Catatan Popular

Ahad, 26 Februari 2023

MENGALAHKAN NASFU DEMI MENDAPAT RIDHA ALLAH

Imam Ahmad Syihabuddin Bin Salamah Al-Qulyuby

Ada seorasng fakir, istri dan anak-anaknya selama tiga hari belum makan.

i istri berkata suami “ wahai suamiku ! tidakkah kamu lihat anak-anak , wajah mereka telah berubah pucat, mereka tidak sesabar, dan sekuat seperti kita.

Sang suami menjawab “ aku sudah berkeliling kepada orang yang mau meperkerjakan aku dengan upah 2 dirham untuk memenuhi kebutuhan makan anak-anak, akan tetapi aku tidak mendapatkannya seseorangpun.

Walaupun api berada di atas ubunku karenanya.

Kemudian istrinya berkata “ ambillah baju besi ini lalu juallah!! Nanti hasil penjualannya belikanlah makanan untuk mereka.

Si suami lalu mengambil baju besi itu lalu menjualnya seharga dua dirham. Ia berjalan untuk membeli makanan.

Di tengah perjalanan ia mendengar seseorang berkata

“ kasihanilah aku karena mengharap ridha Allah dan karena cinta kepada Rasulullah. Wahai orang yang……………    Allah zat yang maha kaya, demi Allah saya tidak mempunyai sesuatupun di dunia ini.

Lalu orang fakir tadi berkata kepadanya “ ambillah uang 2 dirham ini karena Allah dan karena cinta kepada Rasulullah ! setelah itu si fakir merasa malu untuk menghadap istrinya tanpa membawa makanan, ia takut jika nanti akan disakiti hatinya dengan kata-kata  yang jelek dari sang istri.

Lalu ia berjalan ke masjid untuk shalat dan bertafakkur apa yang telah ia lakukan.

Ketika menjelang malam ia pulang kepada sang istri dan anak-anaknya dan ia sampainya sudah lewat kepulangannya.

Istrinya membentak “ apa yang kau lakukan dengan baju besi itu sedangkan kamu telah meninggalkan anak-anak kita dalam keadaan kelaparan.

Lau si fakir menceritakan apa yang telah terjadi yakni apa yang telah dilakukannya tentang seorang peminta-minta, dikasihnya si peminta-minta tersebot.

Si isteri berkata “ apabila kamu telah benar-benar telah melakukan pekerjaan karena Allah maka Allah adalah zat yang maha kaya , sebaik-baik pekerjaan adalah apa yang telah kamu kerjakan bersama Allah.

Si istri melanjutkan kata-katanya “ ambillah………                                                     lalu juallah dan belikan makanan untuk kami.

Ia berkeliling membawa itu akan tetapi tidak ada seorangpun yang mau membelinya sampai-sampai ia merasa putus asa kelelahan.

Pada waktu ia berkeinginan pergi kepada istrinnya tiba-tiba ada seorang nelayan yang membawa satu ikan yang sangat besar yang sedang di timbang, si fakir berkata

“ wahai saudaraku! Ambillah barangku ini yang tidak laku dan berikanlah ikanmu itu ! si nelayanpun menyetujui apa yang telah dikatakan dsi fakir, lalu si nelayan memberikan ikan yang besar tersebut.

Lalu si fakir memberikannya ke sang istri, pada waktu si istri melihat ikan itu wajah suka cita terpancar padanya dan dengan segera ia membelah perut ikan.

Di dalam pertut ikan itu ia melihat sesuatu yang belum pernah ia kenal. Kemudian sang suami mengambilnya dan dibawa kepada para pedagang.

Setelah para pedagang mengamati benda tersebut mereka berkata “ ini bukan;lah sekedar batu biasa.

Benda itu adalah sebuah batu permata yang sangat berharga mempunyai nilai yang tinggi. Setelah dihitung hitung harga batu permata itu bernilai 10 ribu dirham . sang suami membawa wang hasil penjualan batu permata itu kepada istri dan keluarga , mereka sangat senang dan hilanglah rasa sedih dan susah, tiba-tiba datanglah seorang peminta-minta berada di depan pintu dengan berkata

“ wahai hamba Allah!!! berilah aku sedikit sesuatu dari apa yang telah diberikan allah kepadamu ! kemudian si suami bergegas keluar dan berkata kepadanya ! apa yang telah Allah berikan akan kami ambil setengah, setengahnya yang lain adalah untuk kamu seorang, jika saja anda masih merasa kurang , kami juga sanggup akan memberimu dengan lebih.

Si peminta menjawab iya. Lalu ia pergi mengambil keranjang untuk membawa barang yang akan dikasihkan kepadanya.  akan tetapi, si peminta itu tidak kembali lagi sedangkan si suami menanti-nanti kedatangannya sampai ia tertidur dan bermimpi.

Dalam mimpinya ia bertanya kepada si peminta mengapa ia tidak kembali lagi. Si peminta itu menjawab ” aku bukanlah seorang peminta-minta aku adalah malaikat yang diutus Allah untuk menguji kesabaranmu atas apa yang telah allah berikan kepadamu .

Serta saya datang kepadamu untuk memberikan kabar gembira bahwa Allah telah menerima dua dirhammu dan menggantinya dengan memberi beberapa dirham ini di akherat nanti Allah juga, akan memberimu sesuatu yang belum pernah di lihat mata, di dengar oleh telinga dan terpetik dalam hati manusia, karena kamu telah beramal dengan ikhlas mengharap ridha Allah.

Allah tidak pernah menyia-nyiakan amalmu di dalam kitab yang telah Allah turunkan kepada para nabinya. 

Tiada ulasan: