Catatan Popular

Jumaat, 12 Januari 2018

KISAH FADILAT MENDIRIKAN SHOLAT MALAM

Imam Ahmad Syihabuddin Bin Salamah Al-Qulyuby.

Diceritakan seorang saudagar membeli seorang budak baru. Sebelumnya budak baru tersebut mengajukan persyaratan. Ia berkata kepada majikannya,” Tuanku, perkenankanlah saya mengajukan tiga syarat;
Yang pertama, janganlah Tuan menghalangi saya untuk mengerjakan sholat ketika tiba wakunya.
Yang kedua, silahkan Tuan memerintah saya pada siang hari, akan tetapi janganlah Tuan memerintah saya pada malam hari.
Yang ketiga, sediakanlah sebuah ruangan khusus bagi saya, yang tak seorangpun boleh memasukinya kecuali saya sendiri.

Berkatalah majikannya,”Baiklah kukabulkan semua syarat yang kau ajukan, lihatlah kamar-kamar di rumah ini, pilihlah salah satu.” Budak itupun  kemudian mengelilingi rumah majikannya dan dipilihnya sebuah kamar yang telah rusak. Bertanyalah majikannya kepadanya, Mengapa kamu memilih kamaryang telah rusak?” Budaknya menjawab.

”Tuan tidakkah Tuan ketahui bahwa bersama Alloh, kamar yang  rusak laksana sebuah gedung dan taman?”
Budak itupun kemudian tinggal didalam kamar tersebut pada malam hari. Pada suatu malam, majikannya mengadakan sebuah pesta, dan pada tengah malam ketika para tamu undangan telah pulang, sang majikan berdiri dari duduknya dan berjalan mengelilingi rumahnya sampai akhirnya pandangannya tertuju pada kamar budaknya.

Terlihatlah olehnya seberkas cahaya terang yang menggantung antara langit dan bumi diatas kamar tersebut sedangkan budaknya dalam keadaan bersujud mengadu kepada Tuhannya,”Ya Tuhanku, aku telah mewajibkan pada diriku untuk melayani majikanku di waktu siang, seandainya tidak maka tidaklah aku menyibikkan diriku kecuali berkhidmat kepadaMu, berilah  aku alasan Ya Tuhan!”Ia terus melihat kejadian tersebut hingga terbit fajar dan ketika cahaya tersebut naik ke langit, atap kamar tertutup kembali.
Setelah melihat kejadian itu si majikan memberitahukan apa yang telah dilihatya semalam. Pada malam beikutnya ia mengajak istrinya untuk mendatangi kamar budaknya dan mereka mendapai budaknya  seperti pada malam sebelumnya hingga terbit fajar.

Kemudian mereka pun memanggilnya budak tersebut dan berkata kepadanya,” Kamu merdeka karena Allah Ta’ala sehingga kamu dapat sepenuhnya berkhidmat kepada Dzat yang kamu telah mengadu kepadaNya.“ 

Mereka juga menceritakan tentang karomah yang telah mereka lihat. Mendengar hal tersebut  si budak kemudian mengangkat kedua tangannya seraya berdoa,” Ya Tuhanku, aku memohon kepadaMu  janganlah  Engkau buka rahasiaku dan janganlah Engkau tampakkan haliahku,maka ketika Engkau membukanya maka matikanlah aku.” 

Kemudian ia pun tercabut nyawanya dalam keadaan bersujud. Semoga Alloh memberi rahmat kepadanya.

Tiada ulasan: