Catatan Popular

Selasa, 9 Januari 2018

HAKIM AT TIRMIDZI LARI DIKEJAR WANITA CANTIK

Ketika Muhammad bin Ali at-Tirmidzi masih remaja, ada seorang wanita jelita minta dilamar olehnya, tetapi Muhammad bin Ali at-Tirmidzi menolaknya.
Pada suatu hari, setelah mengetahui bahwa Muhammad bin Ali at-Tirmidzi sedang berada di dalam taman, si wanita segera berdandan dan pergi pula ke sana.
Tetapi begitu melihat kedatangannya, Syeikh Muhammad bin Ali at-Tirmidzi segera mengambil langkah seribu. Si Wanita mengejar dan berteriak-teriak bahwa Muhammad bin Ali at-Tirmidzi telah mencoba hendak membunUhnya. Muhammad bin Ali at-Tirmidzi tidak perduli, dipanjatnya sebuah pagar yang tinggi dan melompat ke seberang.
Pada suatu hari di masa tuanya, ketika sedang mengkaji perbuatan-perbuatan yang telah dilakukannya dan apa-apa yang telah diucapkannya, teringatlah ia kepada kejadian itu, Terpikirlah oleh Muhammad bin Ali at-Tirmidzi : “Apakah salahya jika dahulu aku penuhi kebutuhan wanita itu? Bukankah pada waktu itu aku masih remaja dan oleh karena itu masih sempat bertaubat?.” Ketika menyadari fikiran yang seperti ini Muhammad bin Ali at-Tirmidzi sangat menyesal.
“Wahai diriku yang keji dan pelawan!.” Ia berkata, “empat puluh tahun yang lalu ketika engkau masih remaja dengan semangat yang bergejolak, engkau tidak pernah berfikir seperti ini. Tetapi di masa tuamu ini, setelah sedemikian banyak perjuangan yng engkau menangkan, mengapakah engkau menyesal karena tidak jadi melakukan sebuah dosa?.”
Muhammad bin Ali at-Tirmidzi sangat sedih. Tiga hari lamanya ia menyesali fikiran itu. Setelah itu di dalam mimpi ia bertemu dengan Nabi yang berkata kepadanya :

“Muhamad, janganlah engkau bersedih hati. Yang telah terjadi itu bukanlah karena kesalahanmu. Hal itu karena engkau fikirkan empat puluh tahun berlalu sejak kematianku. Waktuku untuk meninggalkan dunia ini telah tertunda sedemikian lamanya, dan aku semakin jauh. Hal itu terjadi bukanlah karena dosamu, dan bukan karena engkau kurang memperoleh kamajuan spiritual. Yang engkau alami itu adalah karena waktumu untuk meninggalkan dunia ini tertunda, bukan karena keaiban di dalam dirimu.

Tiada ulasan: