Catatan Popular

Isnin, 5 Ogos 2013

KALAM HIKAM ATHA’ILLAH KE 25 SYARAH TUAN GURU PONDOK : MENCAPAI CITA-CITA DAN BERHASIL CARANYA......



Menurut Kalam Hikmah ke 25 , Imam Ibn Athaillah Askandary menuturkan:

Adalah kamu ketika ingin menapai sesuatu dengan mengandalkan taufiq dari Allah, mengetepikan kekuatan dan usahamu, maka kamu tidak akan rugi, kalah dan pasti akan berhasil. Sebaliknya kalau kamu mencari sesuatu itu dengan mengandalkan kekuatan dan usahamu maka pasti kamu tidak akan berhasil tapi kamu akan rugi dan kalah. 

1. Ayat yang paling jelas menerangkan tentang ini adalah: يا أيها الناس أنتم الفقراء الى الله والله هو الغني الحميد
Arti dari "FAQR" di situ bukan cuma faqir harta, tapi segala kefaqiran dan kebutuhan itu tertanam dalam diri manusia; artinya manusia itu faqir dalam kekuatannya, dalam ilmunya, dan faqir dalam segala kebutuhannya seperti harta dan sebagainya.ketika dia bergerak maka Allah lah yang menggerakkannya, kalau dia beraktiviti di atas bumi ini, membangun, bertani, berkreasi, mencetuskan ide maka semua aktivitinya itu dengan cuma pertolongan Allah. 

2. Nabi Muhammad Saw menyuruh kita untuk memperbanyak berkata : لا حول ولا قوة الا بالله العلي العظيم Di riwayatkan oleh ibn ishaq bahwa sahabat Malik al-Asyja'i datang pada nabi saw, lalu nutur: anakku Auf di tawan.lalu dia mengadu pada beliau susah ibunya. Maka nabi mengatakan: utus pada anakmu bahwa nabi memerintahkanmu untuk memperbanyak LA HAULA WALA QUWWATA ILLA BILLAHIL ALIYYIL ADZIM.lalu Allah menyelamatkannya dan mengembalikannya pada ke dua orang tuanya. 

3. Dalil yang ketiga adalah perkataan nabi saw: المؤمن القوي خير وأحب الى الله من المؤمن الضعيف وفي كل خير.احرص على ما ينفعك.واستعن بالله ولا تعجز وان أصابك شىء فلا تقل لو أني فعلت كان كذا وكذا ولكن قل قدر الله وما شاء فعل فإن لو تفتح عمل الشيطان
Dalam hadits ini baginda Rasul mendahulukan minta pertolongan pada Allah (ISTAIN BILLAH), mengakhirkan pencegahan supaya tidak lemah (WALA TA'JIZ).
Arti dari pendahuluan dan pengakhiran ini adalah, supaya kita berdoa dan meminta dulu pada Allah, baru lalu usaha.usaha itu boleh berbuah kalau ada permintaan pada Allah.
Semua kita pasti pernah mengalami ketika bangun tidur misalnya tidak boleh bangun, tiba-tiba tidak mampu untuk menggerakkan anggota badan kita.Fenomena apa ini? Jawabannya adalah karena Allah mencabut bantuannya pada kita.bagaimanapun ilmu modern menafsirkannya, tapi kenyataan bahwa Allah mencabut bantuannya adalah yang benar.ilmu modern cuma menafsirkan akibat (Atsar) dari keEsaan Alllah ini.
ISYKAL DAN JAWABANNYA Sebagian orang yang bertanya-tanya bahwa saya melakukan belajar dengan mengandalkan pada diriku, tapi tetap saja saya berhasil, tidak berhenti seperti yang di ajarkan oleh Ibnu Ata'illah? Disini kita boleh menjawab bahwa yang di maksud Ibnu Ata'illah dengan terhent i(TAWAQQAFA) di sini bukan berarti Allah menghilangkan kekuatan dari orang ini, tapi yang di maksud adalah Allah menarik TAUFIQNYA dari orang ini.
TAUFIQ disini bukan berarti dia pasti tidak lulus sekolah, tapi yang dimaksud adalah dia tidak akan mendapatkan tujuan dan hasil dari belajarnya. Juga isykal ini boleh di jawab bahwa apa yang dipaparkan Ibnu Ata'illah ini khusus bagi orang yang beriman, sebab kalau dia tidak iman maka ada undang-undang yang lain yaitu dawuh Allah كلا نمد هؤلاء وهؤلاء وما كان عطاء ربك محذورا Juga dalam ayat: ذرهم يأكلو ويتمتعواويلههم الأمل فسوف يعلمون
BUKTI SEJARAH AKAN KEBENARAN HIKMAH INI. Kebenaran hikam ini terbukti dalam perorangan atau individual, juga dapat di buktikan dalam sejarah kenegaraan dan masyarakat banyak,disini akan kita ketengahkan sejarah kehidupan umat islam dulu.
Ketika Nabi saw perang badar, jumlah muslimin sangan tidak sebanding dengan kaum musyrikin, tapi mereka sangat tergantung pada kekuasaan Allah sehingga Allah memberikan kemenangan.doa mereka di abadikan oleh Quran: اذ تستغيثون ربكم فاستجاب لم أني ممدكم بألف من الملائكة مردفين
Begitu juga ketika muslimin perang khoadaq, khaebar, mu'tah, tabuk bahkan akhir dari perang uhud. Tapi ketika muslimin mengandalkan pada diri mereka pada perang hunain maka mereka kalah perang. Perang hunain ini adalah bukti hikam Ibnu Ata'illah pada paruh ke dua.
Allah mengabadikan perang hunain ini dalam quran: ويوم حنين إذ أعجبتكم كثرتكم فلم تغن عنكم شيئا
Begitu juga sejaranya khulafa'urrasyidin, shalahuddin dan Nuruddin Zinky pada perang salib, juga Muhammad al-Fatih dalam penaklukannya pada kota kostantinapel
Adapun ketepesongan muslimin saat ini membuktikan kebenaran paruh kedua dari hikmah Ibnu Ata'illah.keadaan ummat islam sekarang ini telah di gambarkan Nabi sejak dulu kala: يوشك أن تداعى عليكم الأمم كما تداعى الأكلة الى قصعتها قال أمن قلة نحن يومئذ؟ قال بل أنتم يومئذ كثير ولكنكم غثاء كغثاء السيل. وسينزعن الله الرهبة منكم من قلوب أعدائكم وسيقذفن في قلوبكم الوهن قالوا ماالوهن يا رسول الله؟ قال حب الدنيا وكراهية الموت
Tapi disini perlu difahami bahwa bukan berarti dengan percaya pada kekuatan Allah berarti tidak perlu usaha, tapi arti dari hikmah ini adalah bahwa keyakinan akan kekuatan Allah itu tertanam pada hati, adapun usaha adalah aktiviti anggota badan. Allah memerintahkan supaya kita meyakini bahwa kemenangan itu datangnya dari Allah: وما النصر لا من عند الله Tapi Allah juga memerintahkan untuk usaha: وأعدوا لهم ما استطعتم من قوة ومن رباط الخيل ترهبون به عدو الله وعدوكم

Tiada ulasan: