Catatan Popular

Ahad, 26 Februari 2023

TIPUDAYA PELACUR TERHADAP HAMBA PILIHAN

Imam Ahmad Syihabuddin Bin Salamah Al-Qulyuby

Di kisahkan dulu, di zaman bani israil terdapatlah seorang hamba yang soleh yang menyendiri beribadah kepada Allah di sebuah tempat ibadah tua.

Pemimpin desa tersebut mendatanginya setiap hari pada waktu pagi dan sore hari. Dengan begitu banyak sekali orang yang membencinya. Kemudian mereka bersepakat untuk menggodanya dengan mengirimkan wanita penggoda yang paling cantik di zamannya.

Suatu malam, wanita penggoda datang kepada hamba Allah tadi dan berteriak

“ Wahai hamba Allah yang paling taat beribadah dibanding dengan manusia dan jin!! Aku bertanya kepadamu demi Allah Zat yang Maha Esa, Maha Pemberi, demi Nabi Musa ibn maryam, dan demi Nabi Muhammad yang diutus di akhir zaman akankah kamu akan selamat dari godaanku malam ini, yakni ; dapatkah kamu mengalahkan semua bujukan syetan??” kemudian malam menjadi gelap, desa….

Pada waktu wanita pelacur berada di tempat ibadah hamba soleh, ia menyibakkan pakaian di hadapannya, berdiri telanjang bulat, seluruh tubuhnya terlihat oleh hamba tadi.

Si hamba lalu memejamkan matanya dan menjaga dirinya dari perempuan tadi sambil berkata:

“ apakah kamu tidak malu terhadap Zat yang melihatmu, mengetahui segala yang kaulakukan secara rahasia maupun terang-terangan?? 

Perempuan tadi menjawab “ kamu harus merasakan kecantikanku dan kemolekanku! Si hamba menyahutnya

“ celaka kamu….! Apakah kamu menerima ( sabar ) , merasakan kenikmatan sekejap sedangkan api menyala-nyala menghampiri badan, dan menghapus ibadahku yang telah aku lakukan selama bertahun-tahun.

Perempuan tadi menggodanya lagi, lalu si hamba berkata

“ perhatikan api kecil itu lentera itu dpenuhi minyak tanah, dan dimasuki tali sumbu, si perempuan tetap memperhatikan ke arah lentera itu.  Kemudian si hamba memasukkan jempol tangannya ke dalam nyala api, lama-kelamaan nyala api itu menjalar ke jari telunjuknya si hamba belum juga menarik tangannya sampai-sampai telapak tangannya terkena sengatan api kecil itu, sambil berkata:

“ ini adalah api dunia, bagaimana dengan api neraka nanti ? “

Perempuan tadi menjerit dengan kerasnya dan mati seketika. Si hamba bingung dengan keadaan ini, ia menutupi perempuan tadi dengan pakaiannya dan berajak untuk melakukan shalat.

Si iblis tahu akan keadaan itu lalu berteriak di keramaian kota “ sungguh si fulan yang taat beribadah telah zina dengan si fulanah, kemudian ia membunuhnya di suraunya.

Pemimpin negara mendengar kabar si iblis tadi, lalu bergegas menemui si hamba tadi untuk menanyakan berita itu, si hambapun menjawabnya dengan jujur.

Beliau bertanya “ dimana si fulanah”? ia di sisiku  “ jawab si hamba.

Katakan kepada si fulanah supaya ia menemuiku sekarang juga! “ si hamba mejawab ; ia sudah mati.

Sang amir menduga bahwa apa yang telah ia dengar itu benar, lalu beliau berkata lagi :

“ wahai sang zayid…! Kamu bertahun-tahun tekun beribadah kepada Allah, kenapa kamu tidak takut terhadap alam ghaib dan alam syahadah ( persaksian ), mengapa ibadahmu tadi kamu jual dengan membunuh hambaNya, tidakkah kamu merasa takut apa yang telah kamu  akukan ini besrta akibatnya??

Si hamba tadi tertegun atas ucapan sang amir yang hebat ini, ia tidak tahu harus menjawab bagaimana. Lalu sang amir memerintahkan untuk merobohkan suraunya, memborgol tangannya dengan rantai, dan meyeretnya ke tempat penyiksaan.

Sedangkan perempuan tadi dibawa oleh tentera sang amir dengan ditaruh di atas papan kayu. Sang amir memerintahkan supaya abid tadi di salib, diperlakukan seperti kebiasaan orang yang telah melakukan perzinaan di negara itu, tidak ada yang boleh menolongnya, mencegah dan atau memintakan keringanan siksa baginya.

Ketika gergaji telah diletakkan leher si abid, ia mengaduh dan berkata dengan lesan dan hatinya

“ wahai zat yang mengetahui segala rahasia” tiba-tiba ia mendengar seruan “ berhentilah meminta kepadaku, penduduk langitku menangis atasmu, sungguh…! Aku adalah zat yang memperhatikan apa yang telah kamu lakukan dalam situasi apapun, andai saja kamu mengaduh lagi niscaya langit pun mengaduh.

Setelah itu Allah mengembalikan ruh perempuan tadi pada jasadnya, perempuan tadi berteriak:

“ Demi Allah, ia adalah orang yang terzalimi, ia tidak zina denganku, sekarang ini aku masih perawan.

Perempuan tadi lalu menceritakan apa yang dilakukan si abid dengan tangannya, lalu mereka membuktikan cerita itu dengan melihat tangan si abid dan ternyata yang dilihat oleh mereka sesuai dengan yang telah diceritakan oleh perempuan tadi.

Sang amir menyesal atas perbuatannya kepada sang abid, beliau berkata “ ini adalah peristiwa yang sangat besar”

Si abid menghela nafas terakhir kalinya , mati.

Mereka memakamkannya bersama perempuan tadi  setelah perempuan tadi mati yang kedua kalinya.

 

Tiada ulasan: