Catatan Popular

Rabu, 28 Oktober 2015

KISAH LAPAN MURID ISTIMEWA JUNAID



Junaid mempunyai delapan orang murid istimewa yang melaksanakan setiap buah fikirannya. Pada suatu hari, terfikirkan oleh mereka bahwa mereka harus terjun ke perang suci.
Keesokan paginya Junaid menyuruh pelayannya mempersiapkan perlengkapan perang. Beserta kedelapan orang murid tersebut ia lalu berangkat ke medan perang.
Ketika kedua belah pihak yang bertempur saling berhadapan. tampillah seorang satria perkasa dari pasukan kafir itu, lantas dibinasakannya kedelapan murid Junaid.
"Aku menengadah ke atas langit", Junaid mengisahkan, "dan di sana terlihat olehku sembilan buah usungan.
Roh masing-masing dari kedelapan muridku yang syahid itu diangkat ke sebuah usungan: jadi masih ada satu usungan yang kosong. 'Usungan yang masih kosong itu tentulah untukku', aku berfikir dan karena itu akupun mencebur kembali ke dalam kancah pertempuran.
Tetapi satria perkasa yang telah membunuh kedelapan sahabatku itu tampil dan berkata: 'Abul Qasim, usungan yang kesembilan itu adalah untukku. Kembalilah ke Baghdad dan jadilah seorang syeikh untuk kaum Muslimin. Dan bawalah aku ke dalam Islam".

"Maka jadilah ia seorang Muslim. Dengan pedang yang telah digunakannya untuk membunuh kedelapan muridku itu iapun berbalik membunuh orang-orang kafir dalam jumlah yang sama. Kemudian ia sendiri terbunuh sebagai seorang syuhada.
Rohnya". Junaid mengakhiri kisahnya, "ditaruh ke atas usungan yang masih kosong tadi. Kemudian kesembilan usungan itu menghilang tidak terlihat lagi".

Tiada ulasan: