Catatan Popular

Khamis, 15 Oktober 2015

KISAH JUNAID DAN WALIALLAH SEBAGAI TUKANG CUKUR



"Aku telah mendapat pelajaran mengenai keyakinan yang tulus dari seorang tukang cukur", Junaid merenungi dan setelah itu ia pun berkisah sebagai berikut;
Suatu ketika sewaktu aku berada di Mekkah, kulihat seorang tukang cukur sedang menggunting rambut seseorang.
Aku berkata kepadanya: "Jika karena Allah, bersediakah engkau mencukur rambutku?"
"Aku bersedia", jawab si tukang cukur. Ia segera menghentikan pekerjaannya dan berkata kepada langganannya itu: "Berdirilah, apabila nama Allah diucapkan, hal-hal yang lain harus ditunda".
Ia menyuruhku duduk. Diciumnya kepalaku dan dicukurnya rambutku. Setelah selesai ia memberikan kepadaku segumpal kertas yang berisi beberapa keping mata wang.
"Gunakanlah wang ini untuk keperluanmu", katanya kepadaku.
Aku pun lalu bertekad bahwa hadiah yang pertama sekali kuperoleh sejak saat itu akan kuserahkan kepada si tukang cukur tersebut. Tak lama kemudian aku menerima sekantong wang emas dari Bashrah. Wang ini kuberikan kepada tukang cukur itu.

"Apakah ini?" ia bertanya kepadaku.
''Aku telah bertekad", aku menjelaskan. "hadiah yang pertama sekali kuperoleh akan kuberikan kepadamu. Wang itu baru saja kuterima".
Tetapi si tukang cukur menjawab:
"Tidakkah engkau malu kepada Allah? Engkau telah mengatakan kepadaku: 'Demi Allah cukurlah rambutku', tetapi kemudian engkau memberi hadiah kepadaku. Pernahkah engkau menjumpai seseorang yang melakukan sesuatu perbuatan demi Allah dan meminta bayaran?".

Tiada ulasan: