Catatan Popular

Isnin, 17 Julai 2017

PETUAH RABBANI SULTHANUL AULIYA 1



As Syeikh Abdul Qadir Al Jailani bertutur :

“Berpaling dari Al-Haq Azza wa Jalla ketika takdir datang; itu boleh mematikan agama, mematikan tauhid, mematikan tawakal dan mematikan ikhlas. 
Bahwa hati orang Mu’min itu tidak boleh diketahui bagaimana dan mengapa; tidak boleh diketahui.
Bahkan mukmin ketika itu berkata : “Ya, jiwa semuanya beselisih saling bertentang; itu sebabnya barangsiapa hendak memperbaiki jiwa, hendaklah bersungguh-sungguh (bertekun atau mujahadah) menekan diri sampai terbebas dari keburukannya.
Semua keburukan bertempat dalam keburukan. Kala engkau bertekun diri penuh ketenangan, semua yang bersemayam dalam jiwa jadilah baik.
Karena proses terjadinya persesuaian itu berada dalam segala kepasrahan jiwa untuk menjauhi segala maksiat.
Itu sebabnya pada jiwa dikatakan : “Wahai Jiwa yang tenang.” (Qs.Al-Fajr :27).

Tiada ulasan: