Catatan Popular

Selasa, 21 Oktober 2014

KITAB AL MINAH AL SANIYAH (MENAJDI KEKASIH ALLAH) FASAL 10 : TIDAK BANYAK BICARA



Oleh Syeikh Wahhab As-Sya'rani (Tokoh Sufi Mesir)

Untuk mendekatkan diri kepada Allah, seseorang hendaknya dapt menjaga mulutnya; tidak banyak bicara kecuali ada perlu.

Rasulllah bersabda;
"Siapa yang ingin selamat agamanya, hendaknya diam".

Peribahasa mengatakan, berbicara adalah perak sedang diam adalah emas. Artinya, diam lebih baik daripada berbicara. Dalam thoriqot, sebagaimana dikatakan Al-Qusyairi, para murid juga disuruh diam, sebab berbicara sebenarnya adalah cobaan. Dengan banyak bicara, nafsu menjadi memperoleh alat dan kesempatan untuk menyalurkan hasrat-hasrat jahatnya; menunjukkan kebaikan diri, sombong, congkak dan lain-lain.

Sedemikian, sehingga banyak bicara dapat menyerap kebaikan-kebaikan yang dilakukan sebagaimana tanah kering menyerapair hujan.

"Banyak bicara menyerap kebaikan-kebaikan sebagaimana bumi menyerap air"
 (Abu Bakar ibn Ayyas)

Selain itu, nur Ilahy juga akan keluar dari diri manusia ketika mereka banyak berbicara bohong. Sehingga, hatinya menjadi gelap, mati dan dirinya menjadi terlempar dari jalan Ilahy.

"Gedung kewalian tiang-tiangnya telah terbagi Para pemimpin kita yaitu, dari para wali abdal Mereka selalu diam menjauhkan diri (uzlah) selamanya Menjaga lapar dan tiduru ntuk membersihkan hati yang mahal

Tiada ulasan: