Catatan Popular

Ahad, 26 Februari 2023

KEUTAMAAN PUASA 10 ZULHIJJAH

 Imam Ahmad Syihabuddin Bin Salamah Al-Qulyuby

 

Syeikh Abu Yusuf Ya’qub bin Yusuf  bercerita : Aku punya teman seorang wira’i dan bertakwa tetapi dia terkenal dihadapan orang sebagai orang faseq dan tercela, dia berpakaian layaknya orang jelek dan berotak licik.

Dia bertawaf bersamaku selama sepuluh tahun dia berpuasa sehari dan berbuka sehari (ndawud) sedangkan aku berpuasa tiap hari, dia berkata padaku :

”Puasamu tidak mendapat pahala karena kamu telah membiasakanya padahal puasa sepuluh zdulhijjah lebih sempurna. Ketika di gurun kemudian dia masuk bersamaku dan menetap di sana sementara waktu, kemudian dia meninggal sedangkan aku dan dia berada di reruntuhan yang tidak ada orang satupun.

Aku keluar dari sana untuk mencari kain kafan dan balsem sementara itu orang-orang membicarakan tentang kematianya dan mereka mendatangi jenazahnya dan mensholatinya dan mereka berkata:

“Telah mati seorang zuhud yang termasuk wali Allah, aku membelikanya kain kafan dan balsem , ketika aku kembali aku tak kuasa untuk sampai ke tempat reruntuhan dikarenakan banyaknya orang, aku berkata ”Mahasuci Allah yang telah memberi tahu orang-orang tentang kematian ini sampai-sampai mereka mendatangi jenazah dan menshalatinya dan mereka menangisinya”.

Kemudian aku masuk ke tempat itu setelah mengalami kesulitan. Ternyata dia sudah berkafan yang mana tidak pernah ada semisal ini yang ditulis dengan warna hijau :

”Ini adalah balasan bagi orang yang mendapat ridha Allah dan dia merindukan perjumpaan denga Ku dan aku merindukan perjumpaan denganya”.

Kemudian kami menshalati dan menguburkanya di pemakaman kaum muslimin. Aku merasa ngantuk lantas tertidur, dalam mimpi aku melihatnya sedang menaiki kuda hijau dan dia berpakaian warna hijau, di genggaman tanganya terdapat panji sedangkan di belakangnya ada pemuda yang tampan wajahnya dan berbau harum yang mana di belakangnya ada dua orang tua dan yang di belakang mereka berdua terdapat seorang tua dan seorang pemuda.

Akupun bertanya padanya :”Siapa mereka ?”, dia menjawab :”Pemuda itu adalah nabi kita Muhammad s.a.w dan dua orang tua itu adalah sahabat Abu bakar as-siddiq dan umar bin khattab sedangkan seorang tua dan seorang muda itu adalah Ustman bin Affan dan ‘Ali bin Abi Talib dan akulah yang memegang panji di antara mereka”.

Aku bertanya:”Ke mana mereka akan pergi?”, dia berkata “Mereka akan mengunjungiku”, akupun bertannya kepadanya:”Apa sebab engkau mendapatkan karomah ini ?”, dia menjawab:

”Akibat Allah meridhai puasaku di hari kesepuluh Zulhijjah. Aku terbangun dan tidurku dan sejak itu aku tidak pernah meninggalkan puasa itu selama hidupku.”

Tiada ulasan: