Catatan Popular

Isnin, 26 Februari 2018

KITAB MADARIJUS SALIKIN SIRI 35 : MURAQABAH (ALLAH MENGAWASINYA)


TEMPAT-TEMPAT PERSINGGAHAN IYYAKA NABUDU WA IYYAKA NASTAIN

IMAM IBN QAYYIM AL JAUZIYAH

Kaitannya dengan tempat persinggahan muraqabah ini, Allah telah
befirman,
"Dan, Allah Maha Mengawasi segala sesuatu." (Al-Ahzab: 52).
"Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati." (Al-Mukmin: 19).

Masih banyak ayat-ayat lainnya yang menjelaskan bahwa Allahmengetahui segala sesuatu, melihat, mendengar, mengawasi yang lahirmaupun yang batin dan bahwa Allah senantiasa beserta manusia, di manapun mereka berada. Di dalam hadits Jibril disebutkan bahwa dia bertanyakepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tentang ihsan. Makabeliau menjawab, "Jika engkau menyembah Allah seakan-akan melihat-Nya. Jika engkau tidak bisa melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu."
Muraqabah artinya pengetahuan hamba secara terus-menerus dankeyakinannya bahwa Allah mengetahui zhahir dan batinnya. Muraqabahini merupakan hasil pengetahuannya bahwa Allah mengawasinya, melihatnya,mendengar perkataannya, mengetahui amalnya di setiap waktudan di mana pun, mengetahui setiap hembusan napas dan tak sedetik punlolos dari perhatian-Nya.
Muraqabah merupakan ubudiyah dengan asma'-Nya Ar-Raqib, Al-Hafizh, Al-Alim, As-Sami' dan Al-Bashir (Maha Mengawasi, Menjaga
Mengetahui, Mendengar dan Melihat). Siapa yang memahami asma' inidan beribadah menurut ketentuannya, berarti dia telah sampai ke tingkatmuraqabah.
Pengarang Manazilus-Sa'irin, mengatakan, "Muraqabah artinya terus-menerus menghadirkan hati bersama Allah. Ada tiga derajat muraqabah:
1. Muraqabah Allah terhadap perjalanan kepada-Nya secara terus-menerus,memenuhi hati dengan keagungan Allah, mendekat kepadaAllah sambil membawa beban dan pembangkit kesenangan. Jika hatisudah diisi keagungan Allah, maka ia akan mengesampingkanpengagungan terhadap selain-Nya dan tidak mau berpaling kepada-nya.
Pengagungan ini tidak akan terlupakan jika hati bersama Allah, disamping juga mendatangkan cinta. Setiap cinta yang tidak disertaipengagungan terhadap kekasih, menjadi sebab yang menjauhkannyadari kekasih. Dalam derajat ini mengandung lima perkara: Perjalanankepada Allah, kelanjutan perjalanan ini, hati yang bersama Allah, pengagungan-Nya dan berpaling dari selain-Nya.
Jika sudah ada kedekatan hati dengan Allah, maka akan Menghasilkankesenangan dan kenikmatan, yang tidak bisa diserupakan dengankesenangan di dunia dan tidak dapat dibandingkan, karena ini merupakansalah satu keadaan dari para penghuni surga. Di antara orangyang memiliki ma'rifat berkata, "Pada saat tertentu dapat kukatakan,'Sekiranya para penghuni surga seperti keadaan saat ini, tentu merekadalam kehidupan yang sangat menyenangkan." Tidak dapat diragukanbahwa kesenangan dan kenikmatan inilah yang membangkitkannyauntuk terus mengadakan perjalan kepada Allah, berusaha dan mencarikeridhaan-Nya. Siapa yang tidak merasakan kesenangan dankenikmatan ini, atau sebagian di antaranya, maka hendaklah diamencurigai iman dan amalnya. Karena iman itu mempunyaikemanisan. Siapa yang tidak dapat merasakan manisnya manis,hendaklah kembali untuk mencarinya, dengan mencari cahaya yangbisa mendatangkan manisnya iman. Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallamtelah menyebutkan rasa iman dan cara mendapatkan manisnya iman.Rasa ini dikaitkan dengan iman. Sabda beliau,
"Yang dapat menikmati rasa iman adalah yang ridha kepada Allahsebagai Rabb, kepada Islam sebagai agama dan kepada Muhammadsebagai rasul."
Beliau juga bersabda,
"Tiga perkara, siapa yang tiga perkara ini ada pada dirinya, makadia akan merasakan manisnya iman, yaitu: Siapa yang Allah danRasul-Nya lebih dia cintai dari selain keduanya, siapa angmencintai seseorang, yangdia mencintainya hanya karena Allah,dan siapa yang tidak suka kembali kepada kekufuran setelah Allahmenyelamatkannya dari kekufuran itu, sebagaimana dia tidak sukadilemparkan ke neraka."
Saya pernah mendengar Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyah berkata, "Jikaengkau tidak mendapatkan kemanisan dan kesenangan dari suatu amaldalam hatimu, maka curigailah ia. Karena Allah adalah MahaPenerima syukur. Artinya, Allah pasti akan memberi pahala kepadaseseorang di dunia karena amalnya, berupa kemanisan yang dirasakandi dalam hati, kesenangan dan kegembiraan. Jika dia tidakmerasakannya, berarti amal itu disusupi syetan."
2. Muraqabah Allah terhadap penolakan penentangan, yaitu denganberpaling dari bantahan.Ini merupakan muraqabah Allah terhadap dirimu untuk sifat yangkhusus, yaitu yang mengharuskan adanya pemeliharaan zhahir danbatin. Memelihara zhahir ialah menjaga semua gerakan zhahir, danmemelihara batin artinya menjaga lintasan sanubari, kehendak dangerakan-gerakan batin, yang dari gerakan batin inilah muncul penentanganterhadap perintah Allah. Batin harus dibersihkan dari segalasyahwat dan kehendak yang bertentangan dengan perintah-Nya, dibersihkandari segala kehendak yang bertentangan dengan kehendak-Nya,dibersihkan dari segala syahwat yang bertentangan dengan pengabaran-Nya, dibersihkan dari segala cinta yang mencampuri cinta kepada-Nya. Inilah hakikat hati yang sehat dan inilah hakikat pembebasan diri
orang-orang yang memiliki ma'rifat dan orang-orang yang taqar-rubkepada Allah.Adapun sebab penentangan yang harus dihindari hamba adalah bantahanatau sanggahan. Sebagaimana yang banyak terjadi di kalanganmanusia, bantahan ini ada tiga macam:
- Membantah asma' dan sifat-sifat Allah dengan berbagai dalih yangdisebut ketetapan akal oleh para pelakunya, yang pada hakikatnyaadalah hayalan-hayalan batil. Mereka membantah sifat-sifat Allahyang ditetapkan terhadap Diri-Nya dan juga merubah kalimat Allahdari tempatnya.
- Membantah syariat dan perintah-Nya dengan mengandalkan pikirandan analogi-analogi yang mereka buat, sehingga mereka menghalalkanyang haram dan mengharamkan yang halal. Mereka jugamembantah hakikat-hakikat iman dengan perasaan dan hayalanhayalanmereka. Mereka juga membantah syariat Allah denganmenerapkan hukum-hukum ciptaan manusia sebagai ganti hukumAllah dan Rasul-Nya. Mereka juga membantah perbuatan, qadha'dan qadar Allah. Tentu saja semua ini merupakan bantahan orangorangyang bodoh.
3. Muraqabah azal untuk menerima panji tauhid dan muraqabbah isya-ratazal yang muncul di setiap saat dan berlaku untuk selama-lama-nya.Artinya, mempersaksikan makna azal, yaitu sifat terdahulu yang menjadisifat Allah dan yang tidak ada sesuatu pun sebelum-Nya atau yangmendahului-Nya. Jika seorang hamba memahami makna azal danmengetahui hakikatnya, maka pada saat itu tampak panji tauhid, laludia siap menerimanya, sebagaimana prajurit yang siap menerima panjipasukan perang.
Sedangkan makna muraqabah isyarat azal yang muncul di setiap saatdan berlaku untuk selama-lamanya, bahwa Allah yang azali juga memilikisifat yang abadi, mempunyai bentangan hidup antara keduanya.

Tiada ulasan: