Catatan Popular

Jumaat, 12 Januari 2018

FADILAT MALAM NISFU SYAABAN

Imam Ahmad Syihabuddin Bin Salamah Al-Qulyuby.

Diceritakan pada suatu hari dalam perjalanannya Nabiyulloh ‘Isa AS melihat sebuah gunung yang tinggi, kemudian beliau bermaksud mendakinya.

Tiba-tiba dilihatnya pada sebuah batu besar di punca gunung tersebut susu yang sangat putih warnanya. Beliau  berjalan mengelilinginnya dan terheran heran melihat keindahannya.

Kemudian Allah memberikan wahyu kepadanya, “ Wahai’ Isa , senangkah kamu apabilaa aku jelaskan apa yang telah membuatmu ta’jub itu?”

Beliau menjawab , “Ya, saya menghendakinya Tuhanku”. Maka terbelahlah batu tersebut dan terlihatlah di dalamnya seorang tua yang berambut putih sedeang mengerjakan sholat.

Di tangannya terdapat tongkat berwarna hijau, sedangkan diantara kedua matanya terdapat anggur.

Ta’jublah Nabi ‘Isa melihata hal tersebut kemudian bertanya kepadanya,” Wahai Pak tua apakah yang telah saya lihat ini?”, lelaki itu menjawab ,”Ini adalah rizkiku setiap hari “.

Nabi Isa bertanya lagi, ”Berapa lamakah Anda beribadah kepada Allah di sini?” Lelaki itu menjawab,” Selama empat raus tahun.”

Kemudian Nabi Isa Sollallohu alaihi wa sallam bertanya kepada Allah, “Ya Tuhanku, aku tidak mengatakan bahwa Engkau telah menciptakan makhluk yang lebih mulia darinya, berilah wahyu kepadaku!”

Kemudian Allah memberi wahyu kepada beliau bahwa Umat Muhammad Sollallohu alaihi wa salam yang mendapatkan bulan Sya’ban dan mengerjakan solat sunnah pada malam nisfu sya’ban (Malam tanggal lima belas) adalah lebih mulia dalam pandangan Allah dibandingkan beribadah seperti lelaki tersebut selama empat ratus tahun.


Kemudian Nabi Isa berkata, Andai saja saya termasuk umat Muhammad Solallohu alihi wa salam.

Tiada ulasan: