Catatan Popular

Sabtu, 6 Mei 2023

KITAB TAJUL ARUS BAB 5 (b) : Cara Mendidik Nafsu

Terjemahan Kitab Tajul ‘Arus Alhawiy li tahdzibin Nufus Karya Syeikh Ibnu ‘Atha’illah

 

Satu waktu aku sowan kepada Syeikh Abu Abbas al mursyi ra. Dan didalam hatiku berkata sesuatu. Lalu Syeikh Abu Abbas berkata, “Apabila nafsumu menginginkan sesuatu maka kerjakanlah sesuai keinginanmu, tapi kau tidak akan mampu mengerjakannya”. Lalu beliau berkata, “Nafsu itu seperti wanita, apabila kau banyak mencela dia, dia juga akan banyak mencela kamu. Maka serahkanlah nafsumu pada tuhanmu, maka tuhanmu akan memperlakukan nafsumu sesuai kehendak-Nya. Terkadang kamu susah mengatur nafsumu yang tidak mau menurut kepadamu. Orang islam itu, orang yang menyerahkan dirinya kepada Alloh. Dengan dalil firman Alloh, “ Sesungguhnya Alloh telah membeli diri dan harta orang-orang mu’min dengan (imbalan)surga untuknya”.

Ketika kau dicintai Tuanmu, maka temanmu akan berpaling darimu, sehingga kamu tidak disibukkan mereka, sehingga meninggalkan Tuanmu. Dan diputus hubunganmu dengan makhluk sehingga kamu kembali kepada-Nya.

Berapa kalipun kamu mengajak nafsumu supaya mau taat, akan tetapi dia akan selalu menolak. Kalau seperti itu pertama kamu butuh obatnya nafsu itu. Apabila nafsu merasakan kenikmatan, maka dia akan datang dengan pilihan, bahwa rasa manis/nikmat yang dirasakan nasfsu disaat maksiat itu juga bisa dirasakan nafsu disaat taat.

Perumpamaan iman itu bagaikan pepohonan yang hijau/subur. Apabila pohon iman itu banyak maksiatnya maka dia akan kering dan berhenti perkembangannya.

Orang yang suka mengerjakan kewajiban, maka tinggalkanlah perkara yang diharamkan. Dan siapa yang meninggalkan perkara makruh maka akan mendapat pertolongan bisa menghasilkan kebaikan. Dan siapa yang mau meninggalkan perkara mubah, maka akan diberi kelebihan yang kelebihan itu akal tidak bisa memuatnya.

Akan tetapi perkara yang ada kesenangan hawa nafsu akan terasa mudah. Dan perkara yang tidak ada kesenangan hawa nafsu akan terasa berat. Contohnya haji sunnah. Apabila dikatakan kepadamu, ”sedekahkan biaya hajimu” maka akan terasa berat. Karena haji itu bisa dilihat oleh masyarakat, dan nafsumu dapat bagian. Sedang shodakoh itu tidak terlihat dan terlupakan.

Seperti juga mempelajari ilmu karena selain Alloh. Walaupun semalam suntuk, kau belajar akan terasa enak dan ringan. Sebaliknya bila kamu diperintah sholat malam dua rokaat saja, maka akan terasa berat. Karena sholat malam itu hanya hbungan antara kamu dan Alloh taala. Dan nafsumu tidak dapat bagian sama sekali.

Jadi seumpama kamu baca Al Qur’an atau belajar ilmu itu nafsumu dapat bagian yang berhubungan dengan masyarakat, maka baca Al Qur’an dan belajar ilmu akan terasa ringan.

Seorang ulama berkata, “Nafsuku sangat ingin menikah, lalu aku melihat mihrob dimasjid itu pecah dan mengeluarkan sandal emas yang dihiasi dengan lu’lu’. Lalu aku mendengar perkataan, “ ini sandal calon istrimu”. Kalau sandalnya saja seperti ini bagamana dengan kecantikan wajahnya, lalu seketika itu juga hilanglah rasa keinginan menikah dalam hatiku.

Orang yang diberi kedudukan tinggi/mulia, orang itu pasti tidak suka menoleh/ mencari ditempat sampah.

Berusahalah mengerjakan amalan sholih dengan disamarkanantara dirimu dan Alloh taala. Keluargamu juga jangan sampai tahu, jadikanlah amalmu simpanan dihadapan Alloh, yang akan kau unduh besok dihari kiamat.

Karena sesungguhnya nafsu itu senang menghitung-hitung amal.

Ada seorang ulama yang puasa empat puluh tahun dan keluarganya tidak ada yang mengetahuinya.

KITAB TAJUL ARUS BAB 5 (a) : Siapa yang mau membeli dagangan ku

Terjemahan Kitab Tajul ‘Arus Alhawiy li tahdzibin Nufus Karya Syeikh Ibnu ‘Atha’illah

 

Wahai hamba Alloh, untuk kepentingan dirimu kamu memilih makanan yang lezat/enak, bahkan pada hewan ternakmu kau pilihkan makanan yang baik. Akan tetapi ketika kamu berhubungan dengan Alloh(Ibadah) kau kerjakan dengan semaumu(asal mengerjakan), terkadang kau memilih-milih makanan hingga 20 macam dan hanya satu yang kau ambil, itu hanya untuk mengisi wc-mu.

Kamu duduk bersila, terkadang kau lama-lamakan dudukmu hanya untuk menikmati makananmu, tapi anehnya ketika kamu sholat, tingkahmu seperti ayam makan (cepat sekali). Dan lagi gangguan waswas, dan krentek hati yang tidak baik dating dalam sholatmu. Tingkah orang yang seperti ini bagaikan orang yang berdiri atau duduk ditempat saasaran tombak atau panah. Dari segala arah dia akan terkena tomak atau panah. Apakah orang seperti ini tidak dinamakan orang yang kumprung/bodoh?

Contoh lain ketika kamu mendengarkan hikmah, tapi kmu tidak mau mengamalkan hikmah tersebut, itu seperti halnya orang yang memakai baju perang, Akan tetapi tidak ikut berperang.

Ingatlah, sungguh sudah ada undangan untuk mendatangi harta daganganku, apakah ada yang mau membeli?  Sedangkan harganya adalah sesuatu yang dirimu disibukkan oleh sesuatu tersebut.

Jadi apabila kamu disibukkan engan perkara dunia, kamu tidak ada harganya. Karena dunia itu ibarat bangkai yang tidak ada harganya.

Permintaan hamba kepada Alloh paling utama adalah meminta supaya bisa tetap dalam taat kepada Alloh swt. Alloh swt. Berfirman “Tunjukkan kepada kami kepada jalan yang lurus”.

Mintalah kepada Alloh hidayah dan istiqomah. Istiqomah yaitu, kamu selalu bersama Alloh dalam segala hal dan keadaan, dengan melaksanakan segala suatu yang menjadikan ridho Alloh. Yaitu dengan menetapi apa yang dibawa oleh kanjeng nabi Muhammad saw. Dari Alloh taala.

Perumpamaan seorang salik (orang yang berjala menuju Alloh), itu seperti orang yang mencari air dan menggali tanah sedikit demi sedikit, sehingga menjadi sumur yang memancar air dari dalamnya.

Sedang perumpamaan orang majdhub (orang yang ditarik langsung kehadrotulloh), itu seperti orang yang membutuhkan air, lalu ada awan yang menurunkan hujan, sehingga dia bisa mengambil air untuk kebutuhannya tanpa kerepotan.

Apabila nafsumu kau beri makanan yang disukainya dan kau carikan apa yang menjadi kesenangannya, kamu itu seperti orang yang didalam rumahnya ada ular yang setiap hari diberi makanan sehingga gemuk, sehingga bisa membunuh orang tsb.

Seandainya Alloh menjadikan dirimu ruh yang tanpa nafsu, tentu kamu akan menjadi orang yang taat tanpa maksiat. Sebaliknya jika Alloh menjadikan kamu nafsu yang tanpa ruh, tentu kamu sel alu maksiat tanpa taat.

Maka dari itu Alloh menjadikan kamu manusia yang ada hati, ruh, nafsu dan hawa.  Seperti lebah madu, yang dijadikan oleh Alloh ada sengat dan ada madunya. Maka dari itu lebah madu macam-macam, ada madunya yang bisa untuk menyembuhkan, dan ada sengat yang bisa membahayakan.

 Alloh menghendaki kalahnya ajakan nafsu itu karena adanya hati. Dan kalahnya ajakan nafsu karena adanya nafsu.

Hai hamba Alloh, Alloh menuntut kamu untuk menjadi hamba-Nya. Akan tetapi kamu tidak mau malah sebaliknya.

Menghadapmu kepada Alloh, dengan cara menghaambamu hanya kepada Alloh. Bagaimana Alloh ridho kepadamu, sedangkan kamu beribadah menghamba kepada selain Alloh.

Diumpamakan kamu datang kepadaku dan mengharap pemberianku, tentu kamu akan menghadap kepadaku. Lalu bagaimana kalau kamu menghadap kepada selain aku.

Dunia itu berhenti dijalan akhirat, lalu dunia akan membelokkan dari akhirat. Dan akhirat itu berhenti dijalan menuju Alloh, lalu akhirat akan mencegah dari wushul kepada Alloh.

Sebagian dari belaskasih Alloh kepadamu, apabila Alloh membukakan aib-aibmu pada dirimu dan menutup aibmu dari manusia.

Ketika kamu diberi harta dunia, dan kamu tidak mau mensyukurinya, sesungguhnya harta itu ujian bagimu. Rosululloh saw. Bersabda, “sedikit dari dunia itu bisa melupakan dari jalan akhirat”.

Suatu hari ada istri dari salah satu ulama, berkata pada suaminya, “ aku sudah tidak sanggup selalu kau tinggal pergi dank au disibukkan pada selain aku” lalu ada suara yang mengatakan: “kalau isterimu itu orang yang tidak membuat dan mewujudkan kamu saja, suka kalau hatimu selalu cinta padanya.  Bagaimana Aku tidak suka kalau hatimu selalu mencintai Aku?”.

 

KITAB TAJUL ARUS BAB 4 (d) : Jangan meragukan rizeki dari Allah

Terjemahan Kitab Tajul ‘Arus Alhawiy li tahdzibin Nufus Karya Syeikh Ibnu ‘Atha’illah

 

Berapa saja jumlah penyakit hati yang tersembunyi, kalau sudah kau wiridkan maka aurad itu akan memperlihatkannya. sedangkan penyakit hati yang besar dosanya yaitu ragu-ragu terhadap Alloh taala. ragu-ragu terhadap urusan rizki, karena itu berarti ragu-ragu terhadap Ar-Rozzaq(Dzat pemberi rizki).

Dunia itu lebih hina bagi orang yang tinggi cita-citanya, siapa saja yang mementingkan (tinggi cita-citanya) terhadap perkara kecil(dunia), dan tidak mementingkan (tinggi cita-citanya) terhadap perkara yang besar (akhirat), orang tersebut dikatakan cacat akalnya.

Dirikan dan kerjakanlah apa saja yang diwajibkan kepadamu dari tugas-tugas ibadah kepada Alloh. Alloh ta’ala itu telah memngurusi kamu dengan segala yang sudah ditetapkan atas dirimu.

Kalau Alloh memberi rizeki kepada hewan bedegal, cicak, bintawardan, apakah Alloh lupa memberi rizki kepadamu?, tentu tidak.

Alloh ta’ala berfirman : “Dan perintahlah kepada keluargamu untuk sholat, dan sabarlah dirimu dalam sholat. Aku tidak meminta rizki kepadamu, (tapi) Akulah yang memberi rizki kepadamu. dan akhiran yang baik itu bagi orang-orang yang bertaqwa.” Siapa saja yang menjaga hak-haknya Alloh, Alloh tidak akan membuat makhluk baru di kerajaannya, kecuali Alloh memberi tahu kepadanya.

Sebagian ulama mendatangi sekelompok orang dan bertanya, “Apakah diantara kamu dari jamaah ini ada yang diberitahu oleh Alloh tentang perkara apa yang baru dijadikan Alloh dikerajaan-Nya?. Mereka menjawab, “Tidak ada”. Ulama tersebut berkata kepada mereka, “Tangisilah dirimu sendiri”.

Para ulama salaf terdahulu Rodhiyallohu anhum, sama bertanya pada seseorang tentang haliyah/keadaannya, untuk memberi isyarat supaya orang tersebut mau bersyukur. Akan tetapi pada hari ini sebaiknya tidak perlu bertanya pada seseorang tentang keadaannya, karena masyarakat saat ini bila ditanya, kamu akan memberi isyarat supaya mereka mengeluh dan berkeluh kesah.

Diceritakan ada seorang yang kerjaannya menggali kubur untuk mencuri kainkafannya, dan dia sudah bertaubat. suatu hari dia menghadap gurunya dan berkata, “Ya Tuanku, aku sudah menggali 1000 kubur, dan aku menemukan muka mereka (mayit) mlengos dari kiblat(tidak menghadap kiblat. itu semua apa sebabnya?”. lalu gurunya berkata, “Hai anakku, muka yang tidak menghadap kiblat itu disebabkan karena orang tersebut ragu-ragu terhadap urusan rizekinya”.

Wahai hamba Alloh, apabila kamu meminta/berdo’a kepada Alloh, mintalah semoga Alloh memperbaiki dirimu dari segala arah/hal. dan semoga Alloh memperbaiki dirimu dengan Ridho atas aturan sudah Alloh atur terhadap dirimu.

 

Kamu adalah hamba yang melarikan diri, Alloh ta’ala menuntut kamu untuk menghadap kepadaNya, tapi kamu lari dari itu, dengan pekerjaanmu, tingkahmu, dan tujuanmu. artinya apakah kamu tidak dikatakan orang yang melarikan diri?, ketika kamu sholat kamu lupa Alloh, ketika kamu puasa kamu buat mainan, ketika mendapat belaskasih dari Alloh, kamu malah mengeluh.

Diceritakan dari Syeikh Abi Al Hasan as-Syadzili ra. beliau berkata, “Aku pernah bertempat dihutan belantara selama tiga hari, sedang aku tidak memiliki apa-apa, lalu ada orang-orang nasroni lewat, dan melihat aku sedang tiduran, salah satu dari mereka mengatakan, “Orang itu adalah pendeta/kiyainya orang-orang islam,”. lalu orang-orang nasroni itu menaruh makanan didekat kepalaku, lalu pergi. Aku berkata pada diriku sendiri, “ Sangat mengherankan, bagaimana mungkin aku diberi rizeki lewat tangannya musuh, dan tidak diberi rizeki lewat tangannya kekasih”. ketika aku dalam keheranan seperti itu, lalu aku mendengar suara yang mengatakan, “Yang di sebut lelaki sejati itu bukanlah orang yang mendapat rizeki lewat tangan kekasihnya,akan tetapi yang dikatakan lelaki sejati itu yang mendapatkan rizeki lewat tangan musuhnya”.

KITAB TAJUL ARUS BAB 4 (c) : Wasilah

Terjemahan Kitab Tajul ‘Arus Alhawiy li tahdzibin Nufus Karya Syeikh Ibnu ‘Atha’illah

 

Berhati-hatilah, Janganlah kamu mempunyai keyakinan bahwa para Nabi, para wali, dan para sholihin, itu tidak bisa dibuat wasilah/perantara.

para Nabi, para wali, dan para sholihinitu semua bisa bibuat wasilah. Alloh menjadikan mereka sebagai wasilah. karena semua keramat para wali itu sebagai saksi kebenaran Nabi saw. Sebab keramat itu sudah berjalan pada diri para wali. seperti perkara yang tidak masuk akal, seperti berjalan di atas air, terbang di angkasa, membuka/menjelaskan sesuatu yang ghoib, mengeluarkan air dll. Para wali tidak diberi karomah seperti itu kecuali untuk menambah kebaikan dalam mengikuti Nabi saw.

Diceritakan dari Syeih Abil hasan as-Syadzili ra. Beliau berkata, Timbanglah dirimu dengan timbangan sholat. ketika kamu sholat sudah tidak melihat bagian-bagian dari nafsu, ketahuilah kamu termasuk orang yang beruntung. tetapi kalau belum bisa seperti itu, maka tangisilah dirimu. ketika kamu menjalankan kakimu menuju sholat, ketahuilah, apakah ada seorang kekasih tidak ingin bertemu orang yang dikasihi?

Alloh swt berfirman, :” Sesungguhnya sholat itu bisa mencegah dari perbuatan keji dan munkar”.

 Jadi siapa saja yang ingin tahu hakikatnya diri dihadapan Alloh dan melihat haliyahnya terhadap Alloh, maka lihatlah sholatnya. apakah sholatnya dilaksanakan dengan tenang dan khusyu’. atau apakah sholatnya dikerjakan dengan lupa dan terburu-buru.

Apabila sholatmu kau kerjakan tidak dengan dua sifat yang terdahulu ya’ni  tenang dan khusyu’, maka taburkanlah debu/tanah dikepalamu.

karena orang yang ikut duduk bersama orang yang memiliki minyak misik/parfum, pasti dia dapat baunya minyak misik/parfum tsb.

Karena sholat itu sowan langsung kepada Alloh. Jadi ketika kamu sowan(Mujalasah) bersama Alloh taala, lalu kamu tidak mendapat apa-apa dari Alloh, itu menunjukkan adanya penyakit didalam hatimu. adakalanya penyakit sombong atau ‘ujub, atau tidak punya adab / tatakerama.  Alloh ta’ala, berfirman; “Orang-orang yang sombong dimuka bumi ini tanpa haq, Aku akan memakaikan(menyiksa) dari ayat Ku”.

Maka dari itu tidak baik bagi orang yang sholat terburu-buru keluar, akantetapi berdzikirlah kepada Alloh, dan mintalah ampunan Alloh dari kekurangan didalam sholat, karena kekurangan dalam sholat itu tidak pantas diterima. karena meminta ampunan dari Alloh setelah sholat, lalu diterima. Rosululloh saw. ketika selesai sholat beliau membaca istighfar tiga kali.

 

KITAB TAJUL ARUS BAB 4 (b) : Ketuklah Pintu Allah

Terjemahan Kitab Tajul ‘Arus Alhawiy li tahdzibin Nufus Karya Syeikh Ibnu ‘Atha’illah

 

Siapa saja yang mau terus menerus mengetuk pintu, dia akan dibukakan juga. Seumpama aku tidak berkeinginan yang halus/baik padamu, aku tidak akan mengatakan apa yang sudah aku terangkan kepadamu.

karena pintu Alloh taala, itu seperti apa yang sudah dikatakan oleh Robi’ah al Adawiyyah ra.: “Kapankah pintu Alloh taala itu ditutup, sehingga butuh dibuka lagi. akantetapi yang aku maksudkan yaitu, pintu yang menyebabkan kamu semua dekat dengan Alloh taala. dan hatimu takut dari lupa kepada sifat Esa-Nya Alloh taala. karena permulaan derajat orang-orang yang berdzikir yaitu dengan menghadirkan hatinya kepada sifat Esa-Nya Alloh taala. tidak ada orang yang berdzikir kepada Alloh lalu dibukakan pintu-Nya, kecuali sebab dia menghadirkan hatinya kepada sifat Esa-Nya Alloh taala. Dan tidak ada dzikirnya orang-orang yang berdzikir, kecuali sebab hatinya lupa pada sifat wahdaniah/Esa-Nya Alloh taala.

Bantutah hatimu supaya bisa menghadap Alloh dengan menahan dua syahwat/keinginan, yaitu: syahwatnya perut dan syahwatnya farji/kemaluan. Dan tidak ada yang menghalangi kamu menghadap Alloh kecuali nafsumu sendiri.

Sangat mengherankan, apa yang menjadikan kamu lebih banyak cinta pada makhluk,  dan apa yang menjadikan kamu lebih sedikit cinta kepada Alloh(Al Haq).

Seumpama kamu dibukakan pintu cinta kepada Alloh, tentu kamu akan mengtahui keajaiban(yang mengherankan.

Bagian dari mencari cinta Alloh yaitu, sholat dua rokaat ditengah malam. menengok orang sakit,  menyolati janazah, shodaqoh untuk membantu saudara muslim, mengilangkan perkara yang membuat orang celaka/sakit di jalanan itu juga sebagian dari mencari cinta Alloh. Akan tetapi pedang yang tajam itu juga butuh tangan yang memeganginya.

Tidak ada ibadah yang lebih bermanfaat kepadamu dibandingkan berdzikir. karena dzikir itu mampu dilakukan oleh orang yang sudah tua renta dan orang yang sakit, yang sudah tidak kuat berdiri, tidak kuat ruku’ dan sujud.

Ketahuilah, para ulama dan para hukama’ itu sudah menunjukkan kepadamu, bagaimana caranya kamu bisa sowan ke-Hadhrotulloh taala. ketahuilah, apa budak yang baru dibeli sudah pantas untuk melayani tuannya? (tentu belum). akan tetapi budak itu berikan orang yang mengajari tatakerama/adab kepadanya. dan apabila sudah pantas, dan sudah tahu tatakerama, barulah budak tadi diajukan untuk melayani tuannya. Begitu juga para Walinya Alloh ra. Para wali itu selalu menemani dan mendidik muridnya sehingga naik ke-Hadhrotulloh taala.

Seperti juga orang yang sudah ahli renang mengajari anak kecil berenang, dengan diberi pengarahan sehingga anak tersebut bisa berenang sendiri. dan setelah anak mahir berenag sendiri baru dilepas di lautan dan ditinggalkan.

KITAB TAJUL ARUS BAB 4 (a) : Tangisi dirimu

Terjemahan Kitab Tajul ‘Arus Alhawiy li tahdzibin Nufus Karya Syeikh Ibnu ‘Atha’illah


Sangatlah jelek jika kamu sudah ubanan rambutmu, sedangkan akalmu masih seperti anak kecil. dan tidak faham apa yang menjadi kehendak Alloh ta’ala pada dirimu.

Kalau kamu orang yang berakal, maka tangisilah dirimu, sebelum orang lain menangisimu. karena sesungguhnya anakmu, istrimu, pembantumu danteman-temanmu itu tidak menangisi dirimu ketika kamu meninggal, tapi menagisi apa yang terputus darimu.

 

Maka dari itu segeralah menangisi dirimu, dan katakana pada dirimu, “Aku harus menangis, karena aku kehilangan bagian dari Tuhanku, sebelum orang anak, istri dan teman-temanku menangisiku.

Cukuplah menunjukkan kebodohanmu, ketika Alloh berbuat baik kepadamu dan memenuhi kebutuhanmu. sedangkan kamu menghadap kepada Alloh dengan ingkar(menutup).

 

  Lelaki sejati itu bukan orang yang menangis dimajlis dihadapan orang banyak, tapi lelaki sejati itu menjerit(menangis) atas dirinya sendiri dan mengembalikan segala urusannya pada Alloh ta’ala.

siapa saja yang mementingkan dirinya untuk menyusahi urusan dunia, dan meninggalkan menyusahi urusan akhirat, dia seperti orang yang akan di terkam harimau, lalu ada nyamuk yang menggigit dirinya, dan dia sibuk menyingkirkan nyamuk, dan lupa tidak berusaha lepas dari harimau.

Karena orang yang lupa dari Alloh itu pasti sibuk dengan sesuatu yang remeh/kecil. dan orang yang tidak lupa pada Alloh, pasti tidak di sibukkan oleh sesuatu selain Alloh. maka perbaikilah tingkah/keadaanmu dengan meninggalkan dunia untuk menghasilkan akhirat.

Sudah terlalu lama kamu  kehilangan akhirat karena mencari dunia.

Sungguh sangat mengherankan, dan sungguh amat buruk kalau tentara itu ketakutan. sungguh amat buruk kalau ahli nahwu itu keliru bacaannya, sungguh amat buruk sibuk mencari dunia bagi orang yang memperlihatkan zuhudnya. Bukan dikatakan lelaki sejati orang yang mengatur ucapannya supaya terdengar bagus, akan tetapi lelaki sejati itu orang yang luas pandangannya.

Diriwayatkan dari syeikh Abil Abbas al Mursi ra. beliau berkata: “Penyu itu kalau merawat anaknya itu hanya dilihat dari kejauhan, begitu juga guru mursyid kalau mendidik muridnya hanya diawasi/dilihat (dari kejauhan). Karena penyu itu bertelur di daratan, lalu dia mengawasi telurnya dari pinggir sungai, Lalu Alloh Ta’ala merawat anak penyu tersebut, sebab penngawasan penyu kepada telur tersebut.

Takutlah kamu, jangan sampai kamu keluar dari dunia ini, sedang kamu belum merasakan manisnya cinta kepada Alloh. karena manisnya cinta Alloh itu tidak ada bandingannya dari makanan, minuman. karena kalau seperti itu kamu hanya seperti orang kafir dan hewan. akan tetapi jadikan dirimu seperti malaikat didalam merasakan manisnya dzikir, dan berkumpul bersama(ingat) Alloh. karena ruh itu tidak mampu menanggung percikan nafsu, jadi kalau tercebur kedunia yang seperti bangkai, kamu tidak pantas sowan kehadhrotulloh ta’ala. Karena Hadhrotulloh itu tidak bisa dimasuki oleh orang yang masih kotor dengan najis maksiat.

Maka dari itu bersihkanlah hatimu dari cela/aib, kamu akan dibukakan pintu ghoib. dan bertaubatlah kamu kepada Alloh, dan kembali kepada Alloh dengan taat dan dzikir.

Jumaat, 5 Mei 2023

KITAB TAJUL ARUS BAB 4 : Orang yang sadar umurnya sudah dekat, dia akan cepat-cepat mencari bekal

Terjemahan Kitab Tajul ‘Arus Alhawiy li tahdzibin Nufus Karya Syeikh Ibnu ‘Atha’illah

 

Orang yang sadar umurnya sudah dekat, dia akan cepat-cepat mencari bekal.

Orang yang sadar kalau umurnya sudah hampir habis, dan dia ingin mengganti amal-amalnya yang sudah ditinggalkan, maka dia harus memperbanyak dengan dzikir keseluruhan. apabila dia mengerjakan itu, umurnya yang pendek akan menjadi panjang. mislnya Dzikir dengan membaca: “Subhanallahil Adhim  Wabi  Hamdihi Adada  Kholqihi  Waridho  Nafsihi  Wazinata  Arsyihi  Wamidaada  Kalimatihi…”

Begitu juga orang yang banyak meninggalkan puasa dan sholat, sebaiknya dia memperbanyak dengan membaca sholawat kepada Rosululloh saw. Karena seumpama seluruh umurmu kau gunakan untuk taat, lalu Alloh ta’ala memberikan satu Rohmat ta’dhim saja kepadamu, satu Rohmat ta’dhim dari Alloh itu lebih unggul/berharga dibandingkan ketaatanmu dalam seluruh umurmu. Karena sholatmu itu hanya menurut kemampuanmu, sedangkan Rohmat ta’dhim Alloh yang diberikan kepadamu itu menurut kekuasaan Rububiyahnya Alloh ta’ala.

 

Itu semua kalau Rohmat ta’dhimnya Alloh hanya satu, lalu bagaimana kalau Alloh memberikan sepuluh Rohmat ta’dhim kepadamu sebagai imbalan setiap Sholawat (yang kau baca). Seperti yang sudah di ceritakan dalam Hadits shohih. Lalu bagaimana baiknya kalau dalam hidupmu kau isi dengan taat kepada Alloh dan selalu berdzikir, atau bersholawat kepada Rosululloh saw…

Diceritakan, “Setiap ada hewan buruan yang bisa diburu(ditangkap pemburu), dan setiap pepohonan yang di potong orang, itu sebab hewan buruan dan pepohonan tersebut lupa berdzikir kepada Alloh ta’ala. Karena pencuri itu tidak akan masuk rumah(mencuri) ketika pemilik rumah dalam keadaan terjaga. sebaliknya pencuri masuk kerumah/mencuri ketika pemilik rumah itu lupa atau tidur.

Siapa saja yang tau kalau waktu berangkat perjalanan sudah dekat, dia akan cepat-cepat dalam mencari bekal (untuk perjalanan).

Siapa saja yang tau kalau perbuatan baiknya kepada orang lain belum ada manfaatnya, dia pasti giat/semangat berbuat baik.

Siapa saja yang tidak menghitung pengeluarannya, dia akan rugi dan tdak tau akibatnya. Siapa saja yang mengangkat seorang wakil, lalu dia (wakil) itu berhiyanat, wakil itu pasti akan dipecat. Begitu juga nafsumu, kamu sudah dikhiyanati nafsumu, maka pecatlah dia(nafsumu) dan persempit jalannya.

Ketika kamu tahu, kalau kamu berpaling dan mengikuti kesenangan nafsumu, dan lupa (kepada Alloh). Itulah sifatmu!.

Dan ketika kamu tahu, kalau dirimu selalu kembali kepda Alloh,  takut kepada Alloh, Zuhud, itu semua sebagian dari perbuatan(kehendak)Alloh ta’ala.

Contoh dari semua itu’, “Ketika kamu tahu didesa/negaramu itu ada pohon Halfa’, Syauk, dan ‘Ausij (pohon-pohon yang banyak durinya). Ya itulah tumbuhan didesa/negaramu.

Ketika kamu tahu di desa/negaramu ada pohon gaharu, kasturi misik dan ambar (yang baunya harum), ketahuilah bahwa itu semua hanya dari kehendakdan dibuat oleh Alloh, bukan tumbuhan dari desa/negaramu.

minyak misik itu dari getah kijang Iraq, dan Minyak Ambar itu dari ikan di lautan india. itu perumpamaan iman mu.

ketika kamu melakukan maksiat, itu seperti matahari yang terkena gerhana. atau seperti lampu yang tertutup piring, lampunya tetap ada, tapi sinarnya terhalang tutup/hijab tadi.

 lalu ketika kamu menghadiri majlis-majlis ilmu, itu supaya sempurna akalmu. apabila umurmu sedikit, akan menjadi banyak/panjang, karena menghasilkan iman, khusyu’, khudhu’(andap ashor), takut kepada Alloh, berfikir(angen-angen), ingat kepada Alloh dan semisalnya.

Apabila kamu mengetahui kedudukan imanmu, kamu tidak akan mendekati maksiat. tidak ada yang paling lambat membayar hutang kecuali nafsu, Musuh yang paling besar bagimu yaitu syetan, dan tidak ada penghalang yang paling kuat seperti hawa nafsu. tidak ada yang menolak bantuan Alloh seperti sombong, karena air hujan itu berkumpul pada tanah yang becek(lembek), tidak di puncak gunung. Begitu juga hati orang yang sombong, Rahmatnya Alloh pindah dari hatinya ke hati orang-orang yang tawadhu’.  Yang di maksud orang yang sombong yaitu orang yang menolak kebenaran, bukan orang yang bagus pakeannya.

Yang dimaksud Kibir yaitu orang yang menolak perkara haq, ya’ni menolak kebenaran dan menghina/merendahkan manusia.

Dan jangan kamu beranggapan kalua tidak ada takabur/sombong kecuali orang berpangkat atau orang yang kaya saja. kadang sombong itu terjadi pada orang miskin/yang tidak punya makanan dimalam hari, dan dia selalu berbuat kerusakan, dan tidak pernah berbuat baik, karena sesungguhnya dia itu takabur/sombong pada makhluknya Alloh ta’ala. dan jangan kamu beranggapan kalau orang yang tertimpa bencana itu orang yang di tahan atau orang yang di penjara, akan tetapi orang yang maksiat kepada Alloh itu juga termasuk orang yang tertimpa bencana. karena dia memasukkan najis maksiat di kerajaannya Alloh yang suci.

Banyak orang yang menafkahkan hartanya (Dinar dan dirham), tapi sedikit orang yang mau menafkahkan ruhnya.

Orang yang bodoh yaitu orang yang menangis ketika anaknya mati, tapi dia tidak menangis ketika meninggalkan taatdan ibadah kepada Alloh Azza Wa Jalla. seakan akan dia mengatakan (dengan lisan halnya), “ aku menangisi pada sesuatu yang menyibukkan aku pada Tuhanku”. sebaikny dia malah senang sebab anaknya telah bisa menghadap pada Tuannya (Alloh). Karena Alloh telah mengambil apa yang bisa melupakan/menyibukannya dari Alloh.

KITAB TAJUL ARUS BAB 3 (e) : Jagalah Umurmu

Terjemahan Kitab Tajul ‘Arus Alhawiy li tahdzibin Nufus Karya Syeikh Ibnu ‘Atha’illah

 

Cukuplah untuk menunjukkan kebodohanmu, apabila kamu dengki kepada ahli dunia dan pada sesuatu/harta yang diberikan kepadanya. dan hatimu disibukkan dengan apa yang dimiliki oleh ahli dunia. Jadi kamu lebih bodoh daripada mereka. karena ahli dunia, disibukkan oleh apa yang diberikan padanya(yaitu harta benda). sedangkan kamu disibukkan oleh apa yang tidak diberikan kepadamu.

Ketika matamu sakit, segera kamu obati, itu semua tidak ada lain karena kamu sudah merasakan nikmatnya dunia. sehingga kamu obati supaya tidak tehenti melihat keindahan dunia.  Dan mata hatimu sudah sakit selama empat puluh tahun, dan kamu tidak mau mengobati.

Ketahuilah, permulaan umurmu telah kau sia-siakan, maka kamu harus menjaga akhir dari umurmu. Sebagaimana seorang wanita yang mempunyai anak sepuluh, dan mati yang Sembilan dan tinggal satu anak, apakah wanita tersebut berusaha menjaga anaknya yang tinggal satu itu?.

Kamu telah menyia-nyiakan sebagian besar dari umurmu. maka jagalah sisa dari umurmu, seperti kau menjaga air dalam wadah yang tinggal sedikit. Demi Alloh. umurmu itu tidak dimulai dari kamu lahir, tapi umurmu dimulai dari kamu mengenal Alloh ta’ala.

Jauh sekali perbedaan antara orang yang ahli beruntung dan orang yang ahli celaka.

 

Orang yang ahli beruntung, Ketika dia melihat orang/masyarakat melakukan maksiat, pada sisi lahirnya dia ingkar dan benci, tapi pada hatinya dia mendo’akan orang yang maksiat tadi.

Sedang orang yang ahli celaka, dia ingkar pada orang yang maksiat demi menuruti kesenangan nafsunya, dan terkadang malah merusak kehormatan orang yang maksiat tadi.

Orang mukmin yaitu orang yang mau memberi nasihat kepada saudaranya dikala sepi(tidak ada orang banyak), dan menutupi aib saudaranya di muka orang banyak.

 

Sedang orang yang celaka itu sebaliknya orang mukmin, ketika melihat orang yang maksiat dia mengunci pintu (tidak mau menerima) dan mencela-cela orang yang maksiat. itu menunjukkan mata hati(bashiroh)nya gelap, dan kedudukannya dihadapan Alloh dijauhkan.

Apabila kamu akan meneliti/mengukur akal seseorang, maka perhatikan ketika kamu menyebutkan seseorang(Si fulan) pada dia. kalau dia menanggapinya dengan tanggapan yang jelek sehingga mengatakan “Menurutku dia (Sifulan) itu prbuatannya begini dan begini…”. maka ketahuilah bahwa hati nya itu rusak dan tidak ada makrifatnya. kalau dia menanggapi dengan menyebutkan kebaikan Sifulan tersebut, atau ketaika kamu menyebutkan aibnya sifulan pada dia, tapi dia menanggapi dengan baik dan mengatakan, “Mungkin sifulan itu sedang lupa, atau dia sedang ada udhur, atau perkataan lainnya”. Ketahuilah kalu hatinya itu tenang/terpelihara.

Sesungguhnya Mukmin itu selalu menjaga keselamatan kehormatan saudaranya Muslim.

KITAB TAJUL ARUS BAB 3 (d) : Siapa orang Mukmin itu?

Terjemahan Kitab Tajul ‘Arus Alhawiy li tahdzibin Nufus Karya Syeikh Ibnu ‘Atha’illah

 

Apabila kamu ditanya “siapa orang Mukmin itu?” maka jawablah “yaitu orang yang mau melihat aibnya dirisendiri, tidak mau mencela aib orang lain”.  Apabila kamu ditanya “siapa orang yang hina itu?. maka jawablah “yaitu orang yang mencela orang lain dan membiarkan aibnya diri sendiri”.

Sebagian dari perkara salah yang dilakukan orang pada setiap masa, yaitu memperlihatkan muka senang dan ramah tamah pada orang yang maksiat. Seumpama mereka mau memperlihatkan muka muram, itu sudah termasuk mencegah dari perbuatan maksiat.

Apabila kamu dibukakan pintu kesempurnaan, tentu kamu tidak akan mau kembali pada perbuatan yang hina. bagaimana pendapatmu, apabila ada orang yang dibukakan pintu rumah gedung, apa dia mau kembali lagi pada tempatnya di tempat sampah?.

Apabila kamu dibukakan pintu kedamaian antara dirimu dan Alloh, tentu kamu tidak akan mencari orang yang mendamaikan hatimu selain Alloh.

Apabila kamu dipilih Alloh untuk masuk wilayah Rububiyyah, tentu kau tidak akan memutus untuk menghadap-Nya.

Apabila kamu termasuk orang yang mulia karena Alloh, tentu kamu tidak akan menyerahkan kemuliaan pada selain Alloh.

Apabila kamu diselamatkan dari cinta makhluk, tentu kamu senang karena kamu termasuk orang yang diperhatikan(diselamatkan) oleh Alloh ta’ala.

Setiap kemaksiatan itu pasti bersamaan dengan kehinaan. Apakah kau bermaksiat lalu Alloh memuliakan kamu? tentu tidak seperti itu! Sesungguhnya Alloh telah menyambungkan antara kemuliaan dengan taat, dan kehinaan dengan maksiat.  Taat akan menjadi Nur, kemuliaan dan terbukanya hijab. sebaliknya maksiat akan menjadikan kegelapan, kehinaan dan hijab antara dirinya dan Alloh ta’ala. akan tetapi, Tidak ada yang menghalangi kamu dari menyaksikan Alloh, kecuali kamu tidak mau berhenti pada hukum-hukum Alloh ta’ala, dan kamu sibuk kepada alam yang diciptakan Alloh.

Ketika anakmu maksiat(membangkang tidak mau menurut) maka ajari dia dengan syariat agama, dan jangan kau biarkan, tapi hadapi dengan muka muram/marah, supaya dia berhenti dari maksiat.

Perkara yang memalukan yang banyak terjadi pada orang mukmin, yaitu ketika mukmin melakukan maksiat.  adakalanya dia dibuka aibnya atau diejek oleh orang(masyarakat). kalau sudah begitu masyarakat menjadi salah jalan. ketika mukmin melakukan maksiat, orang tersebut masuk pada kerusakan yang besar.

adapun cara menyelamatkannya seperti ketika kamu kepada anakmu yang maksiat. pada lahirnya, kamu bermuka muram/marah, dan pada hati/batin, kamu belas kasih dan mendo’akan secara samar.

KITAB TAJUL ARUS BAB 3 (c) : Khawatirkan dirimu dari Suu’ul khotimah

Terjemahan Kitab Tajul ‘Arus Alhawiy li tahdzibin Nufus Karya Syeikh Ibnu ‘Atha’illah

 

Perkara yang paling banyak dikhawatirkan bagi dirimu yaitu Su’ul khotimah (wal’iyadhu billah). itu dikarenakan matinya api iman yang disebabkan hitamnya maksiat. hitamnya maksiat yaitu dosa-dosa yang bertumpuk yang tidak ditaubati sehingga hati menjadi gelap.

Kamu jangan meremehkan amal-amalmu, memilih perbuatan baik hanya untuk mengisi wc. takutlah kamu pada nafsu yang bertempat pada dirimu, karena nafsu akan mengalahkan kamu, lalu nafsu tidak mau meninggalkan pemiliknya sampai dia mati. berbeda dengan setan, dibulan Romadhon setan meninggalkan orang yang diganggunya. Karena dibulan romadhon para setan dibelenggu.

dan terkadang ada orang yang membunuh dan mencuri dibulan romadhon, itu semua dari pengaruhnya nafsu.

Jadi apabila nafsu condong kepada maksiat, maka ingatlah akan siksanya Alloh dan terputus dari Alloh sebab nafsu yangcondong pada maksiat.

Madu yang beracun itu harus ditinggalkan, dengan mengetahui manisnya madu dan adanya bahaya/penyakit dimadu tersebut. karena nabi telah bersabda: “Dunia itu manis dan hijau (yakni menyenagkan)” pada riwayat yang lain “Dunia itu bangkai yang menjijikkan”.

Dunia itu manis dan hijau bagi orang yang lupa, dan Dunia itu bangkai yang menjijikkan bagi orang yang berakal.

Dunia itu manis dan hijau menurut nafsu, dan Dunia itu bangkai yang menjijikkan menurut kacamata hati.

Dunia itu manis dan hijau supaya waspada, dan Dunia itu bangkai yang menjijikkan supaya lari dari dunia.

Maka dari itu, kamu semua jangan sampai tertipu oleh manisnya dunia, karena akhirnya pasti pahit.

KITAB TAJUL ARUS BAB 3 (b) : Jangan sepelekan dosa-dosa kecil

Terjemahan Kitab Tajul ‘Arus Alhawiy li tahdzibin Nufus Karya Syeikh Ibnu ‘Atha’illah

 

Perkara yang paling dikhawatirkan bahayanya bagi dirimu, yaitu menyepelekan dosa-dosa yang kecil. Karena dosa besar terkadang kau anggap besar lalu kamu cepat bertaubat. Sedangkan kamu menganggap remeh dosa kecil, sehingga kamu tidak mau bertaubat.

Jadi perumpamaan kamu itu seperti orang yang bertemu dengan seekor harimau yang besar, lalu diselamatkan oleh Alloh, lalu ketemu dengan lima puluh harimau yang kecil-kecil, kamu bisa dikalahkan. Alloh ta’ala berfirman,: “Dan kamu semua menganggap remeh pada satu perkara, padahal menurut Alloh itu perkara yang besar”.

Dosa besar itu ketika memandang sifat lomannya Alloh itu menjadi dosa kecil, akantetapi dosa kecil apabila terus menerus dikerjakan akan menjadi dosa besar. Karena racun sedikit itu bisa juga membunuh manusia. Dosa kecil itu ibarat percikann api, dan percikan api itu terkadang bisa membakar satu Negara.

Siapa saja yang mengifakkan/menggunakan keselamatannya dari balak dan kesehatannya pada perkara maksiat kepada Alloh, itu seperti orang yang ditinggali harta warisan orang tuanya seribu dinar, lalu dibelikan ular dan kalajengking, di ditaruh disebelah tubuhnya, sebentar-sebentar di patuk ular dan sebentar-sebentar di sengat kalajengking, apa kira-kira orang tersebut tidak mati?

Waktumu sudah ditentukan untuk mengingkari Alloh. Perumpamaan dirimu itu seperti burung rajawali yang terbang berputar-putar diatas bangkai, ketika tahu ada bangkai, burung itu turun dan memakan bangkai tersebut.

Kamu berusahalah menjadi seperti lebah madu, walaupun kecil tubuhnya, tapi besar cita-citanya, lebah senang dengan bunga-bunga dan dijadikan sesuatu yang enak dimakan yaitu madu.

Kamu sudah lama bergelimangan ditempat becana, maka dari itu berusahalah menepel/bergelimangan kepada orang yang dicintai Alloh azza wa jalla.

 

Sebenarnya haqiqat telah menjelaskan jalanmu, namun orang itu dibunuh oleh sifat lupa. Cobaan apa saja tidak akan bisa mengembalikan orang itu pada haqiqat. Karena wanita yang kurang akalnya akan tertawa ketika ditinggal mati anaknya.

Begitu juga kamu mendapatkan ujian/bencana dari beribadah dimalam hari, dan puasa disiang hari. Dan seluruh tubuhmu tidak merasakan sakit, itu disebabkan karena sifat lupa telah mematikan hatimu.

Karena orang yang hidup itu akan merasa sakit bila tertusuk jarum. Sedang orang yang mati tidak akan merasa sakit walaupun ditebas dengan pedang. Jadi kalau begitu kamu termasuk orang yang mati hatinya.

Duduklah kamu dimajlis hikmah/ilmu. Karena dimajlis itu ada bau harum dari harumnya bau surga, yang bisa kamu temukan dijalanmu, tempatmu dan dirumahmu.

Jangan sampai kamu ketinggalan majlis ilmu, walaupun kamu masih maksiat. Jangan sampai kamu berkata: “tidak ada faidah/gunanya aku datang ke majlis ilmu, sedang aku masih bermaksiat, dan aku belum bisa meninggalkan maksiat”. Akan tetapi orang yang berburu itu tetap meleparkan alat buruannya, walaupun hari ini belum dapat buruan, besok hari akan dapat buruan.

Ketahuilah hai orang baik!, takutlah kamu pada maksiat, terkadang maksiat bisa menghentikan rizki. Jadi kamu harus selalu mencari taubat kepada Alloh. Apabila taubatmu diterima kamu termasok orang yang beruntung, apabila taubatmu tidak diterima, maka mintalah pertolongan kepada Alloh. Dan bacalah”

“Ya Tuhan kami telah melakukan kedholiman pada diri kami sendiri, kalaulah Tuan tidak mengampuni kami, dan tidak belas kasih kepada kami, tentu kami termasuk orang-orang yang rugi”.

Janganlah kamu seperti orang yang sudah berumur empat puluh tahun, tapi sekalipun dia belum pernah mengetuk pintu Alloh.

KITAB TAJUL ARUS BAB 3 (a) : Bekas maksiat secara lahir dan batin

Terjemahan Kitab Tajul ‘Arus Alhawiy li tahdzibin Nufus Karya Syeikh Ibnu ‘Atha’illah

 

Ketahuilah bahwa maksiat itu mengandung arti merusak janji, dan melepaskan ikatan cinta dengan mengalahkan Tuannya (Alloh) dan mengikuti kesenangan hawa nafsunya, melepaskan tutupnya rasa malu, dan cepat cepat menuju Alloh dengan mengerjakan perkara yang tidak diridhoi oleh Alloh.  Selain itu semua:

Bekas maksiat yang dhohir/nyata seperti: pada diri orang yang maksiat terlihat suram, dimatanya kelihatan keras, malas berkhidmat kepada Alloh, tidak bisa menjaga kehormatan, berusaha keras menuruti keinginan hawa nafsunya,  dan tidak bisa mengerjakan ketaatan.

 

Bekas maksiat yang batin seperti: kerasnya hati, memenuhi dadanya dengan syahwat, hilangnya rasa manis/nikmatnya taat, banyaknya penghalang dari makhluk yang selalu menghalangi terpancarnya Nur, selalu dikalahkan oleh kekuasaan hawa nafsu, dan selain itu semua masih ada seperti hati selalu ragu-ragu, lupa kalau nanti kan kembali menghadap Alloh, dan lamanya penghitungan amal.

Sudah cukup menunjukkan jeleknya maksiat dengan bergantinya nama, karena bila kamu menjadi orang yang taat, kamu disebut orang yang mengerjakan kebaikan, sedangkan bila kamu maksiat, maka akan berubah dan disebut orang durhaka. Itulah artinya berpindahnya sebutan/nama. Lalu bagaimana kalau yang berganti itu atsar/labet?, yaitu dari atsar rasa manisnya taat berubah menjadi manisnya maksiat.

Atsar nikmatnya mengabdi kepada Alloh berganti menjadi nikmatnya syahwat. Begitulah bergantinya atsar, lalu bagaimana kalau yang berubah/berganti itu sifat? Yaitu setelah kamu memiliki sifat yang baik dihadapan Alloh  ta’ala, lalu berganti menjadi orang yang memiliki sifat yang buruk. Itu yang berhubungan dengan pergantian sifat, lalu bagaimana kalau yang berubah itu kedudukan?, yaitu setelah kamu menjadi orang yang sholih/baik dihadapan Alloh, lalu menjadi orang yang rusak dihadapan Alloh, setelah kamu menjadi orang yang berhati-hati dihadapan Alloh berubah menjadi orang yang ingkar dan khianat kepada-Nya.

Maka apabila macam-macamnya dosa itu sudah terbuka dihadapanmu, maka segeralah minta pertolongan kepada Alloh ta’ala, dan mengungsilah kapada-Nya dan taburi tanah dikepalamu(merasa hina) dan berdo’a: “Ya Alloh, pindahlah kami dari hinanya maksiat menuju kemuliaannya taat kepada-Mu”.

Dan berusahalah kamu untuk bisa berziarah kemakam-makam para Auliya’ dan sholihin, dan bacalah “Yaa Arhamar-roohimiin” (Wahai Dzat yang sangat belas kasih, belaskasihi kami).

Apakah kamu termasuk orang yang ingin memerangi nafsumu? Sedang nafsumu kamu kuatkan dengan menuruti kesenangannya(syahwat). Sehingga kamu dikalahkan nafsumu. ketahuilah, sungguh kamu termasuk orang yang bodoh.

Hati itu seperti pohon yang disirami dengan ketaatan. Dan buahnya yaitu apa-apa yang menempel pada pohon tersebut.

Mata, buahnya bisa mengambil I’tibar/contoh(tepotulodo).

Telinga, buahnya bisa mendengarkan Al Qur’an.

Mulut, buahnya bisa berdzikir kepada Alloh.

Kedua tangan dan kaki, buahnya bisa berjalan menuju kebaikan.

Jadi apabila hati kering, maka akan rontok buah-buahnya. Apabila hatimu kering maka perbanyaklah dzikir kepada Alloh.

Kamu jangan seperti orang yang sakit dan berkata, “aku tidak akan berobat sehingga ada obatnya.” Maka katakan padanya, “kamu tidak akan menemukan obat/sembuh kalau kamu tidak mau berobat”.

Dalam jihad/perang itu tidak ada rasa manis/enaknya, yang ada hanya ujungnya tombak.  Maka dari itu perangilah hawa nafsumu, itu termasuk perang yang besar.

Ketahuilah, wanita yang kehilangan anak itu tidak punya hari raya, tapi yang punya hari raya itu orang yang bisa mengalahkan nafsunya. Yang punya hari raya itu orang yang bisa mengumpulkan masalah yang berbeda-beda yakni, bisa menghadapi semua persoalan.

Seorang ulama lewat didepan rumah seorang pendeta, lalu ulama itu bertanya, “hai pendeta? Kapan hari rayanya orang/kaum itu? Pendeta itu menjawab, “ hari rayanya itu pada hari dia mendapat ampunan dari tuhannya”. 

 Sifat antara dirimu dan nafsumu itu seperti orang yang menemukan istrinya di warung minuman(khomr) lalu istri tersebut diberi pakaian yang bagus, dan diberi makanan yang enak-enak. Jadi apabila kamu meninggalkan sholat itu berarti kamu memberi makanan nafsumu dengan bubur harisah (harisah: makan yang terbuat dari tepung dan telur/daging) dan macam-macam makanan(yang dirasa enak menurut nafsu).

Ada sebagian ulama yang selama empat puluh tahun tidak pernah mengikuti sholat berjamaah, karena merasa tidak kuat mencium bau busuk(tidak enak)nya hati orang-orang yang lupa kepada Alloh.

Sungguh mengherankan! Kamu mengerti perkara yang menjadikan kebaikan duniamu, tapi kamu bodoh tentang perkara yang menjadikan kebaikan akhiratmu.

Contoh sifat dunia pada dirimu itu seperti seorang yang keluar menuju pekarangannya, dan giat bekerja. Setelah berhasil lalu ditimbun menjadi bahan makanan, lalu dia mendapat manfaat dari bahan yang ditimbun pada waktu dibutuhkan.

Sedangkan kamu menimbun syahwat/keinginan nafsumu yang seperti ular dan maksiatmu yang seperti kalajengking, sehingga kamu menjadi rusak/binasa. Itu cukup menunjukkan kebodohanmu. Para manusia menyimpan bahan makanan untuk persiapan diwaktu butuhnya, sedang kamu menyimpan perkara yang menjadikan bahaya dirimu yaitu maksiat.

Bagaimana pendapatmu, ada orang yang datang membawa ular dan dipelihara didalam dirumahnya. Dan ketahuilah, kamu itu yang mengerjakan seperti itu.

KITAB TAJUL ARUS BAB 2 : Siapa yang sungguh-sungguh bertaubat, akan mendapatkan cinta Allah Ta’ala

Terjemahan Kitab Tajul ‘Arus Alhawiy li tahdzibin Nufus Karya Syeikh Ibnu ‘Atha’illah


Ketahuilah, permulaan maqom-maqom itu adalah Taubat. Dan maqom setelahnya tidak akan diterima kecuali dengan taubat.

Perumpamaan orang yang maksiat itu seperti periuk/kuali yang masih baru dan dibawahnya dinyalakan api, sebentar saja kuali tersebut akan jadi hitam, apabila kamu segera mencucinya, maka kuali akan bersih kembali. Akan tetapi bila kau biarkan, dank au gunakan memasak berkali-kali, maka hitamnya akan semakin menempel. Dan semakin sulit dan akan pecah dan tidak akan berguna dila kau cuci.

Maka dari itu Taubat merupakan perkara yang bisa membersihkan hitamnya hati. Apabila hati sudah bersih lalu akan muncul macam-macam amal baik, yang bau wanginya akan diterima oleh Alloh ta’ala.

Hai orang baik, Berusahalah mencari taubat dari Alloh ta’ala secara terus menerus. Sungguh apabila kamu bisa mendapatkan taubat maka waktumu pasti akan menjadi baik, karena taubat itu salahsatu anugerah pemberian Alloh yang diberikan kepada siapa saja yang dikehendaki Alloh ta’ala.  Taubat ini terkadang dihasilkan oleh para budak yang pecah mata kakinya, tidak dihasilkan oleh tuannya.  Terkadang dihasilkan oleh istri perempuan, tidak dihasilkan oleh suami laki-laki. Terkadan dihasilkan oleh pemuda, tidak dihasilkan oleh orang tua.

Jadi apabila kamu diberi anugerah taubat, itu menunjukkan kamu dicintai oleh Alloh.  Karena Alloh ta’ala telah berfirman yang artinya: ”Sesungguhnya Alloh ta’ala itu cinta pada orang-orang yang bertaubat dari dosa, dan cinta pada orang-orang yang bersesuci dari kotoran”.

Sesungguhnya tidak ada orang yang menginginkan sesuatu, kecuali dia mengetahui kedudukan sesuatu tersebut. Walaupun kamu menebar yaqut/berlian didepan hewan, pastilah gandum yang lebih di senangi dibandikan yaqut tadi.

  Coba fikirkan! kamu termasuk yang mana dari dua golongan ini? Yaitu: Apabila kamu mau bertaubat maka kamu termasuk orang yang dicintai, bila kamu tidak mau bertaubat, kamu termasuk orang-orang yang dholim pada dirinya.

Alloh ta’ala telah berfirman: Siapa saja yang tidak mau bertaubat, mereka termasuk orang-orang yang dholim”. Siapa saja yang bertaubat pasti beruntung, dan siapa saja tidak mau bertaubat pasti akan rugi.

Hai orang baik, jangan kamu putus asa, lalu mengucapkan “berkali-kali aku bertaubat, aku akan rusak/binasa juga. Jangan begitu.. sebab orang yang sakit, masih akan berharap hidup selagi masih ada ruhdalam dirinya.

Tatkala seorang hamba mau bertaubat, surge yang menjdi tempatnya akan merasa senang, langit dan bumi juga senang, Rosululloh saw juga senang.

 

Al haq Allah swt itu tidak ridho bila kamu menjadi orang yang cinta, tapi Alloh ridho kalau kamu menjadi orang yang dicintai. Maka dimanakah kedudukan orang yang dikasihi dan orang yang mengasihi? Sangat tercela seorang hamba yang mengetahui kebaikan Dzat yang memberi kebaikan pada dirinya, lalu dia berani maksiat/durhaka kepada Dzat yang memberi kebaikan.

Orang yang maksiat tidak akan mengtahui kebaikan Dzat yang memberi kebaikan. Dan tidak akan tahu kedudukan dzat yang memberi kebaikan, apabila dia tidak mau meneliti(ngawasi) Dzat yang memberi kebaikan.

Orang yang sibuk pada selain Allah dia tidak akan beruntung.

Orang yang mengerti kalau nafsu itu mengajak pada kerusakan akan tetapi dia masih mau mengikuti ajakannya, mengerti kalau hati itu mengajak kepada kebaikan/kebenaran tapi dia mengingkari ajakannya, dan mengerti kedudukan tuhan yang dimaksiati / durhakai, tapi tetap juga maksiat.

Seumpama orang itu tahu persifatan Tuhan yang didurhakai dengan sifat AgungNya, tentu dia tidak akan menghadapinya dengan melakukan maksiat. Seumpama dia tahu dekatnya Tuhan dan dia selalu di awasi, tentu dia tidak akan berani melanggar semua yang sudah dilarang oleh Tuhannya.  Seumpama orang itu tahu bekas dari dosa baik yang ada di dunia maupun diakhirat baik dalam keadaan tersembunyi maupun nyata, tentu orang tersebut malu pada Tuhannya. Dan seumpama orang itu tahu kalau dirinya dalam genggaman (kekuasaan) Tuhannya, tentu orang itu tidak akan berani mengingkarinya.

KITAB TAJUL ARUS BAB 1 (b) : Itba Rasul

Terjemahan Kitab Tajul ‘Arus Alhawiy li tahdzibin Nufus Karya Syeikh Ibnu ‘Atha’illah

Kamu tidak akan termasuk orang yang di telantarkan kecuali sebab kamu meninggalkan mengikuti Nabi Muhammad saw. Dan kamu tidak akan mendapatkan keluhuran derajat dihadapan Alloh, kecuali kamu mengikuti Nabi Muhammad saw.

 

Sedangkan mengikuti Nabi Muhammad saw itu ada dua macam:

1.Jaliyyah(Terang-terangan)

2.Khofiyyah(Sembunyi/samar).

 

1. Mengikuti Nabi secara Terang-terangan itu seperti: sholat, Puasa, zakat, Haji, Jihad dan lain-lain.

 

2. Mengikuti Nabi secara Khofiyah (Samar) yaitu: I’tiqodnya hati menghadap Alloh dalam sholatmu dan berfikir maknanya dalam membaca Al Qur’an. Jadi jika kamu mengerjakan ketaatan, seperti sholat dan membaca Al qur’an, akan tetapi kamu tidak merasa menghadap Alloh dalam sholatmu dan berfikir maknanya dalam membaca Al Qur’an. Ketahuilah, dalam dirimu itu ada penyakit yang tersembunyi(samar) yaitu penyakit takabur(sombong) atau ‘Ujub (membanggakan amalnya sendiri) atau penyakit-penyakit lainnya.

Alloh ta’ala telah berfirman yang artinya: “Aku akan membelokkan(menjauhkan) dari ayat-ayatKu atas orang-orang yang sombong dimuka bumi ini yang tidak punya hak(sombong)”. Jadi perumpamaan dirimu itu seperti orang yang sedang sakit panas, yang merasakan pahitnya gula. (padahal gula itu manis rasanya).

Maksiat yang menyebabkan rasa hina dan mengharapkan rahmat dari Alloh itu lebih baik daripada ketaatan yang menjadikan rasa agung dan sombong dalam hati. Alloh ta’ala telah berfirman yang menceritaka tentang Nabi Ibrahim  ‘alaihi nabiyyina Muhammad  afdhalus shalah wasallam, yang artinya: “Siapa saja orang yang mengikuti aku, orang itu menjadi bagian dari golonganku.” Pemahaman ayat ini, barang siapa yang mau mengikuti nabi Ibrahim, maka orang tersebut menjadi bagian dari golongannya Nabi Ibrahim.

Alloh ta’ala juga berfirman yang menceritakan Nabi Nuh alaihi wa ‘ala nabiyyinal musthofa azkas sholati wasallam, yang artinya: “ Sungguh anak lelaki ini sebagian dari keluargaku”. Lalu Alloh menjawab dengan firmannya: “ Alloh ta’ala berfirman Hai Nuh! Sesungguhnya dia(kan’an) itu bukan bagian dari keluargamu. Karena dia memiliki amalan yang tidak baik”.

Jadi yang di namakan mengikuti yaitu menjadikan orang yang mengikuti seperti bagian dari orang yang di ikuti. Walaupun yang diikuti orang lain. Seperti contoh sahabat Salman al farisi ra. Karena Nabi telah bersabda, : “Salman itu bagian dari keluargaku”. Sudah maklum bawa Sahabat Salman itu orang faris, akan tetapi sebab dia mengikuti Nabi. Nabi Muhammad bersabda tentang pribadi Salman, karena untuk mengajari umatnya, Bahwa mengikuti itu menyebabkan bertemu dan tidak mengikuti/ingkar itu menyebabkan perpisahan.

Alloh ta’ala sudah mengumpulkan semua kebaikan itu ada didalam rumah. Dan Alloh menjadikan kuncinya rumah itu berupa mengikuti Nabi Muhammad saw, maka dari itu berusahalah kamu untuk mengikuti Nabi saw. Dengan berqona’ah dari rizki yang diberikan Alloh kepadamu, zuhud, mengambil sedikit dari dunia, dan meninggalkan ucapan atau pekerjaan yang tidak berguna.

Siapa saja yang suadh dibukakan pintu mengikuti Nabi Muhammad saw. Itu menunjukkan orang tersebut dicintai oleh Alloh. Sebab Alloh telah berfirman: (Hai Muhammad) katakanlah, apabila kamu semua benar-benar cinta kepada Alloh, maka ikutilah aku, Alloh akan mencintaimu”.

Apabila kamu mencari kebaikan secara keseluruhan maka berdo’alah kepada Alloh, “Ya Alloh, Sungguh aku meminta kepadaMu Supaya aku bisa mengikuti utusanMu pada semua ucapan dan perbuatannya.

Dan siapa saja yang ingin mengikuti Rosulullah saw. Dia harus meninggalkan perbuatan dholim pada semua hamba Alloh, baik dholim pada kehormatan ataupun nasabnya. Karena apabila manusia itu terbebas dari perbuatan dholim antara satu orang dengan lainnya, tentu bisa langsung berangkat menuju Alloh. Akan tetapi manusia itu dihalag-halangi dengan perbuatan aniaya/dholimnya. Seperti orang yang mempunyai banyak hutang dan di tagih oleh orang yang dihutangi.

Ketahuilah! Seumpama kamu orang yang istimewa dan didekat sang raja, lalu ada orang yang menagih hutang kepadamu, maka kamu pasti merasa Susah(sumpek) walaupun hutang tersebut hanya sedikit, lalu bagaimana keadaanmu bila sudah datang hari kiamat, sedangkan kamu dituntut oleh seratus ribu orangatau lebih, yang datang menagih hutang yang macam-macam. Ada yang meminta harta tanpa hak, merusak kehormatan dan lain-lain. Kalau seperti itu bagaimana tingkah/keadaanmu?

Orang yang terkena musibah yang sebenarnya yaitu orang yang dirusak oleh dosa-dosanya sendiri dan dirusak oleh kesenangan nafsunya. Sehingga dirinya menjadi tempat yang rusak yang tidak ada harganya.

Orng seperti inilah orang yang terkena musibah yang perlu ditakziyahi. Karena dia sudah kehabisan makanan dan kehilangan syahwatnya. Perlu untuk memenuhi wc dan menyenangkan istrinya, sukur-sukur makanannya dari barang halal

 

KITAB TAJUL ARUS BAB 1 (a) : Taubat

Terjemahan Kitab Tajul ‘Arus Alhawiy li tahdzibin Nufus Karya Syeikh Ibnu ‘Atha’illah As Sakandari

 

Wahai Manusia, Bertaubatlah kalian semua kepada Allah.

 

Wahai hamba Berusahalah untuk selalu bertaubat kepada Alloh disetiap waktumu, karena Alloh ta’ala  sudah memerintah kamu untuk bertaubat.

Alloh ta’ala  sudah berfirman Dalam Al Qur’an yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kamu semua kepada Alloh dengan keseluruhan. Supaya kamu semua beruntung.”

 

Dan firman Alloh yang artinya: “Sesungguhnya Alloh ta’ala  cinta pada orang yang bertaubat dari dosa, dan cinta pada orang yang bersesuci dari kotoran.”

 

Rosululloh saw. Bersabda, “Sesungguhnya hatiku ditutupi/dipenuhi dengan Nur, Dan aku selalu meminta ampunan kepada Alloh setiap harinya tujuh puluh kali.”

 

Jika kamu mau bertaubat sebaiknya kamu jangan sampai lepas dari memikirkan seberapa lama umurmu, dan berfikir tentang apa yang sudah kau kerjakan pada waktu siangmu. Apabila kamu mendapati taat yang kamu kerjakan, maka bersyukurlah kepada Alloh karena ketaatan itu.

Apabila kamu mengerjakan maksiat, maka celalah dirimu sendiri sebab amal maksiat yang kau kerjakan.

 

Dan mintalah ampun dan bertaubatlah kepada Alloh ta’ala. Karena majelismu dihadapan Alloh ta’ala itu tidak ada yang lebih bermanfaat bagimu dibanding majlis untuk mencela dirimu sendiri. Dan tidak dikatakan mencela diri sedang kamu tertawa-tawa dan senang-senag. Akan tetapi celalah dirimu dengan sungguh-sungguh, orang yang sungguh dalam mencela diri akan terlihat raut muka yang muram, susah hatinya dan merasa hina.

 

Jika kamu mau melakukan yang seperti itu dengan sungguh-sungguh, Alloh ta’ala  akan mengganti susah dangan kegembiraan, hina dengan kemuliaan, gelap diganti dengan nur/cahaya dan terhijabmu kepada Alloh akan dibuka oleh Alloh ta’ala.

 

Di ceritakan dari Syeikh Makinuddin al Asmar, Beliau salah satu dari tujuh wali abdal. Beliau berkata: Ketika aku dalam permulaan perjalanan(Suluk), Aku bekerja menjahit yang hasilnya untuk kebutuhan makan. Pada waktu siang aku selalu menghitung bicaraku, dan ketika waktu sore, aku selalu meneliti semu kata bicaraku pada waktu siang tadi yang hanya sedikit, apabila pembicaraanku tadi itu bagus, Aku terus memuji dan bersyukur kepada Alloh ta’ala. Dan apabila pembicaraanku tadi tidak baik, aku lengsung bertaubat  kepada Alloh meminta ampunan-Nya. Begitulah amalan Syeikh Makinuddin, sehingga Alloh mengangkat beliau menjadi wali Abdal.

 

Ketahuilah, apabila kamu sudah mempunyai wakil yang mau mengoreksi dan meneliti dirimu sendiri, tentu kamu tidak perlu mengreksi dirimu, karena sudah ada yang mengoreksi dan meneliti dirimu. Akan tetapi apabila wakilmu tidak mau mengoreksi dan meneliti dirimu, tentu kamu sendiri yang harus berusaha mengoreksi dirimu sendiri dengan teliti.

 

Maka atas dasar inilah seyogjanya semua amal yang kamu kerjakan hanya karena mengagungkan Alloh dan tidak merasa dirimu bisa beramal. Dan Alloh ta’ala  tidak memeriksa dan meneliti kamu.

 

Apabila seorang hamba melakukan dosa, maka terjadi pada dirinya kegelapan. Jadi maksiyat itu di ibaratkan seperti api, sedang kegelapan hati khususnya maksiat seperti orang yang menyalakan api didalam rumah selama masa 70 tahun. Dan kamu akan melihat rumah itu pasti menghitam.

 

Begitu juga hati akan menjadi hitam sebab maksiat, dan tidak akan bisa bersih kecuali hanya dengan Taubat kepada Alloh ta’ala. Jadi adanya kehinaan, gelapnya hati, terhijabnya hati itu selalu bersamaan dengan maksiat, dan apabila kamu bertaubat kepada Alloh, bekas-bekas dosa itu akan hilang.