Catatan Popular

Ahad, 9 September 2012

MENCUIT QALBU : NABI MUSA DAN BATU YANG MELARIKAN BAJUNYA

Dari Abu Hurairah Radhiyallaahu a’anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bani Israil biasa mandi dengan bertelanjang; satu sama lain saling melihat anggota badan temannya. Tetapi Nabi Musa mandi seorang diri.
Mereka mengatakan, ‘Demi Allah! Tidak ada yang melarang Musa mandi bersama-sama dengan kita kecuali karena dia berpenyakit, buah pelirnya besar.’
Pada suatu kali Nabi Musa mandi, kainnya diletakkan di atas batu, lalu batu itu melarikan kain Nabi Musa dan beliau menyusulnya sambil berteriak, ‘Kainku! Kainku! Hai Batu.’
Sehingga oleh karena itu, Bani Israil dapat melihat (aurat) Nabi Musa lantas mereka berkata, ‘Demi Allah! Musa tidak berpenyakit apa-apa.’
Lalu Nabi Musa mengambil kainnya dan dipukulnya batu itu.”
Abu Hurairah berkata, “Pada batu itu terdapat enam atau tujuh bekas pukulan.”
Dan turunlah ayat yang berkenaan dengan cerita ini, ertinya,
‘Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang menyakiti Musa, maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka katakan. Dan adalah dia orang yang mempunyai kedudukan di sisi Allah.’ (Al-Ahzab: 69). [1]

PELAJARAN YANG DAPAT DIPETIK:

1. Dalam keadaan darurat diperbolehkan telanjang, adapun dalam keadaan wajar Rasulullah saw telah bersabda kepada Muawiyah bin al-Hakam, ‘Jagalah auratmu kecuali untuk istrimu atau budak-budak yang kamu miliki.’
2. Ketika darurat seperti pengobatan dan lain-lain diper-bolehkan melihat aurat orang lain.
3. Diperbolehkan mandi telanjang jika seorang diri, dan yang lebih utama adalah memakai penutup.
4. Syariat umat sebelum Nabi Muhammad jika bertentangan dengan syariat Muhammad tidak menjadi syariat Muhammad.
5. Para nabi  adalah manusia-manusia yang berparas dan berakhlaq sempurna.

Tiada ulasan: