Catatan Popular

Jumaat, 12 Januari 2018

KISAH KEUTAMAAN TAAT

Imam Ahmad Syihabuddin Bin Salamah Al-Qulyuby.

Diceritakan seorang pemuda pada masa Bani Israil menderita sakit berat. Kemudian ibunya bernadzar jika Allah menyembuhkannya maka ia akan keluar dari dunia selama tujuh hari.

Maka Allah menyembuhkannya  akan tetapi ibunya tidak memenuh nadzarnya.

Pada suatu malam ia ia bermimpi ditemui oleh seseorang yang berkata, ”Penuhilah nadzarmu supaya kamu tidak mendapatkan bala’ dari Allah yang pedih. “

Pada pagi harinya ia mecertakan mimpinya pada anaknya dan memerintahkan kepadanya untuk menggali kuburan di pemakaman dan menguburnya.  

Pemuda itupun memenuhi permintaan ibunya. Ketika turun ke liang kubur, ibunya itu ia berkata, “Ya Tuhanku, Hamba telah bersungguh-sungguh memenuhi nadzrar dengan kesungguhan hamba, seluruh kekuatan hamba, maka jagalah diri hamba dari bahaya selama berada di dalam kubur ini.”

Kemudian anaknya menimbun kuburnya dan pergi meninggalkannya.

Kemudian terlihatlah oleh wanita itu ibunya sebuah cahaya yang berkilau pada arah kepalanya dan sebuah lubang seperti intan , lalu ia melihat ke dalam lubang tersebut , terlihatlah olehnya sebuah taman yang di dalamnya terdapat dua orang wanita. 
Kemudian keduanya memanggilnya, “Kemarilah kamu”, maka lubang tersebut kemudian melebar sehingga ia dapat keluar menghampii kedua wanita tersebut. Didapatinya di dalam kebun itu sebuah telaga yang sangat jernih sedangkan kedua wanita itu duduk di pinggirnya.

Kemudian ia duduk di depan mereka dan mengucap salam kepada mereka, akan tetapi mereka tidak menjawabnya. Ia pun betanya, ”Mengapa kalian tidak menjawabnya sedangkan kalian mampu melakukannya?”, Mereka menjawab, ” Mengucap salam merupakan suatu ketaatan sedang kami tercegah darinya. Tiba tiba datanglah seekor burung dan hinggap di atas kepala salah seorang wanita tersebut dan mengipasinya dengan kedua belah sayapnya. 

Kemudian datang lagi seekor burung yang hinggap di atas kepala yang lain kemudian mematuki dengan paruhnya.

Bertanyalah ibunya tersebut kepada wanita pertama, “Bagaimana engkau mendapatkan karomah ini?”

wanita pertama menjawab, ”Sewaktu di dunia aku mempunyai suami yang aku taati, dan aku mati sedangkan ia ridha kepadaku, maka Alloh memuliakanku dengan karomah ini”.

Dan wanita kedua berkata, ”Aku termasuk wanita yang sholihah , akan tetapi sewaktu hidup di dunia aku tidak mentaati suamiku, dan sewaktu aku mati dia tidak ridha kepadaku, maka Allah menjadikan kuburku taman karena kebaikan-kebaikanku, dan siksaan ini sebagai balasan aku tidak taat pada suamiku.
Maka aku meminta padamu ketika kamu pulang ke dunia mintakanlah ridha kepada suamiku.”

Setelah tujuh hari berada di dalam kubur kedua wanita itu berkata padanya, pergilah menuju kuburmu karena anakmu tengah mencarimu. Ketika sampai di kuburan, didapatinya anak laki - lakinya tengah menggali kuburnya dan mengeluarkannya kemudian mereka pulang ke rumah.
Tersebarlah berita bahwa wanita itu telah meninggal setelah menjalani nadzarnya. Datanglah orang-orang untuk berta’ziah atas kematiannya, termasuk suami wanita di dalam kubur yang ditemuinya.

Maka ia wanita itu, kemudian menceritakan apa yang telah terjadi di dalam kuburnya serta memintakan maaf dan keridhaan kepada laki-laki tersebut. Laki-laki itupun bersedia memaafkan istrinya.


Kemudian dalam mimpinya wanita tersebut bertemu dengan  wanita yang ia temui di dalam kubur, dikatakan kepadanya ”Aku mendapatkan kebahagiaan di dalam kuburku karena pertolonganmu, semoga Allah memberikan balasan kebaikan atas pertolongan mu dan mengampuni dosamu.”

Tiada ulasan: