Catatan Popular

Rabu, 14 Oktober 2015

SYEIKH JUNAID AL BAGHDADI BERKHOTBAH



Ketika lidah Junaid telah fasih mengucapkan kata-kata mulia, Sari as-Saqathi mendesak bahwa Junaid berkewajiban untuk berkhotbah di depan umum. Mula-mula Junaid enggan; ia tidak ingin melakukan hai itu.
"Apabila guru masih ada, tidaklah pantas bagi si murid untuk berkhotbah", Junaid berkilah.

Kemudian pada suatu malam Junaid bermimpi dan dalam mimpi tersebut ia bertemu dengan Nabi saw. "Berkhotbahlah!", Nabi berkata kepadanya.
Keesokan paginya ia hendak pergi mengabarkan hai itu kepada Sari tetapi ternyata Sari sudah berdiri di depan pintu rumahnya.
"Sebelumnya engkau selalu merasa enggan, dan menantikan agar orang-orang mendesakmu untuk berkhotbah. Tetapi mulai saat ini engkau harus berkhotbah karena kata-katamu dijadikan sebagai alat bagi keselamatan seluruh dunia. Engkau tak mau berkhotbah ketika dimohonkan murid-muridrnu, engkau tak mau ketika diminta oleh para syeikh di kota Baghdad. Dan engkau tak mau berkhotbah ketika kudesak. Tetapi kini Nabi sendirilah yang memberi perintah kepadamu, oleh karena itu engkau harus mau berkhotbah".

"Semoga Allah mengampuni diriku", jawab Junaid. "Tetapi bagaimanakah engkau bisa mengetahui bahwa aku telah berjumpa dengan Nabi dalam mimpiku?"
"Aku bertemu dengan Allah dalam mimpi", jawab Sari, "dan Dia berkata kepadaku: Telah Ku-utus rasul-ku untuk menyuruh Junaid berkhotbah di atas mimbar"'.
"Aku mau berkhotbah", Junaid menyerah, "tetapi dengan satu syarat bahwa yang mendengarkan khotbah-khotbahku tidak lebih dari empat puluh orang".
Pada suatu hari Junaid berkhotbah. Jumlah pendengar hanya empat puluh orang. Delapan belas orang di antaranya menemui ajal mereka sedang sisanya yang berjumlah dua puluh dua orang jatuh pingsan dan harus digotong ke rumahnya masing-masing.
Di dalam kesempatan lain Junaid berkhotbah di dalam masjid besar. Di antara jamaahnya ada seorang pemuda Kristen tetapi tak seorang pun yang mengetahui bahwa ia beragama Kristen. Si pemuda menghampiri Junaid dan berkata: "Nabi pernah berkata: 'Berhati-hatilah dengan wawasan seseorang yang beriman karena ia dapat melihat dengan nur Allah'. Apakah maksudnya?"

"Yang dimaksudkannya adalah", Junaid menjawab, "bahwa engkau harus menjadi seorang Muslim dan melepaskan sabuk ke-kristenanmu itu karena sekarang ini adalah zaman Islam".
Si pemuda segera memeluk Islam setelah mendengar jawaban Junaid tersebut.
ooo
Setelah berkhotbah beberapa kali, orang-orang menentang Junaid. Junaid menghentikan khotbahnya dan mengurung diri di dalam kamarnya. Betapapun ia didesak untuk berkhotbah kembali, ia tetap menolak.
"Aku sudah cukup puas", jawab Junaid, "Aku tidak mau merancang kehancuran diriku sendiri"..
Tetapi beberapa lama kemudian tanpa diduga-duga Junaid naik ke atas mimbar dan mulai berkhotbah.
"Apakah kebijaksanaan yang terkandung di dalam perbuatanmu ini?", seseorang bertanya kepadanya.

Junaid menjawab: "Aku teringat sebuah hadits di mana Nabi berkata: 'Di hari-hari terakhir nanti yang menjadi juru bicara di antara ummat manusia adalah yang paling bodoh di antara mereka. Dialah yang akan berkhotbah kepada ummat manusia. Aku me-nyadari bahwa aku adalah yang terbodoh di antara ummat manusia dan aku berkhotbah karena kata Nabi itu, aku takkan menentang kata-katanya itu".

Tiada ulasan: