Catatan Popular

Selasa, 28 Ogos 2012

RAHSIA HATI KITA : PERBAIKI HATI KITA DULU...................

‘Barang siapa yang memperbaiki apa yang tersembunyi dalam hatinya, maka Allah akan memperbaiki apa yang nampak dari dirinya, dan barang siapa yang memperbaiki hubungannya dengan Allah, maka Allah akan memperbaiki hubungannya dengan para manusia’” (dari Kitab Mukhtashor Al Iman Al Kabir, Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab, Maktabah Darul Minhaj halaman 31)

Sah dan tidaknya amalan dhahir seorang hamba, adalah ditentukan dengan benar atau tidaknya apa yang tersembunyi di dalam hati orang tersebut.

Allah ta’ala berfirman (ertinya) :
“Maka apakah orang-orang yang membangun bangunan (masjid) atas dasar taqwa kepada Allah dan keridhaan-Nya adalah lebih baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh , lalu (bangunan) tersebut roboh bersama dia ke dalam neraka jahannam.”(At Taubah :109)

Syaikh As Sa’diy rahimahullahu menjelaskan dalam tafsirnya tatkala menafsirkan ayat tersebut, “Maksud dari membangun bangunan (amal ibadah) atas dasar taqwa adalah ‘atas dasar niat yang sholeh dan keikhlasan kepada Allah’. 

Dan beliau rahimahullah juga mengatakan : “Sesungguhnya iman (yang ada di dalam hati) merupakan syarat sah dan diterimannya amal sholeh. Dan tidaklah sebuah amal dikatakan sebagai amal yang sholeh melainkan didasari dengan iman.” Ibnu Qayyim Al Jauziyah rahimahullah mengatakan: “Barangsiapa yang hendak meninggikan bangunannya, maka hendaklah dia mengokohkan pondasinya dan memberikan perhatian penuh terhadapnya. Sesungguhnya kadar tinggi bangunan yang bisa dia bangun adalah sebanding dengan kekuatan pondasi yang dia buat. Amalan manusia adalah ibarat bangunan dan pondasinya adalah iman
Kemudian beliau melanjutkan: “Adapun fundasi tersebut mencakup dua perkara : Pertama adalah pengenalan yang baik seorang hamba kepada Allah ‘Azza wa Jalla, seluruh perintah-Nya, nama dan kepada sifat-sifat-Nya yang mulia, dan yang kedua adalah ketundukan yang sempurna kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam”

Oleh karena itu hendaklah seorang muslim perhatian terhadap apa yang ada di dalam hatinya, berusaha memperbaiki keimanannya dan apa yang diyakini oleh hatinya dan berusaha meninggalkan berbagai bentuk keraguan yang dapat mengurangi dan membatalkan keimannya.
Sufyan Ibnu ‘Uyainah rahimahullahu berkata, “Ulama-ulama terdahulu biasa saling mengirim nasehat satu dengan yang lainnya, ‘Barang siapa yang memperbaiki apa yang tersembunyi dalam hatinya, maka Allah akan memperbaiki apa yang nampak dari dirinya, dan barang siapa yang memperbaiki hubungannya dengan Allah, maka Allah akan memperbaiki hubungannya dengan para manusia’” Tidaklah Allah melihat kedudukan seorang hamba, melainkan apa yang tertanam dalam hati dan buah yang muncul dari hati tersebut.

 Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda,
“Sesungguhnya Allah tidaklah melihat pada bentuk jasad dan wajah-wajah kalian, akan tetapi Dia akan melihat pada hati kalian, dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menunjuk dada beliau” (Hadits riwayat Muslim)

Tiada ulasan: