Catatan Popular

Ahad, 26 Februari 2023

KISAH IBRAHIM BIN ADHAM DINASIHATI SEEKOR HARIMAU

Imam Ahmad Syihabuddin Bin Salamah Al-Qulyuby

Ketika berada di Mekkah dalam rangka melaksanakan ibadah haji, Ibrahim bin Adham tiba-tiba merasakan udara sangat dingin. Tak kuasa menahan, ia pun pergi menunju gua yang berada pada sebuah gunung. Tanpa ia tahu, gua tersebut ternyata adalah rumah seekor harimau.

Tak beberapa lama setelah Ibrahim berada di sana harimau penunggu gua itu datang. Merasa ada orang asing di dalam rumahnya, harimau itu bertanya, “Siapa yang berani memasukkan kamu ke sini tanpa izin dariku?”.

“Maaf, aku adalah orang tersesat. Anggap saja aku ke sini sebagai tamumu,” jawab Ibrahim.

Harimau itu memaklumi. Ia lantas tidur di samping Ibrahim. Oleh karenanya, Ibrahim merasa aman. Malam itu, Ibrahim tidak tidur, melainkan membaca Al-Qur’an semalam suntuk.

Esok harinya, ketika Ibrahim akan keluar gua, tiba-tiba si harimau menasihati. Harimau itu menyarankan agar Ibrahim menghindari sifat ‘ujub (berbangga diri). Pasalnya, bewan buas ini ternyata mengetahui isi hati Ibrahim yang terlewat percaya diri menyatakan bisa berada di samping harimau dengan aman (karena tidak dimangsa).

“Aku sebenarnya sudah tiga hari tidak makan apa-apa. Kalau engkau sebagai tamuku, niscaya aku pasti akan mememakan mu,” jawab si harimau.

Aman dari harimau, Ibrahim lantas mengucapkan hamdalah. Ia keluar dari gua itu.

Singkat cerita, kini, ibadah haji yang dilakukan Ibrahim telah selesai dan ia pulang ke rumah.

Dalam perjalanan pulang itu, tiba-tiba Ibrahim ingin memakan buah delima. Maklum, sudah dua puluh tahun ia tidak memakan buah ini. Saat itu, setiap ingin makan delima, ia selalu menahannya.

Keinginan hati Ibrahim untuk makan delima itu semakin kuat. Bahkan hatinya sampai menyatakan kata-kata ancaman. “Wahai Ibrahim, jika engkau tidak menuruti kemauanku ini, niscaya aku tak akan mau diajak untuk beribadah”.

Ibrahim berjanji kepada dirinya sendiri, bila sudah berada di tempat yang ramai, ia akan mencari delima untuk dimakan.

Di tengah perjalanan, ia menemukan sebuah pohon.

Setelah iditeliti, ternyata pohon ini benar-benar pohon delima. Setelah dilihat-lihat, pohon itu berbuah. Ibrahim mengambil satu buah delima dimakan. Ternyata rasanya asam.

Tiada ulasan: