Junaid
mengisahkan: Pada suatu ketika aku ingin melihat Iblis. Aku berdiri di pintu
masjid dan dari kejauhan terlihatlah olehku seorang tua yang sedang berjalan ke
arahku. Begitu aku memandang-nya, rasa ngeri mencekam perasaanku.
"Siapakah engkau ini?" aku bertanya kepadanya.
"Yang engkau inginkan", jawabnya.
"Wahai makhluk yang terkutuk", aku berseru, "apakah yang menyebabkan engkau tidak mau bersujud kepada Adam?"
"Bagaimanakah pendapatmu Junaid?", Iblis menjawab, "jika aku bersujud kepada yang lain daripada-Nya?"
Junaid mengisahkan, betapa ia menjadi bingung karena jawaban
Iblis itu.
Dari dalam lubuk hatiku terdengarlah sebuah seruan, "Katakan, engkau adalah pendusta. Seandainya engkau adalah seorang hamba
yang setia niscaya engkau mentaati perintah-Nya".
Ketika Iblis mendengar kata-kata ini, ia meraung nyaring. "Demi Allah Junaid, engkau telah membinasakan aku!" Dan setelah itu ia pun hilang.
"Siapakah engkau ini?" aku bertanya kepadanya.
"Yang engkau inginkan", jawabnya.
"Wahai makhluk yang terkutuk", aku berseru, "apakah yang menyebabkan engkau tidak mau bersujud kepada Adam?"
"Bagaimanakah pendapatmu Junaid?", Iblis menjawab, "jika aku bersujud kepada yang lain daripada-Nya?"
Junaid mengisahkan, betapa ia menjadi bingung karena jawaban
Iblis itu.
Dari dalam lubuk hatiku terdengarlah sebuah seruan, "Katakan, engkau adalah pendusta. Seandainya engkau adalah seorang hamba
yang setia niscaya engkau mentaati perintah-Nya".
Ketika Iblis mendengar kata-kata ini, ia meraung nyaring. "Demi Allah Junaid, engkau telah membinasakan aku!" Dan setelah itu ia pun hilang.
ooo
Pada masa
sekarang ini semakin sedikit dan sulit ditemukan saudara-saudara seagama",
seseorang berkata di depan Junaid.
Junaid
membalas: "Jika engkau menghendaki seseorang untuk memikul bebanmu, maka
orang-orang seperti itu memang sulit dan sedikit dijumpai. Tetapi jika engkau
menghendaki seseorang untuk ikut memikul bebannya, maka orang seperti itu
banyak sekali padaku".
Tiada ulasan:
Catat Ulasan