Catatan Popular

Ahad, 26 Februari 2023

ORANG YANG MENGANTUNGKAN HARAPANNYA KEPADA ALLAH

Imam Ahmad Syihabuddin Bin Salamah Al-Qulyuby

Diceritakan : “ Dulu, pada zaman Bani israil terdapatlah  dua orang bersaudara, satu muslim dan satunya lagi kafir. Keduanya adalah para nelayan di laut, orang yang kafir tersebut sebelum melepaskan jaringnya terlebih dulu meneyembah berhala. Ia mendapatkan banyak ikan hingga berat untuk mengeluarkan dari jaringnya.

Sedangkan si mukmin, hanya mendapatkan satu ikan saja ia memuji dan bersyukur kepada Allah, sabar terhadap qadha dan qadarNya.

Pada suatu hari, istri si mukmin naik ke atas teras rumahnya, ia melihat istri saudara suaminya yang kafir berhiaskan perhiasan dan kemewahan.

Kemudian hatinya merasa gundah, terpedaya oleh syetan, lalu perempuan yang kafir itu berkata kepadanya “ Bicaralah kepada suamimu supaya ia menyembah tuhan suamiku kelak kekayaanmu bisa menjadi sepertiku.”

Lalu ia turun dari teras rumah disertai rasa gelisah yang dalam . Tak lama kemudian suami perempuan muslim itu masuk dan mendapatkan si istri dalam keadaan berubah perangainya, lalu ia berkata kepadanya : 

“ Apa yang terjadi “ ?  ia menjawab : “ kamu akan menceraikanku atau kamu akan menyembah tuhan saudaramu!!!”

Suaminya bertanya lagi : “Wahai hamba Allah….! Apakah kamu tidak takut kepada Allah ? apakah kamu akan menjadi kafir setelah kamu beriman??

“ Jangan banyak bicara kepadaku, aku tidak pingin diriku dalam keadaan miskin sedangkan orang lain berhiaskan perhiasan dan kemewahan!!!”  sahut si istri.

Setelah si muslim melihat akan keseriusan perkataan istrinya, ia berkata kepadanya : “ Kamu jangan tergesa-gesa berkeputusan seperti itu! Insya Allah besok aku akan ke rumah kerjaan , saya akan bekerja di sana dan mendapatkan dua dirham tiap harinya lalu akan aku kasihkan semuanya kepadamu supaya keadaanmu menjadi lebih baik. “

Si istri merasa rela akan perkataan suaminya tersebut dan merasa cukup atas apa yang akan diberikan suaminya itu.

Di pagi harinya, si muslim tersebut pergi ke rumah kerjaan dan menunggu bersama para pekerja lainnya, sayangnya tak seorangpun yang mau memperkerjakannya.

Setelah ia putus asa akan orang yang mau memperkerjakannya, ia pergi ke pesisir pantai untuk beribadah kepada Allah sampai malam hari lalu pulang ke rumahnya.

Istrinya bertanya “ dari mana saja kamu ?!!

Si muslim menjawab “ Saya mengadu kepada Allah , Ia berjanji dan menginginkanku apa yang kulakukan tadi harus berjalan selama 30 hari.

“ Berapa yang akan diberikan kepadamu ?? “ tanya istrinya lagi

Sang raja maha mulia, kekayaannya sangat banyak, hanya saja Ia menginginkan supaya aku bekerja selama 30 hari,  nanti akan memberikan apa yang kuminta. Si istri membenarkan perkataan suaminya tersebut.

Setelah itu, si mukmin tiap harinya pergi ke tempat itu, beribadah kepada Allah, hingga sampailah hari yang ke 30.

Si istri bertkata “ jika besok kamu tidak membawa pulang upah kerja, maka aku ceraikanlah” .

Mendengar perkataan si istri yang demikian itu, si mukmin keluar dengan perasaan takut. Lalu ia bertemu dengan seorang yahudi.

Si yahudi bertanya : “ kamu kelihatan sedang  gelisah “ ia jawab : “ Iya “

Si yahudi menyarankan kepadanya untuk tidak makan sesuatupun di hari itu. Kemudian Allah memberi wahyu kepada malaikat jibril untuk membuat 29 wang dinar di sebuah piring dari cahaya dan membawanya kepada istri si mukmin.

Allah berfirman kepada malaikat jibril “ sampaikanlah itu kepada istri si mukmin dan katakanlah

“ Aku adalah utusan sang raja , ia berpesan kepadamu tadinya suamimu melaksanakan pekerjaanku, kami tidak akan meninggalkannya kecuali ia meninggalkan ku, ia malah pergi bersama seoarang yahudi, kekurangan ini adalah disebabkan karena ia telah meninggalkanaku. Seandainya ia mau bekerja lebih lama lagi, niscanya aku juga akan menambahkan upahnya lagi.” “

Kemudian si istri mengambil wang dinar itu dari piring kemudian membawanya ke pasar untuk ditukarkan dengan wang dirham. sesampainya di pasar wang itu ditukar dengan seribu dirham, karena setiap keping dinar itu bertuliskan lafadz “ Laa ilaa ha illallaah”

Pada waktu si mukmin pulang ke rumah , istrinya bertanya “ Dari mana saja kamu ? “

ia menjawabnya “ aku baru saja bekerja kepada seorang yahudi “ istrinya berkata lagi “ Hai miskin….!

Bagaimana kamu bisa meninggalkan mengabdi kepada Allah dan malah melayani kepada orang lain?

Lalu si istri bercerita apa yang baru saja terjadi. Menangislah si mukmin itu sampai tak sadarkan dir, setelah sadar, ia berkata kepada istrinya ” aku akan mengabdi kepada Allah dan akan memenuhi hak untuk menyembahnya.

Lalu ia menceraikan istrinya dan pergi ke puncak gunung untuk beribadah kepada Allah hingga akhirnya ia mati.

Semoga rahmat allah selalu terlimpahkan kepadanya.

Tiada ulasan: