Catatan Popular

Ahad, 14 Januari 2018

KEUTAMAAN TAWAKKAL KEPADA ALLAH

Imam Ahmad Syihabuddin Bin Salamah Al-Qulyuby.

Diceritakan pada suatu hari Syeikh Dzun Nun Al Mishri pergi mencari ikan di laut bersama anak putrinya yang masih kecil. Ia melemparkan jaringnya ke dalam laut sampai ahkirnya ia mendapatkan seekor ikan di dalamnya.

Kemudian ia bemaksud mengambilnya. Putrinya mengamati ikan tersebut menggerak-gerakkan mulutnya dan kemudian melemparkan kembali ke laut.

Bertanyalah ayahnya, “Mengapa kau menyia-nyiakan pekerjaanku?”

Putrinya menjawab , ”Aku tidak rela jika memakan makhluk yang berdzikir kepada Allah”, Dzun Nun bertanya lagi, ”Lalu apa yang harus kita kerjakan?” putrinya menjawab, “Kita berserah diri kepada Allah dan Ia akan menganugerahi rizki yang tidak berdzikir kepada Nya”

Maka merekapun diam bertawakkal kepada Allah sampai sore hari dan  mereka tidak mendapatkan sesuatupun.

Ketika menjelang waktu Isya’ Allah menurunkan kepada mereka hidangan dari langit yang di dalamnya terdapat berbagai macam makanan dan rezki tersebut mereka terima setiap malam sampai kurang lebih dua belas tahun.

Dzun Nun merasa bahwa karomah tersebut disebabkan karena sholatnya, puasanya,  dan ibadah-ibadahnya sampai akhirnnya putrinya meninggal dunia dan rezki tersebut tidak lagi ia terima.


Ia kemudian mengetahui bahwa karomah tersebut karena anaknya, bukan karenanya dan tidak lagi berprasangka kurang baik seperti sebelumnya.

Tiada ulasan: