh, disebabkan empuknya, aku terhalang dari shalat di malam hari” (HR At-Tirmidzi)

*********************************
Baginda Nabi Muhammad saw hidup dengan sangat zuhud. Seperti dituturkan oleh Aisyah, betapa Rasulullah hanya mempunyai dua baju, tidur di atas daun pelepah kurma, perutnya selalu lapar, bahkan pernah diganjal dengan batu, dan sangat sedikit tidur.

Rasulullah juga mengerjakan sendiri pekerjaan rumahnya, menambal baju sendiri, dan memerah kambingnya sendiri. Seperti itulah pekerjaan keseharian Rasululah, selalu memenuhi kebutuhan pribadinya secara mandiri, tanpa membebani keluarga atau orang lain. Jika Beliau mau tentulah sangat mudah menggantikan pekerjaan itu kepada orang lain, karena Beliau adalah kepala rumah tangga sekaligus kepala negeri Arab pada saat itu.

Sesibuk apapun Beliau ketika Bilal sudah mengumandangkan adzan, Beliau bergegas ke masjid dan menjadi imam. Selama hidupnya Belum pernah beliau meninggalkan jamaah di masjid kecuali hari dimana beliau dipanggil menghadap ALLAH karena sakit.

Tiada ulasan: